Pidato Hari Kesaktian Pancasila Teks : Memperingatan

Teks Pidato : MEMPERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA

0

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia, yang berbahagia,

DI pagi yang cerah ini marilah kita bersama mencurahkan rasa ukur kepada Allah Swt, karena pada kesempatan ini kita bisa hadir berkumpul di .sini guna memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Hari ini tepatnya tanggal 1 Oktober . seluruh bangsa Indonesia tidak boleh terlupakan, bahwa setiap tanggal I Oktober merupakan hari yang penuh dengan sejarah mendambakan persatuan dan kesatuan, hidup penuh damai, adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Saudara-saudara sebangsa setanah Air Indonesia, yang kami hormati.

Kita semua telah membaca sejarah, bahwasannya partai Komunis mengadakan pemberontakan untuk memporak-porandakan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, tepatnya 30 September 1965. Memang partai Komunis Indonesia mempunyai tujuan ingin mengganti ideologi negara Pancasila i lengan ideologi Komunis. Suatu kepercayaan yang tidak mengakui adanyaTuhan Yang Maha Esa, dalam hal ini tentunya tidak sesuai dengan ideologi Pancasila, dan juga menyimpang dari ajaran agama Islam.

Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia, yang tercinta.

Tapi kita hendak bersyukur kepada Allah Swt, karena rahmat-Nya yang Maha Kuasa telah diberikan bangsa Indonesia, sehingga dengan rasa persatuan dan kesatuan ABRI bersama masyarakat akan yang setia kepada Pancasila, maka rencana yang jahat yakni PKJ bisa dihancurkan dengan waktu yang singkat dibawa pimpinan Bapak Soeharto.

Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia, yang tercinta.

Dengan demikian geromobolan PKI serta antek-anteknya hancur di tanah tercinta berkat kesiapan dan kebersatuan bangsa Indonesia. Bahkan sampai sekarang jangan sampai fahain-faham komunis tumbuh di negara Indonesia tercinta.

Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia yang tercinta,

Ternyata langkah PKI tersebut sama sekali tidak diizinkan oleh Allah, tidak diridlai-Nya, karena menyimpang dari falsafah Pancasila dan syariat Islam. Kita bangsa Indonesia haruslah mengakui, bahwasannya Pancasila itu sakti karena telah diridlai olehAllah Swt, terbukti diombang-ambingkan oleh PKI tetap sakti tidak berubah sedikitpun. Dengah,peristiwa yang begitu nyaris, maka hal ini sesuai dengan janji Allah sebagaimana yang termuat dalam firman Allah yang berbunyi

Artinya :

Katakanlah hai Muhammad Bahwa yang benar (haq) itu telah datang dan yang bathil itu telah lenyap. Sesungguh-nya yang bathil itu pasti lenyap.

Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia, yang berbahagia..

Kita harus yakin atas janji Allah tersebut, akan tetapi kita harus berusahaa dengan usaha tersebut, tidak boleh hanya mengandalkan, dalam hal menghabisi PKI. Tanpa adanya kesiapan dan kebersatuan ABRI, masyarakat yang setia dengan Pancasila, maka jangan berharap menjadi reahta seperti sekarang ini, yakni PKI terkikis habis dari bumi Indonesia.

Demikian yang dapat saya sampaikan dalam pidato pada peringatan hari Kesaktian Pancasila. Mudah-mudahan Pancasila tetap kokoh untuk selamanya, Mudah-mudahan bangsa, Indonesia telap jaya selamanya dengan falsafah Pancasila. Kurang lebihnya pembicaraan kami mohon maaf. Wassalamualaikum W.ii ahmatullahi Wabarakaatuh.

Selamat pagi saudara-saudara,

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang tercinta. Di pagi yang cerah ini, marilah kita bersama-sama menyanjungkan rasa puja dan puji  syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena pada detik ini kita bias berkumpul di sekolah yang kita cintai ini. Di sini saya akan menyampaikan pidati yang bertema Cinta Bangsa Indonesia.

Pagi hari ini tepatnya tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia secara serentakmemperingati hari yang penuh dengan sejarah, yaitu Hari Kesaktian Pancasila. Kita sebagai bangsa Indonesia wajib mengingat hari bersejarah ini.

Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang penting, apalagi di era globalisasi sekarang ini, sehingga perlu dilestarikan karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kepribadian bangsa yang luhur. Namun pada kenyataannya, zaman sekarang ini, Pancasila sungguh sulit diimplementasikan. Hal tersebut dikarenakan kita sebagai bangsa IndonesiaIndonesia. Lalu apa hubungan Pancasila dengan Cinta Bangsa Indonesia ? tidak terlalu paham apa makna nilai Pancasila sebenarnya dalam kehidupam sehari-hari. Pancasila merupakan kumpulan nilai-nilai kehidupan bangsa dan dirumuskan menjadi bangsa negara dan pandangan hidup bangsa. Pancasila disusun berdasarkan pedoman atau gambaran dan dijadikan tujuan hidup bangsa

Cinta Bangsa Indonesia merupakan sikap merasa memiliki, bangga dan berusaha menjaga apapun kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Hal tersebut terdapat dalam Pancasila yang merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa yang diyakini kebenarannya. Nilai-nilai dasar Pancasila terdiri atas nilai-nilai dasar manusia yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Setiap warga Negara hendaknya memiliki kesadaran tentang nilai-nilai Pancasila dan kebenarannya serta sungguh-sunggu mengamalkan sehingga Pancasila tetap hidup menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Seperti dalam sila ke-3 bahwa kita harus sanggup dan rela berkorban utuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan, serta mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa. Pada sila ke-2 bahwa kita harus mengembangkan sikap saling mencintai sesame manusia dan mengembangkan sikap hormat-menghormati dan kerjasama dengan bangsa lain.

Sebagai peserta didik kita tidak perlu berperang ataupun melakukan perjuangan yang dilakukan para pahlawan. Kita hanya perlu berperan sesuai dengan keadaan bangsa Indonesia saat ini, seperti belajar sungguh-sungguh, mengembangkan sikap toleransi antarwarga negara yang beraneka raga mini, berlatih disiplin pada saat pelaksanaan upacara bendera serta mengisi tiap-tiap kemerdekaan dengan prestasi yang membanggakan bangsa serta menjaga budaya Indonesia agar tetap lestari. Pancasila merupakan kekayaan, harta karun yang harus digali dan diterapkan nilai-nilainya. Oleh karena itu, marilah kita sebagai siswa dan warga negara Indonesia, cintailah bangsa kita, cintailah ideologinya, cintailah juga budayanya. Hidup Indonesia!

Demikian pidato saya dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Kurang lebihnya saya mohon maaf.

Selamat pagi semuanya.