Retorika Teknik Berpidato : ( PIDATO)

RETORIKA (TEKNIK PIDATO)

PENDAHULUAN

Pengertian

Retorika dalam arti bahasa Indonesianya sama dengan pidato, sedangkan orang yang melakukan pekerjaan tersebut disebut Rektor atau Orator

Dalam ilmu Komunikasi penulisan sebuah teks pidato merupakan retorika, sehingga kita dapat simpulkan bahwa pidato atau retorika mempunyai dua arti, yaitu :

Arti sempit : Retorika adalah seni berbicara didepan umum atau komunikan

Arti luas : Tidaj hanya merupakan seni berbicara tetapi juga seni menulis

Sejarah

Retirka dipelajari pada abad 5 sebelum masehi, tepatnya ketika muncul guru retoriks yang pertama, yaitu GEORGIAS (480 730 sm) yang berkebangsaan Yunani dari kaum Sofis sehingga yang diajarkan disebut aliran Sfisme.

Selain bagian dari ilmu Komunikasi, Retorika juga merupakan bagian dari ilmu jiwa yang disebut dengan SCIENTIFIC RETHORICS.

BERBICARA DALAM PIDATO

Vokal Suara

Vokal disini tidak boleh suara yang pecah namun merupakan suatu bunyi vokal yang bulat. Vokal yang diucapkan harus jelas keras dan tidak menggumam

Teknis Bicara

A. Melakukan pidato menggunakan teks naskah ataupun tidak

(disebut Ad.Lib / Ad. Libitum atau Improptu)

1. Situasi

2. Sifat pertemuan

3. Pesan yang disampaikan

4. Hadirin yang dihadapi

Keempat faktor ini saling berkaitan kuat dan tidak dapat dipisahkan

B. Perhatian kepada sejmlah Audien

1. Audien yang jumlahnya banyak mempunyai sifat emosional, artinya satu orang terpengaruh oleh retor maka yang lainnya pun akan segera terpengaruh dengan cepat

2. Audien yang jumlahnya sedikit mempunyai sifat yang rasional, artinya mereka lebih mementingkan isi materinya.

C. Hal hal yang harus diperhatikan sewaktu berbicara

1. Lakukan dengan gaya originil

2. Lakukan sifat yang sederajat dan tidak menggurui

3. Lakukan dengan nada naik turun (tidak monoton)

4. Lakukan dengan mengatur tempo bicara

5. Lakukan denganmemberi tekanan pada kalimat kalimat tertentu

6. Tetap memelihara kontak pribadi dengan audien dengan kedua belah pihak saling menatap

7. Lakukan pidato dengan wajah yang cerah

SIKAP PADA SAAT PIDATO

Sikap Berdiri

Sikap berdiri yang kurangbaik, adalah :

1. Berdiri dengan kaki sebelah

2. Berdiri dengan kaki yang terlalu rapat

3. Berdiri dengan kaki yang terlalu terbuka

4. Berdiri loyo ataupun kaku

5. Berdiri dengan kurang seimbang

6. Bersandar pada mimbar

7. Menggoyang goyang badan yang tidak perlu

8. Berdiri dengan tidak tenang

9. Berdiri dengan terlalu santai atau relaks

Mimik Wajah

Mimik wajah yang kurangbaik adalah :

1. tertawa yang dibuat buat

2. Dahi yang selalu berkerut

3. Tersenyum terus menerus

4. Tersenyum tetapi tidak ada yang lucu

5. Muka selalu masam

6. Sikap gugup

Gerakan badan / anggota badan

Gerak yang kurang baik adalah :

1. Selalu menggerakan bagian bagian tertentu

2. Gerakan yang canggung

3. Kaku dan gerakan mekanis berdiri terpaku

4. Menggaruk garuk telinga

5. Merogoh rogoh saku

6. Memainkan pensil atau pulpen

7. Berbicara dengan melihat catatan terus menerus

8. Terlalu banyak melangkah atau berjalan

PENAMPILAN

Persiapan sebelum Pidato

1. Bercakap cakap dengan orang disekitar untuk menghilangkan rasa gugup

2. Pusatkan fikiran pada tatacara pidato

Sebelum Pidato

1. memperhatikan pakaian

2. Sikap simpatik

3. Sikap tenang

4. Sikap hormat

Saat Pidato

1. Percaya pada diri sendiri

2. Sikap tenang

3. Menghirup nafas panjang sebelum mulai berpidato tetapi tidak boleh terllihat oleh audien

4. Tataplah audien dengan sunggingan senyum

5. Memberi hormat

MEMBERI PIDATO

Dalam pidato, materi adalah bagian yang sangat penting, oleh karena itu dalam penyusunan pidato harus benar benar diperhatikan dengan seksama, karena kan mempengaryuhi orator dalam membawakan pidatonya.

Didalam menyusun materi harus diperhatikan hal hal sebagai berikut :

Pendahuluan / Protesis

A. Yang ditarik agar materi menarik

1. Kemukakan kutipan atau pendapat seorang tokoh

2. Ajukan kutipan atau menggugah audien

3. Sajikan ilustrasi spesifik / khusus

4. Memberikan fakta yang mengejutkan

B. Jangan diawali pidato dengan :

Kata maaf

Lelucon

C. Fungsi dari bagian ini adalah :

Menyiapkan mental orator (Mental Preparation)

Untuk membangkitkan perhatian (Atenttion Arrosing)

Pokok Pembahasan / protesis

A. Bahaslah materi yaitu latar belakang masalahnya

B. Bahaslah semenarik mungkin

C. Bahaslah sekomunikatif mungkin

D. Pergunakanlah bahasa yang jelas dan dapat dimengerti

Bagian Perut Argument Alasan

A. Pada pokoknya isi dari bagian ini ialah mendukung hal hal yang diuraikan pada bagian protesis

B. Fungsinya adalah untuk menetralisir / menjernihkan pendapat yang menantang pendapat orator

Bagian ekor Conclusio Kesimpulan

A. Kesimpulan merupakan

1. Bagian akhir dari metari pidato

2. Bukan merupakan rangkuman ikhitsar dari bagian Protesis dan Argumentasi

Tetapi merupakan bagian penegasan

1. Bagian untuk membenarkan sesuatu hal menurut orator

B. Syarat dari bagian ini adalah

1. Haruslah singkat dan sederhana

2. Merupakan pesan yang mengesankan

C. Yang harus dihindarkan dari pembahasan bagian ini

1. Jangan mengemukakan fakta fakta baru

2. Jangan menggunakan kata kata mubajir, tidak fungsional

3. Jangan mengemukakan hal yang dapat menimbulkan antiklimaks pada materi orator sendiri.

Sebuah materi yang temasuk menarik adalah bila :

1. Menyangkut kepentingan Audiens / Komunikas

2. Masalah yang masih hangat dibicarakan orang atau masalah yang telah begitu lama namun masih menarik, untuk diangkat kepermukaan atau disajikan kembali.

Leave a Reply