Pidato 17 Agustus Contoh Bapak Kepala Sekolah,— Dan Ibu

Bapak Kepala Sekolah,— Bapak dan Ibu Guru serta Karyawan SDN Ragunan 014 Pagi yang saya hormati. Tidak lupa untuk anak-anakku yang berbahagia yang selalu Ibu sayangi.

Assalamualaikum warrahmatullahi wa barrakhatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.

Tidak ada ucapan yang lebih indah kecuali ungkapan rasa syukur kehadirat Tuhan,..Allah SWT yang telah menganugerahkan berbagai macam kenikmatan dan kemudahan sehingga kita bisa memperingati 70 tahun Indonesia Merdeka di sekolah yang tercinta ini. Bagi sebagian anak-anakku mungkin masih bertanya-tanya,—-mengapa kita harus mengadakan upacara bendera setiap tanggal 17 Agustus,— dan bahkan bertanya-tanya kenapa di sepanjang jalan, di rumah , di kantor dan di semua tempat dikibarkan bendera Sang Merah Putih, serta banyak umbul-umbul yang beraneka warna, —-banyak kegiatan perlombaan dan sebagainya.

Anak-anakku, –itu semua adalah tanda bersuka cita seluruh bangsa Indonesia setelah tujuh puluh tahun lamanya terbebas dari belenggu penjajahan. Selama kurang lebih 350 tahun bangsa kita hidup di bawah penjajahan yang silih berganti, —tertindas, kelaparan, disiksa dan menderita beratus-ratus tahun lamanya. Perjuangan untuk membebaskan diri tidak pernah lekang,—-akhirnya setelah terjalin persatuan dan kesatuan seluruh bangsa,— setelah muncul kaum-kaum terpelajar seperti kalian,– dan atas rahmat Allah, Tuhan Yang Maha Esa—pada tanggal 17 Agustus 1945bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Anak-anakku yang Ibu sayangi, —dalam perjuangan tersebut kita dapat mencontoh nilai-nilai kepahlawanan, antara lain pantang menyerah, persatuan dan kesatuan serta mengharap ridho Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini dan seterusnya, nilai-nilai itu sangat relevan bagi kita, terutama kalian ( anak-anakku ) yang merupakan generasi penerus bangsa. Kalian harus saling menghormati, tidak membeda-bedakan dalam pergaulan hormat kepada orang tua dan gurumenghormati dan menghargai teman dalam pergaulan—agar tercipta persatuan dan kesatuan.

Anak-anakku yang Ibu sayangi, —Para Pahlawan pantang menyerah dalam meraih cita-cita Indonesia Merdeka. Kalian juga harus meneladani sikap pantang menyerah itu dalam menuntut ilmu di sekolah maupun di luar sekolah. —Ulet, tekun, dan bersabar serta berusaha sekuat tenaga untuk memahami setiap materi pembelajaran yang disampaikan oleh Bapak dan Ibu Guru sebagai bekal masa depan kalian. Jika saja Para Pahlawan tidak ulet dalam berjuang, maka tentu kemerdekaan tidak akan bisa kita nikmati pada hari ini. Kita akan tetap hidup di bawah penindasan bangsa lain. Demikian juga kalian dalam belajar,—jika tidak ulet dan tekun dalam belajar , tentu apapun yang kalian cita-citakan tidak akan mudah diraih.— Oleh karena itu anak-anakku,–Ibu berpesan,—jangan sampai kalian menyesal di kemudian hari,–persiapkanlah masa depanmu melalui belajar yang sungguh-sungguh. Kalian adalah calon-calon pemimpin masa depan, maka harus banyak berilmu, banyak pengalaman dan memiliki keterampilan yang memadahi.

Anak-anakku yang berbahagia, —selain usaha, belajar yang tekun, ulet dan bersungguh-sungguh, —jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan, menjalankan ibadah sesuai dengan agama kalian masing-masing. Ibu yakin bahwa kalian semua ingin sukses dalam meraih cita-cita. Maka kuncinya adalah kalian harus taat kepada kedua orang tua, taat kepada guru, rajin beribadah dan selalu berusaha menggali dan meningkatkan kemampuan yang kalian miliki.

Dari tahun ke tahun, pemerintah selalu meningkatkan pelayanan dalam pendidikan. Siapapun yang memiliki prestasi yang baik, akan difasilitasi untuk bisa menempuh jenjang pendidikan setinggi-tingginya. Tidak hanya di SD yang gratis,–tetapi juga di SMP, SMA, bahkan nanti di perguruan tinggi juga juga bisa gratis bagi yang berprestasi. Jadi kalian tidak perlu memikirkan—bagaimana jika orang tua tidak mampu—yang paling penting adalah jadilah anak berprestasi—nanti akan banyak kemudahan-kemudahan yang bisa kalian peroleh.

Demikian pesan Ibu, —mohon maaf jika banyak kekilafan dan terimakasih atas perhatiannya. Bilahi taufiq wal hidayahwa salamualaikum warrahmatullahi wa barrakhatuh.

loading...