Pidato Kebudayaan Bahasa Indonesia Tema Kreativitas Dalam

Kreativitas dalam Melestarikan Kebudayaan Indonesia

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat Pagi semuanya, yang terhormat Bapak Guru Bahasa Indonesia dan teman-temanku sekalian. Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita bisa berkumpul kembali di tempat ini setelah menempuh liburan. Terima kasih juga atas waktu yang diberikan, dalam pidato ini saya hendak menyampaikan sesuatu.

Kalian pasti sudah tahu bahwa Indonesia ini punya daerah yang sangat luas. Begitu juga dengan budayanya. Kita memiliki budaya yang sangat amat banyak. Sayangnya beberapa di antaranya hanya menjadi pajangan saja, sampai-sampai orang lain ada yang mengambil budaya kita tercinta. Kalian pasti tahu beberapa berita tentang rebutan budaya ini. Padahal budaya negeri kira ini adalah harta yang tidak tergantikan dari nenek moyang kita. Kebudayaan tidak dapat diciptakan dengan mudah , apalagi dengan waktu yang singkat. Memang telah banyak upaya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, namun upaya tersebut belum maksimum.

Daerah tempat tinggal kita, juga tak kalah keren soal budayanya. Apakah kalian tahu budaya apa saja yang ada di Sidoarjo kita tercinta ini? Ya, kita tentu punya budaya seperti halnya lelang bandeng, nyadran, reog cemandi, tari ujung atau tarian untuk meminta hujan serta jaran kepang. Reog cemandi berbeda dengan Reog Ponorogo karena disini tidak memakai bulu merak. Sedangkan untuk jaran kepang ini sepertinya hampir punah. Karena yang memainkan jaran kepang ini adalah orang-orang dari luar Sidoarjo dan sepertinya sedikit warga Sidoarjo yang mau melestarikannya. Disamping itu Sidoarjo juga punya batik yang tidak kalah keren dengan batik dari luar Sidoarjo. Batik Jetis yang kabarnya sudah berkembang sejak 1970an ini punya ciri khas yang warnanya mencolok dan motif unik seperti beras kutah, udang bandeng dan masih banyak lagi.

Melestarikan budaya itu sebenarnya mudah, hanya saja perlu kesadaran diri dari tiap-tiap jiwa saja. Soal media Insyaallah Sidoarjo sudah punya. Jika kita mau belajar berbagai macam budaya kita bisa mengunjungi museum Mpu Tantular yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah kita. Kalau ingin melestarikan batik, kita bisa belajar langsung di Jetis. Tak lupa juga seni tari yang biaasa menrik minat para penonton, di Sidoarjo sudah ada tempatnya di pusat kota. Tarian yang berkembang di Sidoarjo ini juga tidak kalah eksotis dan gemulai di bandingkan dengan tarian di luar daerah Sidoarjo. Apalagi sekarang banyak selaki tarian kreasi baru yang memadukan macam-macam gerakan yang unik.

Kesenian seperti ini hendaknya diperkenalkan ke kalangan pelajar, mahasiswa, anak-anak. Disamping itu juga mencegah pengaruh budaya luar yang tidak cocok dengan budaya ketimuran kita ini. Hilangkanlah pikiran bahwa budaya milik kita itu kuno atau biasa-biasa saja. Jika kita mau melestarikan dan mengembangkan budaya-budaya ini, saya yakin hasilnya pasti dahsyat.

Selain kreativitas, faktor promosi juga berperan penting. Promosikanlah budaya-budaya ini ke daerah lokal dan mancanegara dengan ide-ide yang menarik dan unik. Dengan demikian budaya-budaya ini mendapat pengakuan dan tidak mudah untuk di duplikasi atau diambil oleh orang luar. Budaya kita yang melimpah ini hendaknya dirawat, jangan hanya jadi pajangan yang nantinya akan diambil oleh orang lain. Janganlah pernah bosan dalam berkreasi, lestarikanlah kebudayaan Indonesia, hidupkanlah jati diri anda sebagai bangsa Indonesia. Segalanya ada di tangan anda, semangat!

Sekian pidato dari saya. Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.