Pidato Ku Contoh Naskah Sambutan

SAMBUTAN

KETUA UMUM DHARMA WANITA PERSATUAN

PADA HARI ULANG TAHUN KE 14 DHARMA WANITA PERSATUAN

TAHUN 2013

Yang terhormat,

Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan

Yang kami hormati,

Para Penasihat Dharma Wanita Persatuan,

Para Ketua dan Pengurus DWP IPP, DWP Provinsi, serta

Seluruh Anggota Dharma Wanita Persatuan yang kami cintai

Hadirin yang kami muliakan

Assalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Sejahtera

Marilah kita panjatkan puji syukur ke Hadirat Allah SWT atas Karunia dan Rahmat-Nya, Dharma Wanita Persatuan dapat merayakan ulang tahun yang ke-14 pada tanggal 7 Desember 2013.

Kilas balik, dimulai dari cikal bakal Dharma Wanita yang dibentuk pada tahun 1974 menjadi DWP tetap berupaya berkiprah sesuai dengan visi dan misi organisasi untuk menyejahterakan PNS beserta keluarga, serta masyarakat bangsa Indonesia pada umumnya.

Selama 68 tahun kita mengalami kemerdekaan, tata kelola pemerintahan telah berada ditangan bangsa kita sendiri. Supaya lebih berkonsentrasi terhadap kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat yang majemuk serta menyesuaikan dengan kondisi geografis Nusantara, pemerintah pusat mengeluarkan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Hasil dari tata kelola tersebut, saat ini Indonesia mempunyai 34 provinsi, ditambah dengan pemekaran kabupaten/kota di beberapa provinsi. Namun, hasil penelitian LSM menunjukkan masih banyak kelemahan yang dilakukan oleh pengelola pemerintahan, sehingga cita-cita bangsa yang diinginkan sesuai UUD 1945 pasal 31 ayat 2, belum tercapai.

Sebagai antisipasi, isteri PNS yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan, Dharma Wanita Persatuan sesuai visi dan misinya melakukan kemitraan kerjasama. DWP bisa menjadi ujung tombak untuk mengimplementasikan program pemerintah di masyarakat. DWP telah menunjukkan keberhasilan serta kejujuran dengan bekerja tanpa pamrih, semata-mata adalah kepuasan batin dan berdampak positif bagi kinerja PNS sebagai abdi pemerintah.

Kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dilakukan oleh DWP dan siapa mitra kerjanya? DWP Pusat telah membuat MoU dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta, terkait dengan program yang dapat dilaksanakan. Beberapa yang dapat kami contohkan dan telah dilaksanakan antara lain:

Bidang Pendidikan dengan Kementerian Pendidikan dan Budaya RI melalui program pendidikan formal dengan kegiatan-kegiatan penanganan anak-anak usia dini (PAUD) meliputi pembinaan TK dan guru-guru TK, Penitipan Anak (TPA) Terpadu dan Pendidikan Menengah Universal bagi anak-anak yang telah lulus SMP. Sedangkan untuk pendidikan informal, khusus bagi ibu-ibu anggota/non anggota, DWP bekerjasama dengan Kemdikbud dan Kemnakertrans melaksanakan beberapa kegiatan kursus.

Bidang Ekonomi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan pelatihan-pelatihan pengolahan hasil perikanan dan pelatihan budidaya ikan konsumsi/non konsumsi. Sedangkan pelatihan-pelatihan kewirausahaan, permodalan dan manajemen usaha dilakukan bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan UKM Centre UI.

Sementara untuk menunjang permodalan bagi usaha-usaha tersebut, anggota dapat meminjam uang dari koperasi yang ada di lingkungan DWP masing-masing.

Bidang Sosial Budaya dengan Kementerian Kesehatan melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); bersama LSM serta organisasi lain diberi kesempatan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. DWP mengambil ruang laktasi dan kawasan tanpa rokok sebagai pilihan yang strategis.

Mengapa DWP mengambil poin PHBS?

Berbicara pemberian laktasi berarti kita berbicara mengenai sumberdaya manusia masa mendatang. Kita memerlukan SDM yang cerdas dan tangguh, kita memerlukan populasi yang berkualitas. Negara kita adalah negara kelautan dan negara agraris yang terdiri dari 17.000 kepulauan dan terletak di garis khatulistiwa.

