PIDATO KELOMPOK : .

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang terhormat Ibu Ani Mariani serta teman-teman yang saya cintai.

Marilah kita panjatkan puji syukur atas segala nikmat yang dikaruniakan Allah SWT sehingga pada saat ini kita masih diberi kesehatan untuk tetap dapat beraktivitas.

Shalawat dan salam kita sampaikan ke haribaan junjungan besar kita, Nabi Muhammad SAW. Demikian halnya, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan untuk keluarganya, para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ani Mariani yang telah memberikan kesempatan sehingga saya dapat  menyampaikan sebuah pidato yang berjudul Stop Acara TV Yang Tidak Bermutu. 

Seperti yang telah kita ketahui, televisi merupakan salah satu media hiburan utama bagi masyarakat di Indonesia. Televisi adalah sebuah media telekomunikasi yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Televisi juga merupakan media yang dianggap paling mempengaruhi khalayaknya dalam hal penyampaian informasi.

Acara televisi atau program televisi merupakan acara-acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi. Keberhasilan sebuah program TV diukur oleh tingkat konsumsi program tersebut oleh pemirsa atau disebut pemeringkatan (ranking). Pengukuran peringkat dilakukan oleh lembaga riset yang menempatkan alat bernama "people meter" pada beberapa responden.

Masyarakat Indonesia telah dijejali banyak acara yang amat variatif, tapi diantaranya, banyak yang datang dan hilang silih berganti demi inovasi acara ataupun demi mengejar rating seperti sekarang ini. Tayangan-tayangan mendidik kalah rating dengan tayangan lawakan, infotainment, maupun tayangan sinetron yang memiliki rating yang jauh lebih tinggi dibandingkan tayangan yang bersifat edukatif tersebut. Rating yang tinggi itu tidak mencerminkan bahwa tayangan TV tersebut berkualitas. Justru kebanyakan tayangan televisi sekarang hanya mencari tujuan komersil saja. Banyak stasiun TV yang menampilkan tayangan-tayangan tidak berkualitas yang banyak digemari dan memiliki rating tinggi dengan tujuan untuk mencari keuntungan. Karena semakin tinggi rating, semakin banyak iklan yang mereka tayangkan, maka semakin banyak pula keuntungan yang mereka dapatkan. Mereka tidak memikirkan lagi kualitas tayangan TV tersebut.

Saat ini beberapa tayangan hiburan di televisi terancam dihentikan karena dinilai kerap tampil berlebihan dan tidak mendidik. Tayangan yang dinilai tidak mendidik itu di antaranya Pesbukkers, Campur Campur, kemudian Yuk Keep Smile, Sabtu Minggu Seru/SMS, dan Eat Bulaga.

Pesbukker dinilai sering menampilkan ular untuk menakuti penonton. Begitu juga akting Olga Syahputra yang dinilai sering berlebihan dan suka bicara ceplas ceplos yang menyakitkan hati pemirsa. Ulah serupa juga dilakukan Olga Syahputra di acara Campur Campur dan Yuk Keep Smile.

Khususnya, tayangan Yuk Keep Smile (YKS) di Trans TV yang dinilai sangat meresahkan. Bagaimana tidak, program yang tayang setiap hari dengan durasi lebih kurang 4 jam, menampilkan guyonan kasar sampai goyangan sedikit erotis. Padahal, acara ini tak hanya ditonton orang dewasa tapi juga anak-anak. Bahkan banyak anak-anak yang mahir sekali menirukan berbagai joget yang ditampilkan mulai dari Caisar, kereta malam sampai oplosan. Diberitakan sebelumnya, KPAI dan KPI tengah menyoroti program YKS karena dampak goyangan erotis bernama goyang oplosan tersebut terhadap anak-anak.

Teman-teman, masih ingatkah kalian pada acara Indosat Galileo? Ranking-1? Atau Who Wants To Be a Millionaire?

Indosat Galileo adalah sebuah acara kuis yang menguji wawasan sains para kontestannya. Acara ini disponsori oleh Indosat. Kuis ini ditayangkan di SCTV sejak tanggal 2 Mei 1999 sampai 27 April 2003. Acara kuis ini menjadi salah satu acara kuis terpopuler dan menarik karena kuis ini mendidik dengan wawasan yang disampaikan.

Akan lebih baik bila acara Galileo, Ranking-1, Are You Smarter Than a Fifth Grader, atau Who Want’s To Be a Millionare itu dihidupkan kembali. Acara semacam itu akan benar-benar menjadi motivasi bagi setiap generasi, karena kita harus beradu otak dan kepandaian dengan mesin, pertanyaan, dan rival. Minimal ketika anak-anak ingin masuk TV, ia akan berusaha begitu keras untuk menjadi berprestasi, pandai, dan cerdas. Bukan malah ia harus berjalan diatas panggung, lalu berpakaian dan beraksi seperti layaknya orang dewasa seperti di acara Little Miss Indonesia.

Kita harus prihatin terhadap tayangan TV sekarang, yang lebih banyak diisi oleh tayangan sinetron striping, FTV tidak jelas, reality show palsu, atau acara lawakan dan horor yang tidak mendidik. Memang tidak ada salahnya, karena tujuan TV diantaranya adalah memberi hiburan. Tetapi banyak yang melupakan sisi edukasi dan informasinya. Dikatakan menurut sebuah riset, sekitar empat belas persen tayangan televisi di Indonesia dapat merusak national character building. Dapat dibayangkan bagaimana masa depan bangsa, bila generasi muda kita terlalu banyak diberi tayangan-tayangan yang tidak berkualitas dan tidak mendidik? Bagaimana masa depan bangsa jika televisi sebagai media massa yang berkewajiban membangun karakteristik harus kalah karena kebutuhan rating?

Oleh karena itu, mulailah peduli pada nasib bangsa. Hentikan acara-acara TV tidak bermutu dengan mengadukan acara-acara tersebut pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Akhir-akhir ini telah disebarkan petisi mengenai pemberhentian acara TV tidak bermutu di berbagai media sosial di internet. Mari berpartisipasi untuk menghentikan pembodohan diri bangsa dengan peduli terhadap masalah ini.

TV hanya mementingkan rating, daripada tujuan tv untuk memberikan pendidikan

Karena semakin tinggi rating semakin banyak iklan yang memberikan dana pada stasiun tv tersebut

Dulu, gak ada tv swasta, tvri, berita, penyuluhan, hiburan musik

Banyak tayangan yang baik tapi tak bertahan lama, dikalahkan oleh tayangan yang tidak mendidik

Contoh tayangan televisi yang tidak bermutu adalah

Tayangan humor mempengaruhi kepribadian remaja Indonesia dengan humor-humor pelecehan

Tayangan Infotainment yang lebih menonjolkan privasi dan juga kehidupan gemerlap selebrita

Tayangan yang mengandung kekerasan, tindakan kriminal

Tayangan sinetron yang mencemari pikiran penonton

Tayangan ga disaring berdasarkan tingkatan umur penontonnya..

Leave a Reply