Blogbintang.com Pidatokorupsi : EBook Pidato Korupsi

eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com



KUMPULAN PIDATO KORUPSI

eBook ini Disediakan Oleh…


BLOGBINTANG.COM

(Blog NO:1 di Indonesia versi United Blogging Freedom dan Sunlight
Believe Foundation Selama 5 Tahun Berturut-turut)

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
Assalamualaikum wr.wb
Terimakasih kepada Bapak Munarman Ketua Badan Pengurus YLBHI, dan Bapak Abdurahman
Saleh Jaksa Agung Republik Indonesia atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk
menjadi pasukan perang anti korupsi Indonesia. Bersenjatakan ide dan solusi, generasi muda
ini, mencoba mengisi peran untuk mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia yang kedua kali.
Lawannya bukanlah Kolonial penjajah, melainkan penjarah Rp166,5 triliun dan US 62,7 juta
selama kurun 1999-2003, yang ironisnya dilakukan oleh penjarah uang rakyat yang mengatas
namakan rakyat. Hal ini terungkap dalam laporan Ketua BPK Satrio Budihardjo Judono di
depan anggota Majelis Permusyaratan Rakyat dalam sidang umum di gedung MPR/DPR
Jakarta, Kamis (23/9).
Bukan itu saja korupsi yang memakan 30% dari anggaran total negara (belum termasuk
semua "mark up biaya" dan gaji-gaji pegawai negeri yang tidak produktif), dan alokasi anggaran
negara untuk pendidikan yang hanya 5%, bagaimana pendidikan dan negara Indonesia dapat
terus exist, apa lagi maju?. Sayalah hasilnya, generasi yang lahir dengan perampasan hak
intelektual yang harusnya mendapatkan pendidikan yang bermutu dengan anggaran 25% untuk
pendidikan harus menanggungnya. Wajarkah bila bunga bangsa ini layu karena siraman air dan
pupuknya di korup ? Wajarkah bila tunas muda ini tak peduli karena tak mampu menanggung
beban hutang yang harus diemban walau bukan aku sang pelaku?

Sudah, jangan hanya memaparkan segala masalah atau mencari siapa yang salah. Sebab
tugas kita adalah bagaimana mengatasi masalah dengan indah. Suka tidak suka estafet negara
ini akan menghampiri. Waktu takkan kembali, detik takkan berhenti. Kita harus siap sejak dini
dan berperang melawan korupsi. Berperang dengan bersikap jujur, tidak korupsi di masyarakat
maupun di sekolah. Tidak menyontek, tidak menyuap guru, tidak memanipulasi nilai serta
tindakan yang menjadi bibit praktek korupsi kolusi dan nepotisme.

Pemuda bisa apa di hadapan penguasa ? Belum cukup umur untuk mengatur. Hanya mampu
sekedar saran walau kalau diterapkan akan berkadar emas. Solusi korupsi ini bukti bahwa saya
pemuda, peduli dengan korupsi. Inilah solusinya menurut saya.
Kontrol sosial dari masyarakat, yang menyadari bahwa perbuatan korupsi merugikan
semua orang, dan korupsi uang negara adalah perbuatan jahat yang direncanakan dan
menyengsarakan rakyat. Bahwa koruptor itu berjuta kali lebih jahat dan kejam dari segala
perbuatan kriminal lainnya. Dan perbuatan korupsi adalah perbuatan manusia bejat serta tidak
bermor
Sistem hukum yang berlaku, seharusnya dalam pelaksanaan sistem hukum negara kita jangan
ada perbedaan perlakuan dalam bentuk apapun dan terhadap siapapun, kalau maling ayam
tertangkap masuk tahanan, sang pejabat yang ada bukti awal korupsi juga seharusnya segera
dimasukkan dalam tahanan. Pelaku kriminal lainnya hanya boleh dibesuk pada jam dan waktu
yang telah ditentukan, sang koruptor harusnya juga diperlakukan sama. Seringkali pihak aparat
penegak hukumnya seolah-olah kalah wibawa dengan sang koruptor, jelas ini masalah moral
dan mental yang perlu segera dibenahi. Negara juga harus tegas kepada para koruptor, kalau
perlu berlakukan hukuman mati atau potong tangan sebagai pembelajaran untuk pemuda yang
mencari teladan
Seleksi penerimaan Pegawai Negeri, Cara penerimaan pegawai negeri yang sampai hari ini
tidak jelas ujung pangkalnya perlu sesegera mungkin dibenahi, dan dengan prinsip dasar
transparan. Sehingga jelas apa dasar dan alasan seseorang diterima menjadi pegawai negeri,
juga pengangkatan pejabat yang sampai hari ini masih kacau balau.
Undang-undang korupsi, yang berlaku saat ini, terlampau banyak celah dan kelemahan yang
dapat dimanfaatkan oleh koruptor. Berlakukan undang-undang korupsi pembuktian terbalik
dengan tambahan bahwa yang dapat dijerat dengan undang-undang ini termasuk keluarga
sang pejabat.
BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
Saluran terbuka untuk masyarakat, seringkali masyarakat mengetahui tentang adanya
perbuatan korupsi, tetapi tidak tahu harus melapor kemana dan kepada siapa, juga ketakutan
akan dijadikan saksi yang bakal merepotkan dirinya, perlu dipikirkan agar adanya akses
langsung dari masyarakat luas kepada pihak yang betul-betul dapat menjamin dan melindungi
pelapor, juga menindak lanjuti laporan tersebut, sehingga tidak menciptakan sikap masa bodoh
dari masyarakat, seperti yang terjadi saat ini.

