Pidato Atas Nama Keluarga Mempelai Putra

Assalamu ’alaikum. Warahmattillahi Wabarakaatuh.

Shahibul hajat yang kami hormati, bapak, ibu, dan saudara sekalian, yang kami hormati. Kedua mempelai yang berbahagia. Puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, atas limpahan rahmat-Nya, sehingga pada Siang hari ini kita bisa hadir memenuhi undangan shahibul hajat, tanpa ada halangan suatu apapun.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw, karena hanya beliaulah yang membawa misi ajarannya, sehingga kita tahu yang haq dan yang bathil.

Para undangan yang berbahagia.

Saya berdiri dan berbicara di hadapan para undangan ini atas nama keluarga mempelai putra, sehingga sedikit banyak kami akan mengungkapkan kata-kata yang menjadi maksud dan tujuan kita berkumpul dimajlis ini.

Para undangan yang kami hormati.

Saya atas nama keluarga mempelai putra merasa bangga, dan banyak terima kasih atas sambutan yang begitu baik terhadap rombongan kami, baik dari segi tempat, maupun segala macam hidangan, semuanya itu dari keluarga putra tidak bisa memberi balasan, semoga diterima amal usaha kebaikannya shahibul hajat.

Para hadirin dan kedua mempelai yang berbahagia.

Selanjutnya saya akan menyampaikan sesuatu pesan dari ayah dan ibu mempelai putra, bahwasannya tadi pesan agar diserahkan sepenuhnya kepada keluarga mempelai putri. Bapak ibu shahibul hajat yang kami hormati, dengan hadimya putra baru ini, yakni bernama Hermansyah SH agar bapak ibu shahibul hajat berkenan menerima dengan sepenuh hati menantu tersebut. Dan kami sangat mengharapkan agar bapak ibu shahibul hajat, bahwa anak menantunya itu dianggap anak sendiri, sehingga rasa keterbukaan, saling tegur sapa yang baik, nasehat-menasehati, betul-betul menjadi kebiasaan dalam keluarga baru tersebut. Jadi mulai hari ini anak kami bernama Hermansyah SH. kami serahkan dengan sepenuhnya kepada bapak, ibu shahibul hajat dengan harapan agar bapak dan ibu sabar, bila keluarga baru tersebut belum mengetahui tradisi yang ada pada lingkungan ini. Begitu juga kepada Hermansyah SH agar tahu diri, sehingga dalam tingkah laku sehari-hari selalu terkontrol.

Para undangan dan kedua mempelai yang berbahagia.

Tidak menutup kemungkinan kami serombongan dari keluarga mempelai putra, bila terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati kami yang mewakili mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Para undangan yang berbahagia, marilah kita bersama memanjatkan do’a kepada Allah Swt. Mudah – mudahan mempelai senantiasa bahagia dunia dan akhirat, selalu diberkahi Allah Swt, hidup tenang, damai, serta punya keturunan yang baik. BARAKALLAHU LAKA WABAARAKA ‘ALAIKA WAJAMA’A BAIMUKA FIL KHAIRI. Kurang lebihnya saya berbicara di hadapan para undangan saya mohon maaf Yang sebesar-besarnya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

 

 

Incoming search terms:

  • ceramah lucu tentang nikah
  • sambutan 40 hari orang meninggal
loading...

Leave a Reply