Pidato.docx Pidato Samuel R S / 22 Xii Ipa 4

Samuel R S / 22 / XII IPA 4

Assalamu’alaikum wr.wb.

Selamat siang

Yang saya hormati bapak dan ibu guru juga teman-teman XII IPA 4 yang saya cintai. Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan rahmat-Nya kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di ruangan ini dengan selamat.

Dalam kesempatan ini saya hendak menyampaikan sedikit pidato dengan topik Membangun Semangat Optimisme. Di dalam diri kita kadang muncul rasa pesimis kemudian tumbuh rasa optimis. Kadang silih berganti. "Sudahlah! Jangan ngoyo, kita tidak akan berhasil!" Kata-kata seperti ini mungkin pernah kita dengar pada saat orang atau kelompok orang menyusun rencana dan target kerja.

Ada dua kemungkinan mengapa kata-kata ini keluar dari mulut seseorang. Pertama, rencana yang dibuat memang tak realistis. Kedua, ada orang yang selalu memandang berat setiap masalah. Alasan kedua inilah yang biasa disebut sebagai sikap pesimis.

Sikap pesimis merupakan halangan utama bagi seseorang untuk menerima tantangan. Orang yang telah terjangkiti virus pesimis selalu merasa hidupnya penuh dengan kesulitan. Ia selalu berada dalam ketidakberdayaan menghadapi masa depan. Pesimis ternyata tidak ada manfaatnya buat kita karena itu kita perlu menjadikan diri kita selalu optimis. Ada bebarapa hal yang mungkin dilakukan untuk membangun kembali optimisme kita:

Temukan hal-hal positif dari pengalaman masa lalu, sepahit apapun pengalaman itu. Dalam kegagalan, sekalipun masih ada keberhasilan-keberhasilan kecil yang terselip, cobalah temukan keberhasilan itu dan syukuri keberadaannya.

Bertawakal kepada Tuhan. Menyadari adanya satu kekuatan yang dapat menolong kita di saat kita menghadapi rintangan merupakan modal dasar yang cukup ampuh dalam membangun optimisme. Bertawakal tentu harus dilakukan bersamaan dengan upaya kita memperbaiki target dan strategi pencapaiannya.

Langkah terakhir kita perlu merubah pandangan kita terhadap diri sendiri dan kegagalan. Kita perlu lebih sayang dan menghargai diri sendiri. Jangan kita terus menerus mengejek diri sendiri. Aku ini orang bodoh, tak bisa apa apa. Ini bukanlah sikap merendah, tapi merupakan sikap ingkar terhadap kelebihan yang telah Tuhan karunikan kepada kita.

Teman teman yang saya banggakan.

diibaratkan orang pesimis akan mengeluh kepada Tuhan karena menaruhkan duri di sekeliling mawar, sementara orang optimis memuji Tuhan karena meletakkan mawar di tengah-tengah duri tersebut. Untuk itu mari kita ubah cara pandang serta sikap kita dari pesimis menjadi sikap optimis agar terwujud segala cita-cita kita di masa depan nanti, amin.

Demikian yang dapat saya sampaikan apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dalam pidato ini saya mohon maaf.

Wassalamu ‘Alaikum wr. wb.