Bahan Pidato : Alhamdulillahi Rabbil Alamin. Washalatu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil alamin. Washalatu wasalamu ala asyrafil ambiya iwal mursalin waala aalihi washahbihi ajmain.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT., karena dengan rahmat dan hidayah-Nya kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk hadir di ruangan yang berbahagia ini. Tak lupa shalawat dan salam kita haturkan ke habibaan Nabi Besar Muhammad SAW., yang telah membawa umat manusia dari alam kegelapan ke alam yang terang benderang seperti yang kita rasakan saat ini.

InsyaAllah pada hari yang berbahagia kali ini, saya akan membawakan sebuah pidato yang berjudul Peran Pemuda dalam Mengangkat Derajat Bahasa Indonesia ke Tingkat Dunia.

Sebelum saya mengulas secara intensif mengenai peran pemuda dalam mengangkat derajat bahasa Indonesia ke tingkat dunia, saya akan me-review sedikit mengenai kebahasaan Indonesia itu sendiri.

Apa itu bahasa?

Bahasa adalah alat yang menunjukkan cerminan pribadi seseorang. Karakter, watak, atau pribadi seseorang dapat diidentifikasi dari perkataan yang ia ucapkan. Penggunaan bahasa yang lemah lembut, sopan, santun, sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi penuturnya berbudi. Sebaliknya, melalui penggunaan bahasa yang sarkasme, menghujat, memaki, memfitnah, mendiskreditkan, memprovokasi, mengejek, atau melecehkan, akan mencitrakan pribadi yang tak berbudi.

Apa itu bahasa indonesia?

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia yang sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

Bahasa Indonesia mempunyai peran yang besar, bahasa Indonesia telah menjadi bagian panjang dari sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Sejak ditetapkan menjadi bahasa persatuan dan bahasa resmi negara pada tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia mempunyai peranan yang besar terhadap bangsa Indonesia, baik di masa penjajahan, masa kemerdekaan, maupun masa sekarang. Bahasa Indonesia mampu menyatukan bangsa Indonesia dan membuat bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya. Peran bahasa Indonesia amat besar di zaman penjajahan. Semangat nasionalisme yang tinggi pada saat itu membuat perkembangan bahasa Indonesia sangat pesat karena semua orang ingin menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia.

Pada awalnya banyak pihak meragukan akan kemampuan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dalam perkembangan bahasa Indonesia, pernah terjadi suatu kejadian menarik. Angin reformasi yang muncul sejak tahun 1998 justru membawa perubahan buruk bagi bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa asing kembali marak dan bahasa Indonesia sempat terpinggirkan. Malahan dengan alasan globalisasi, percampuran bahasa Indonesia dengan bahasa asing justru semakin marak. Media pun ikut mempengaruhi penggunaan bahasa Indonesia yang salah. Malahan tak sedikit media yang memberikan judul acara dengan kata-kata dalam bahasa asing.

Kemajuan bahasa Indonesia

Perkembangan teknologi saat ini membuat penyebaran bahasa Indonesia hingga ke pelosok daerah semakin mudah dan berkembang pesat. Bahasa Indonesia semakin dikenal masyarakat, semua elemen bangsa dapat berkomunikasi dengan yang lainnya. Ini merupakan salah satu bentuk kemajuan dalam bahasa Indonesia.

Kemunduran bhs Indonesia

Selain mengalami kemajuan, bahasa Indonesia juga memiliki kemunduran. Akibat pengaruh globalisasi dan pengaruh besar dari negara – negara besar seperti Amerika Serikat, bahasa Indonesia menjadi terpinggirkan. Bahkan dari kalangan masyarakat dan pelajar di Indonesia sendiri.

Banyak pelajar dan para pemuda yang menganggap sepele bahasa Indonesia dan lebih mementingkan bahasa lain seperti bahasa Inggris, bahasa Spanyol, bahasa Arab, bahasa Perancis, bahasa Jerman, bahasa Mandarin dan bahasa lainnya. Kebanyakan dari mereka mengganggap bahasa Indonesia terlalu kaku, tidak bebas dan terasa kurang akrab. Mereka lebih menyukai bahasa baru yang dikenal dengan bahasa gaul yang merupakan campuran dari bahasa daerah, bahasa asing, dan bahasa Indonesia.