Sistem pendidikan, mungkin dapat dirancang untuk dimasukkan dalam kurikulum pendidikan
mulai setingkat SLTP, yang menanamkan kepada anak didik tentang hak dan kewajiban warga
negara atas negaranya, juga menanamkan rasa memiliki negara ini, dengan mengajarkan
apa sebenarnya yang dimaksud dengan korupsi, akibatnya, dan rasa kebenciannya terhadap
korupsi, sehingga anak-anak koruptor tidak dengan leluasa lagi mendikte sekolahnya,
di sekolah-sekolah favorit tertentu, secara tidak langsung, anak-anak koruptor seringkali
memberikan contoh dan image yang tidak baik terhadap kawan-kawannya, dan akan
berpengaruh di jiwa seorang anak-anak lainnya di kemudian hari. Lihatlah anak-anak koruptor
yang baru bersekolah di SLTP, dengan bangganya mengendarai mobil hasil dari korupsi
orangtuanya yang berharga ratusan juta rupiah ke sekolah.

Kejaksaan Agung, Polri dan lembaga pengawasan keuangan di pemerintahan juga harus
dibenahi sebagai langkah awal untuk mengatasi korupsi. Sebaik apapun sistem, ide serta
banyaknya undang-undang akan percuma jika Kejaksaan Agung, Polri dan lembaga
pengawasan keuangan di pemerintahan bisa dibeli alias korupsi juga.

Pemberantasan korupsi tidaklah mudah namun bukanlah suatu hal yang mustahil. Harus ada
peran serta dari seluruh masyarakat terutama pemuda untuk perang mengatasi korupsi. Intinya
pada diri, individu yang baik akan menciptakan masyarakat yang jujur dan masyarakat yang
jujur akan melahirkan negara yang bebas dari korupsi.
Pemuda harus sadar akan hak-haknya yang telah dicuri oleh para koruptor. Hingga mampu
mensosialisasikan perang terhadap para pencuri berdasi, dan kita pemuda bisa mengubah
negara ini dengan hati nurani serta bukti, bahwa kita pelajar anti korupsiPemuda bisa apa yang
kau lakukan? Tak punya daya di hadapan penguasa. Terlalu banyak solusi mengatasi korupsi
namun hasilnya tetap saja. Semua terasa karena cara. Jangan terlalu mengawang-awang.
Lakukan langkah nyata dan yang kita bisa. Mulailah dari diri sendiri dan sekarang, dengan
menjadi generasi anti korupsi, lalu songsonglah Indonesia bebas korupsi.

Pemuda bunga bangsa, peran kita harus nyata berperang terhadap korupsi dengan
mensosialisasikan bahaya dan gerakan anti korupsi serta bukti bahwa kita pelajar bebas dari
korupsi dan tindakan sejenisnya, lalu tularkan kemasyarakat dan pada saatnya kita akan
menjadikan Indonesia menjadi negara bebas korupsi. Masa depan negeri ini bergantung pada
kemauan masyarakatnya dan peran pemuda mengubah diri.

Demikian pidato saya, seorang pelajar yang masih harus banyak belajar. Saya harap
pidato ini tidak hanya menjadi kata tanpa makna, semoga berguna. Jangan lihat siapa yang
menyampaikan tapi lihatlah apa yang disampaikan.Sekian dan terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
Naskah Pidato Korupsi |Perubahan Harus Dimulai Dari Sekarang

Assalaamualaikum wr wb.

Selamat siang saudara, salam sejahtera bagi kita semua yang hadir dalam kesempatan yang
berbahagia ini.

Pertama-tama, mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robbi, karena berkat rahmat
dan karunianya lah kita dapat berkumpul dalam acara ini.

Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada
Bapak Gubernur Jawa Barat dan Bapak Ketua KPK,
serta pemerintah pada umumnya,
Yang telah memberikan penghargaan yang begitu berarti ini kepada saya.