Pangan bukan merupakan masalah bagi penduduk, karena penduduk seharusnya mendapatkan kecukupan pangan. Ketahanan pangan perlu diutamakan, dengan membuat desa menjadi desa industri yang akan membuat penduduk setempat tidak melakukan urbanisasi, dengan harapan penduduk tersebut mendapatkan penambahan pendapatan secara domestik. Kita dapat mendidik kaum perempuan menjadi ibu yang berpengetahuan dan mengerti akan pentingnya nutrisi bagi anak-anak mereka. Hal ini menjadi awal perubahan kualitas kehidupan keluarga. Dimulai dengan ibu mengerti tentang pengetahuan gizi sebelum dan saat kehamilan serta mempunyai pengetahuan pasca melahirkan sejak ASI sampai anak berusia 1000 hari.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal melalui Bidang Organisasi melaksanakan konsolidasi organisasi utamanya mempersiapkan kader-kader untuk melanjutkan masa bakti berikut, antara lain dengan program Capacity Building bagi Pengurus/anggota DWP dari seluruh tingkat kepengurusan, bekerjasama dengan pihak swasta.

Dalam perjalanan hidup, setiap manusia berjuang untuk meningkatkan kualitas kehidupannya seringkali berbenturan dengan kebutuhan ekonomi. Di samping itu di dunia perdagangan seringkali terjadi pertentangan antara memperoleh keuntungan dan imbangan akibat negatif kepada manusia kembali, perlu menjadi pertimbangan kita sebagai masyarakat. Salah satunya adalah masalah rokok. Rokok jelas menyebabkan sukarnya seseorang perokok melepaskan diri dari kecanduan merokok. Sayangnya disatu sisi, perdagangan sering melupakan moral dalam meraup keuntungan semata.

Anak muda kita sudah mengenal rokok dimulai sejak usia sangat dini dan ketergantungan mereka terhadap rokok akan terlihat sampai usia lanjut. Suatu perdagangan yang menguntungkan, tetapi merugikan bangsa kita melalui lemahnya sumberdaya manusia. Dapat dilihat bahwa kebutuhan konsumtif setelah beras, baik di kota maupun di desa, adalah pembelian rokok sehingga kesehatan keluarga bukan lagi merupakan prioritas keluarga. Merokok akan menyebabkan kerugian di bidang kesehatan, yaitu biaya pengobatan penyakit akibat rokok sungguh luar biasa. WHO telah mencanangkan upaya-upaya untuk mencegah penyakit tak menular, penyakit kardiovaskular, kencing manis, kanker dan obstruksi pernafasan.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang peduli akan kesehatan, perlu dilakukan usaha untuk mencegah agar anak-anak kita tidak memulai merokok sejak usia dini. Hal ini perlu didukung dengan membuat kawasan tanpa rokok; juga untuk melindungi perokok pasif, salah satunya adalah bagi kaum perempuan yang sedang hamil.

Kita semua memerlukan udara bersih dengan membuat lingkungan yang asri. Di negara kita telah mulai membuat KTR ditempat-tempat umum dan alangkah baiknya bila hal ini diperluas sehingga kita semua berhak pula untuk mendapat udara yang bersih dan terhindar dari polusi.

Kiranya anggota DWP dapat memahami dan dapat meluaskan pengetahuan ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga membuat perempuan Indonesia berpengetahuan dan membuat anak-anak kita menjadi anak yang cerdas dan menjadi generasi bangsa yang tangguh.

Harapan kami apa yang kami paparkan diatas dapat dilakukan oleh seluruh jajaran DWP baik didalam maupun diluar negeri, bekerjasama baik dengan instansi pemerintah setempat maupun swasta. Hal ini berguna untuk membuka wawasan bagi anggota DWP untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan sehingga kualitas keluarga semangkin meningkat. Untuk itu pada kesempatan ini, kami serukan kepada seluruh anggota DWP dimanapun berada mari tingkatkan kinerja kita untuk menyambut pembangunan berkelanjutan.

Terimakasih,

Dirgahayu Dharma Wanita Persatuan

Wassalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 7 Desember 2013

Ketua Umum,

Ny. Nila F. Moeloek

5