PIDATO GAYO Qw : OLEHLIA DIANA

Assalamualaikum WR.WB.

Alhamdulillah Alhamdulillah hirabil alamin,wasalatu waalaalihi wasahbihi ajmain walhamdulillah hirabil alamin.

Puja dan puji syukur,marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT,yang dengan limpahan rahmat dan nikmatnya kepada kita semua,yang mengatur putaran waktu dari hari ke hari,dari bulan berganti bulan,dan tahun berganti tahun.Sehingga tak terasa kini kita dalam keadaan sehat wal afiat.Kita masih di beri umur panjang sebagai suatu nikmat Allah yang tidak ternilai harganya untuk kita syukuri.

Cara kita mensyukuri usia panjang kita di tahun ini,sudah barang tentu dengan membuat neraca kehidupan secara jujur dengan berintropeksi atas kekurangan dan prestasi yang kita capai pada tahun yang lalu,kita meninjau kebelakang dan melihat ke depan.

Dalam rangka melakukan intropeksi itu,pada tempatnya lah kita renungkan rangkaian-rangkaian hadist Rasulullah.Agar kita membandingkan tahap-tahap,jarak-jarak,angka-angka dari masa ke masa.Dari masa kanak-kanak ke masa remaja,dari masa remaja ke dewasa,dan dari dewasa ke masa tua.Sebagai tonggak-tonggak batu yang dapat berbicara sendiri.

Saya berdiri di hadapan teman-teman semua,ingin berbagi informasi tentang bagaimana kita menggagas perdamaian di tanah gayo tecinta ini. Imam Al-Ghajali seorang filosof islam yang terkenal,mengibararkan manusia yang menempuh kehidupan ini seperti seorang yang sedang berlayar mengarungi lautan.Pantai pertama yang di tinggalkannya adalah perut ibunya,sedang tepi terakhir dimana ia harus mendarat ialah lubang kuburnya,ia berjuang dipukul oleh gelombang dan badai,kadang-kadang tergoyang di celah-celah ombak yang menghepas dalam suasana harap dan cemas,tapi berdayung dan berjuang terus agar perahu tidak tenggelam.

Leave a Reply