Pidato : Yang Terhormat Bapak Kepala Sekolah SMAN 1

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah SMAN 1 Garawangi.

Yang terhormat Bapak dan Ibu Guru beserta staf pengurus Sekolah SMAN 1 Garawangi.

Para hadirin, saudara-saudara, dan teman-teman seperjuangan yang saya cintai dan saya banggakan.

Assalamualaikum WR.WB

Bapak, Ibu, dan Para hadirin, sebelum saya memulai pidato pendidikan tentang bagaiman sukses dan bahagia ini, marilah kita panjatkan puji sukur ke hadirat Allah SWT, atas semua anugrah dari-nya, terutama anugrah dalam pendidikan.

Solawat dan salam kita haturkan pada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, yang karena pendidikan dari beliau memberi pencerahan untuk sukses dan menjelaskan bagaimana bahagia yang sebenarnya.

Para hadirin dan saudara skalian yang berbahagia.

Semua orang mengejar sukses dan bahagia. Ketika orang yang bekerja keras dari pagi hingga larut malam ditanya, ia menjawab, agar sukses dan bahagia. Ketika ada suami yang rela meninggalkan istrinya berbulan-bulan ke luar pulau ditanya, ia juga menjawab, agar nantinya bisa sukses dan bahagia.

Yahya bin Muadz ar-Razi pernah memberikan nasihat tentang kunci sukses dan bahagia. Sungguh beruntung, kata Ar-Razi, orang yang meninggalkan harta sebelum harta meninggalkannya, membangun kuburan sebelum ia memasukinya, dan membuat ridha Tuhannya sebelum ia menemuinya.

Nasihat Ar-Razi ini begitu dalam, dan patut menjadi bahan renungan untuk mengevaluasi langkah-langkah kita selama ini. Mulai dari tujuan akhir. Yakni sukses dan bahagia yang hakiki. Sukses sebagai hambaNya yang berujung surga, bahagia selamanya berada di tempat kembali yang sangat mulia. Dan karena kebahagiaan itulah yang hakiki, ia pun mulai terasa sejak di dunia ini.

Para hadirin yang saya hormati, ada sebuah pendidikan dari pepatah mengatakan Meninggalkan harta sebelum harta meninggalkan kita, Artinya bukanlah menjauhi harta atau tidak berusaha untuk kaya. Bukan, bukan demikian. Namun maknanya adalah zuhud; meletakkan harta di tangan, bukan membiarkannya berkuasa di hati. Mendapatkan harta, lalu memanfaatkannya untuk beribadah, berinfaq, berjihad dan berdakwah. Meninggalkan harta sebelum harta meninggalkan kita, artinya kita membelanjakan harta di jalan Allah sebelum harta itu lenyap dari kita. Apa yang kita infakkan itulah sebenarnya harta kita. Seberapa harta yang kita salurkan untuk amal kebajikan dan membantu sesama, itulah nilai kemanfaatan harta kita. Maka dalam Islam, tidaklah penting seberapa orang itu kaya, tetapi yang penting adalah seberapa besar kemanfaatan kekayaannya untuk Islam. Makanya ada sahabat yang kaya dan ada sahabat yang tidak punya. Allah tak pernah mencela keduanya.

Terdapat korelasi yang positif antara memberi/berbagi dengan perasaan bahagia. Penelitian menunjukkan hal itu. Sungguh sebuah kabar gembira di dunia sebelum sukses dan bahagia abadi di akhirat nanti.

Para hadirin yg berbahagia, Belajarlah makna Membangun kubur sebelum memasukinya. Manusia pernah hidup di alam rahim selama sekitar Sembilan bulan. Lalu rata-rata orang hidup di alam dunia selama sekitar 60 tahun. Setelah itu ia berada di alam kubur. Lamanya bisa bermacam-macam, terbentang sejak kematiannya hingga kiamat tiba. Mereka yang meninggal pada tahun 1012, misalnya. Berarti telah menghuni alam kubur selama 1000 tahun.

Alam kubur yang demikian panjang masanya haruslah disiapkan bekal sejak dini di dunia. Itulah makna membangun kubur sebelum memasukinya. Menyiapkan bekal untuk perjalanan yang sangat lama. Bekalnya tak lain adalah ketaatan dan amal shalih. Saat seseorang menyiapkan diri membangun kubur dengan ibadah dan kebaikan, ia telah sadar bahwa ke sana ia menuju; cepat atau lambat. Ia yakin kapan saja Allah bisa memanggil dan karenanya ia siap. Kesiapan menghadapi kematian membuat orang merasa ringan menghadapi ujian dan rintangan dalam kehidupan. Ini karena, apapun yang dihadapi dalam hidup ini ujian, sakit, cobaan, musibah- ia tak lebih hebat dari kematian yang telah bisa disadarinya. Maka orang yang menyiapkan kubur, ia tak mudah stress, tak mudah tertekan, tak mudah depresi. Sebaliknya, ia lebih mudah untuk bahagia.

Para hadirin, buatlah ridha Tuhan sebelum menemuinya. Segala aktifitas dan pilihan hidup yang dijalani seseorang yang telah memegang kunci ini akan selalu diorientasikan pada keridhaan Ilahi. Apa yang ia jalani, apa yang ia alami, senantiasa dievaluasi dengan pertanyaan: Apakah Allah meridhai ini? Dengan orientasi ridha Ilahi, seseorang tak lagi disibukkan dengan berbagai penilaian orang yang bermacam-macam. Yang penting Allah ridha, yang penting ia berada di jalan yang benar. Biarlah satu dua orang tak suka. Ia takkan dipusingkan dengan cela atu puji, apalagi sekedar menuruti gengsi. Dengan demikian hati lebih damai, hidupnya lebih bahagia

Renungilah dari apa yang kita peloreh dalam pendidikan kita, ketika dunia memberi kita sejuta alasan unruk menangis, yakinlah jika tuhan mempunyai sejuta jawaban untuk tersenyum bahagian dan sukses itu bukanlah mimpi, selama kita mau terus berjalan untuk mimpi itu. Ada sebuah pendidikan dari pepatah yang mengatakan tak penting seberapa besar mimpi kita tapi seberapa besar kiat untuk mimpi kita, Semoga melalui pidato pendidikan ini bisa menjadikan momentum bagi anda untuk meraih apa yang mereka sebut sukses dan bahagia. Amin..

Demikian pidato tentang sukses dan bahagia ini saya sampaikan, saya akhiri dengan kata

Wassalamualaikum WR.WB.

Qvae mngucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda pada postingan contoh naskah pidato pendidikan tentang pendidikan untuk sukses dan bahagia ini. Semoga kunjungan anda pada contoh naskah pidato pendidikan tentang sukses dan bahagia ini bisa bermanfaat. Amin.

Sebelum anda berlalu anda bisa menyimak beberapa contoh pidato pendidikan yang lain, ataupun contoh pidato agama juga contoh pidato motivasi. Terima kasih.

Read more: http://qvae.blogspot.com/2012/04/contoh-pidato-pendidikan-pendidikan.html#ixzz1sBTeuVl6

Leave a Reply