Keadaan ini berbalik 180 derajat dari keadaan 78 tahun yang lalu, di saat para pelajar dan pemuda dengan semangat cinta tanah air menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Alhasil, akibat pelajar menganggap sepele pelajaran bahasa Indonesia, banyak dari pelajar itu sendiri mendapatkan nilai yang rendah dalam pelajaran bahasa Indonesia. Parahnya lagi, sebagian penyebab banyaknya pelajar yang tidak lulus Ujian Nasional adalah karena mengganggap sepele pelajaran bahasa Indonesia.

Solusi

Menurut saya, untuk menangani masalah seperti ini, kita sebagai pemuda-pemudi Indonesia perlu meningkatkan mutu bahasa Indonesia dan mengembangkan daya ungkapnya. Salah satu upaya yang perlu segera di laksanakan untuk mencapai tujuan tersebut ialah melaksanakan program penerjemahan dan pengenalan bahasa Indonesia dalam skala besar serta diimplementasikannya bahasa Indonesia secara sungguh-sungguh, terutama dalam kaitannya dengan alih teknologi.

Bangsa Indonesia khususnya generasi muda harus bangga terhadap bahasa Indonesia sebab bahasa Indonesia merupakan bahasa keempat terbanyak dipakai setelah bahasa Mandarin, Inggris, dan Spanyol. Bahasa Indonesia memiliki keindahan yang tidak jauh kalahnya dengan bahasa-bahasa lainnya di dunia. Bahasa Indonesia memiliki sejarah yang jauh lebih panjang daripada sejarah Republik Indonesia itu sendiri.

Selain itu kita patut mengepakkan sayap bahasa Indonesia ke kancah internasional. Kita wajib meneladani upaya-upaya yang sudah dilaksanakan sebelumnya oleh pihak-pihak yang peduli terhadap perkembangan bahasa Indonesia di masa lalu dan mencari inovasi baru dari upaya-upaya tersebut.

Salah satu contohnya tentang penyelenggaraan BIPA Indonesia. Konferensi BIPA sebelumnya, KIP BIPA VI yang diadakan tanggal 11 Juli 2006 di Hotel Sol Elite Marbella, Anyer, Banten dihadiri oleh sekitar 120 peserta yang berasal dari berbagai negara yang merupakan pakar, pengajar, pengamat, dan peminat BIPA. Menteri Pendidikan Nasional yang membuka konferensi tersebut mengungkapkan bahwa ada sekitar 35 negara di dunia mengajarkan bahasa Indonesia kepada masyarakat internasional. Dari jumlah itu, ada sekitar 130 lembaga yang telah menjadi penyelenggara pengajaran BIPA, baik itu perguruan tinggi, lembaga kursus, pusat-pusat kebudayaan asing, maupun Kantor KBRI di negara-negara tersebut.

Menteri juga mengatakan bahwa peran BIPA sangat penting dan strategis dalam memperkenalkan Indonesia kepada masyrakat internasional karena BIPA merupakan media penyampaian berbagai informasi tentang Indonesia, termasuk memperkenalkan masyarakat dan budaya Indonesia. Dengan demikian, orang asing yang mempelajari bahasa Indonesia akan semakin memahami masyarakat dan budaya Indonesia secara komprehensif yang pada gilirannya dapat meningkatkan rasa saling pengertianantarbangsa.
Berkembangnya pengajaran bahasa Indonesia di dunia internasional itu paling tidak akan memberikan dua keuntungan, yaitu dapat memperbesar peluang bagi bahasa Indonesia untuk digunakan sebagai bahasa pergaulan antarbangsa dan dapat menunjang pemulihan citra Indonesia di dunia internasional.

Oleh karena itu, sebagai pemuda Indonesia yang cerdas, kita patut mengembangkan penggunaan bahasa Indonesia secara meluas hingga ke tingkat internasional untuk memposisikan negara kita sebagai negara yang global di mata dunia.

Demikian yang dapat saya sampaikan . Lebih dan kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan. Akhir kata, wabillahi taufiq wal hidayah,

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply