Pidato B.indo 1000 Kata

Nama : Deby Claurisca Imanda

Kelas : X.2No. : 10

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kepada bapak kepala sekolah SMA Negeri 6 Yogyakarta yang saya hormati,

Bapak ibu guru serta karyawan yang saya hormati,

Dan teman-teman saya yang saya cintai,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat dan hidayah-Nya hingga hari ini kita masih dapat berkumpul ditempat ini dalam rangka memperingati Hari Bumi di SMA Negeri 6 Yogyakarta yang selalu kita banggakan. Kali ini ijinkanlah saya, Deby Claurisca menyampaikan sebuah pidato yang bertemakan lingkungan.

Pada zaman modern ini kita dapat melihat dengan jelas bahwa pencemaran lingkungan semakin menjadi-jadi. Dari tahun ke tahun keadaan lingkungan kita bukannya menjadi semakin baik, melainkan menjadi semakin buruk saja. Limbah-limbah rumah tangga maupun limbah-limbah pabrik industri dengan mudahnya dibuang kearah sungai, jumlah kendaraan bermotor semakin bertambah dan kualitas udara semakin buruk, pohon-pohon yang sudah hidup bertahun-tahun demi memberikan pasokan udara bagi manusia pun ditebang untuk dibuat sebuah perumahan yang mewah. Bagaimana keadaan bumi kita 10 tahun kedepan jika kita terus menerus melakukan tindakan yang sangat merusak lingkungan itu? Siapa lagi yang akan membuat bumi kita kembali menjadi bumi yang aman, nyaman dan tentram untuk ditinggali? Jawabannya hanya satu, kita sendirilah yang harus sadar, dan membuat bumi kembali hidup. Kita yang tinggal di bumi ini dan kita juga yang mendapatkan kekayaan alam yang melimpah dari bumi, oleh karena itu kita harus selamatkan bumi ini. Lalu, bagaimana cara untuk menyelamatkan bumi kita ini? Berikut ini adalah cara-cara yang mudah dan cukup untuk mengurangi Global Warming versi saya,

Buanglah sampah pada tempatnya

Pasti kalimat ini sudah tidak asing lagi bagi anda. Tulisan seperti ini hampir ada di setiap tempat. Tapi, apakah anda sendiri sudah membuang sampah pada tempatnya? Atau apakah anda tetap membuang sampah dengan seenaknya meskipun hal itu sudah diperingatkan berkali-kali. Mungkin bagi anda membuang sampah pada tempatnya itu hanyalah slogan di masyarakat dan anda tidak terlalu memperhatikannya. Padahal, membuang sampah pada tempatnya adalah salah satu cara untuk mengatasi pemanasan global. Bayangkan saja jika hampir semua orang di bumi ini membuang sampah ke sungai-sungai, pasti air sungai akan tercemar, ikan-ikan yang setiap harinya berenang dengan ceria pun akan mati, sungai bagaikan neraka bagi ikan-ikan itu. Bangkai ikan tersebut tidak dapat dimakan lagi, karena mengandung racun. Dan air sungai sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi karena air sungai sangat kotor. Bahkan untuk mandi saja air sungai cukup membahayakan kulit.

Tebang pilih

Ini cara yang selalu diencar-gencarkan oleh pemerintah namun hasilnya tetap saja nihil. Seharusnya pemerintah lebih keras lagi dalam hal-hal seperti ini. Penebangan hutan atau pembakaran hutan bukannya semakin berkurang tetapi semakin marak saja dari tahun ke tahun. Kalau kita tidak sadar, siapa lagi yang mau menyadarkan diri kita? Kita harus segera bertindak, karena tanpa pohon manusia akan mati. Tidak akan ada yang memberi pasokan udara segar yang setiap hari pasti kita hirup. Seharusnya pemerintah memberikan hukuman yang berat kepada orang-orang yang telah menebang pohon dengan liar secara besar-besaran, agar orang-orang tersebut akan kembali ke jalan yang benar.

Menanam 1 juta pohon

Yang dimaksud menanam 1 juta pohon disini bukanlah benar-benar menanam 1 juta pohon dalam bentuk nyata. Yang saya maksud adalah menanam banyak pohon secara bersama-sama dan merawat pohon-pohon tersebut secara bersama-sama pula. Setiap orang menanam dan merawat minimal 1 pohon saja pasti itu sudah sangat berpengaruh bagi bumi kita ini. Udara yang sangat panas pasti sudah akan kembali menjadi sedikit sejuk.

Memilih lahan untuk dibuat perumahan

Ini cara yang agak sulit. Karena perumahan-perumahan sudah banyak sekali dibangun dan hanya menyisakan lahan yang sangat sedikit untuk ditanami pohon, lahan lainnya sudah beraspal dan dibangun untuk rumah besar yang mewah. Jika jumlah perumahan terus bertambah otomatis lahan untuk ditanami pepohonan akan semakin berkurang, coba perhatikan saja, lahan untuk berladang dan lahan untuk dijadikan perumahan lebih luas mana? Rata-rata hampir semua lahan untuk berladang sudah dijadikan perumahan-perumahan. Kita hharus pintar dalam memilih rumah untuk ditinggali, jangan sampai rumah idaman kita menjadi salah satu pencetus pemanasan global. Jika memang kita sudah terlanjur membeli rumah diperumahan, setidaknya berikan lahan untuk ditanami beberapa tanaman, selain udara di sekitar rumah menjadi sejuk, kita juga membantu untuk mengurangi pemanasan global.

Gunakan kertas secukupnya

Anak-anak sekolah pasti menyobek kertas yang cukup banyak untuk mengerjakan ulangan yang diberikan oleh guru. Hal tersebut tidaklah baik, mengingat kertas juga berbahan dasar dari pohon. Seharusnya bapak ibu guru memberikan kertas yang tersendiri untuk anak didiknya mengerjakan soal ulangan. Kertas itu tidak perlu tebal dan bagus, misalnya saja seperti kertas buram. Sekolah kita berbasis research kita dapat mencari alternatif lain untuk bahan dasar kertas.

Demikian pidato tentang lingkungan yang dapat saya sampaikan, hal-hal yang saya sampaikan tadi hanyalah untuk memotivasi anda agar kita dapat membuat bumi ini menjadi lebih baik dan nyaman untuk kita tinggali bersama. Semua kembali kepada diri kita masing-masing. Semoga kita semua cepat sadar dan mari kita hentikan Global Warming. Sekian dari saya dan atas perhatian anda saya ucapkan terimakasih.

Wabillahi taufiq wal hidayah. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply