Pidato Semua Orang Tentunya Mendambakan Bahagia Dunia

Assalaamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh..

marilah terlebih dahulu menyanjungkan puja dan puji syukur kehadirat Allah swt., karena dengan limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya sampai saat ini kita masih ditakdirkan oleh Allah swt menjadi orang iman dan Islam. Mudah-mudahan nikmat iman dan isalm ini benar-benar kita miliki sampi akhir hayat kita.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada nabi besar Muhamad saw., karena beliaulah yang memperjuangkan Islam sampai ke penjuru pelosok dunia, sehigga kita dapat membedakan perkara haq dan yang bathil, sehinggga menjadi muslim, berkat hidayh Allah swt semoga kita termasuk umat beliau saw yang setia mengikuti ajarannya.

Hadirin sekalian yang kami hormati.

tema kultum hari ini Hakikat ikhlas dalam beribadah

Semua orang tentunya mendambakan bahagia dunia akhirat, dan untuk menempuh jalan bahagia tidak hanya ditempuh dengan santai, bersenang-senang, penuh dengan hura-hura, dan berbagai hal yang melanggar syariat Islam, akan tetapi haruslah ditempuh dengan jalan ibadah yang dilakukan sesuai dengan yang ditentukan oleh Allah SWT, baik dalam Al-Quran, maupun sunnah Nabi saw. Untuk itu kita berusaha menghindar dari segala yang menyimpang dari syariat Islam.

Kita semua telah sadar dan mengetahui, bahwasannya Allah menciptakan manusia hanyalah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya secara benar dan ikhlas. Namun sayang seribu sayang ada sebagian hamba Allah yang dalam hidupnya menyimpang dari syariat Islam. Mereka merasa enggan beribadah kepada Allah. Bahkan kadang sebagian hamba Allah yang beribadah kepada Allah, akan tetapi salah alamat dan tujuan. Mereka mencari tujuan yang keliru, di samping mencari ridha Allah juga mereka ingin mencari keridloan manusia, ingin disanjung, dipuji, dan juga ingin dia menjadi orang yang popularitas. Bila hal semacam ini terdapat pada diri orang yang beriman, maka kita harus secepatnya sadar dan mengetahui, bahwasannya seseorang beribadah harus ikhlas semata-mata murni dan ditujukan mengharap ridha Allah swt.

Ketahuilah, bahwasannya ibadah yang hanya diterima oleh Allah hanyalah semata mengharap ridha-Nya dan harus didasari dengan rasa ikhlas. Ikhlas berarti melakukan berbagai macam kebaikan hanya mencari ridha Allah dan sesuai dengan syariat Islam. Ibadah yang dilakukan tidak didasari dengan ikhlas, makan sia-sia.

Melaksanakan ibadah yang didasari dengan hati yang ikhlas, maka hakekatnya adalah mengerjakan segala kebaikan yang tidak ingin dilihat, diketahui, apalagi dipamerkan kepada orang lain. Marilah kita menjauhkan perbuatan riya karena perbuatan tersebut bisa menghancurkan amalan kita yang pada akhirnya akan sia-sia. Dalam hal ini Nabi saw bersabda:

Empat macam tanda  orang yang riya / ciri yang tidak ikhlas karena Allah SWT, yaitu:

Malas ketika sedang sendirian

Sangat tangkas/ giat dihadapan orang banyak

Amal ibadahnya meningkat ketika dipuji

Menurun ketika perilaku / ibadah dicela.

Untuk itu bagi orang-orang beriman haruslah mengetahui bahwa keempat macam sifat itu akan menjerumuskan manusia kepada jalan kehancuran, yakni siksa neraka. Bila dalam hati seorang beriman dihinggap penyakit riya, maka secepat mungkin diobati, jangan sampai berlarut-larut dalam diri kita.

Demikianlah sekilas yang bisa kami sampaikan tentang hakikat ikhlas dalam ibadah, dengan harapan agar segala kebaikan kita senantiasa diterima Allah swt. Dan mudah-mudahan pula kita dilindungi dari perbuatan riya yang berakibat merusak amal kebaikan.

Kurang lebihnyah kami mohon maaf.

Billahit taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.