Tak pernah saya menyangka sebelumnya akan mendapatkan penghargaan yang luar biasa
dari negara ini. Namun, ini semua semata-mata bukanlah hasil dari usaha saya pribadi, akan
tetapi penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras saya bersama rekan-rekan yang
mendedikasikan dirinya bagi perjuangan melawan korupsi di negeri Indonesia tercinta ini. Bagi
kami, perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan tanpa akhir, proses pembentukan suatu
bangsa yang mapan, terbuka, dan selalu ada kejujuran dalam dada masyarakatnya, suatu
bangsa yang entah kapan benar-benar menjadi kenyataan.

Sebelum kita mengenal lebih jauh mengenai korupsi, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu
arti dari kata korupsi itu sendiri. Korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus.
Corruptio berasal dari kata corrumpere, suatu kata latin yang lebih tua. Dari bahasa latin
itulah turun ke banyak bahasa Eropa seperti Inggris yaitu corruption, corrupt; Perancis yaitu
corruption; dan Belanda yaitu corruptie, korruptie. Dari bahasa Belanda inilah kata itu turun ke
bahasa Indonesia menjadi korupsi (Andi Hamzah, 2005:4). Dalam Kamus Bahasa Indonesia,
1991, korupsi berarti busuk; palsu; suap. Akan tetapi, saya lebih setuju dengan arti kata korupsi
dalam The Lexicon Webster Dictionary, 1978, yang menyebutkan arti kata korupsi adalah
kebejatan; ketidakjujuran; tidak bermoral; penyimpangan dari kesucian.

Indonesia boleh bangga sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman suku, agama,
dan budaya. Bangga karena dianugerahi keindahan alam nan menawan. Mungkin juga
bangga akan kemajuan peradaban masa lalu, di jaman Majapahit ataupun Sriwijaya. Bangga
karena berhasil mempersatukan bangsa, berjuang bersama melewati masa-masa sulit dan
memerdekakan Indonesia. Tapi kini, masihkah itu semua cukup untuk kita banggakan ? Tidak
adakah hal baru atau prestasi yang pantas kita banggakan? Prestasi yang tidak semua bangsa
bisa dengan mudah menyainginya ?

Ignatius Haryanto dalam artikelnya di harian Kompas, mengajak kita mencatat prestasi terbaru
bangsa Indonesia. Prestasi itu ialah, negara kita sebagai salah satu negara terkorup selama
BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
bertahun-tahun. Selain itu, negara kita juga merupakan negara yang koruptornya paling rentan
dengan kesehatan. Koruptor kita selalu sakit setiap kali hendak diperiksa atau diadili. Lalu, PBB
menyimpulkan bahwa korupsi peradilan di Indonesia adalah salah satu yang terburuk di dunia
yang mungkin hanya bisa disaingi oleh Meksiko. Dan ironisnya, dari berbagai cara yang selama
ini sudah ditempuh, belum terlihat perubahan yang baik dari kondisi bangsa ini. Lalu apa yang
bisa kita berikan untuk bangsa ini ?

Matahari terlalu pagi mengkhianati. Pena terlalu cepat terbakar. Kemungkinan sekarang adalah
memperbesar kemungkinan, pada ruang ketidakmungkinan. Sehingga setiap orang yang kami
temui tak menemukan lagi satupun sudut kemungkinan. Untuk berkata tidak mungkin, sampai
darah mereka mengering. Sebelum mata pena berkarat, dan menolak kembali terisi. Sebelum
semua paru disesaki tragedi, dan pengulangan menemukan maknanya sendiri.

Dalam pasar dan semerbak tontonan. Atau mungkin dalam limbah dan kotoran. Atau mungkin
dalam seragam sederetan nisan. Atau mungkin dalam pembebasan ala monitor 14 inch yang
menawarkan hasrat pembangkangan, ala Levis dan Nokia. Atau menara teatrikal Supermall.
Opera sabun panitia penyusun Undang-undang Pemilu yang membanyol tentang kekonyolan
demokrasi, naratif berdasi. Menopengi mutilasi pembebasan dengan sengkarut argumentasi
tentang bagaimana menyamankan posisi pembiasaan diri di hadapan seonggok tinja para
sosok pembaharu dunia bernama pasar bebas. Dan perdagangan yang adil, untuk kemudian
memperlakukan hidup seperti AKABRI, dan dikebiri matahari, terlalu pagi mengkhianati.

Dan heroisme berganti nama menjadi C4, sukhoi, dan fiksi berpagar konstitusi. Menjenguk
setiap pesakitan dan upeti bunga pusara dari makam pahlawan tetangga. Dari berhala hingga
anonimus bernama burung Garuda Pancasila, yang menampakkan diri pada hari setiap situs
menjadi sepenggal bebatuan yang melayang pada poros yang sejajar dengan tameng dan
pelindung wajah para penjaga makam firaun berkhakis. Yang muncul 24 jam matahari dan
gulita bertukar posisi di setiap pojokan, bahkan di kampus umum dan selokan, mencari target
konsumen, dan homogenisasi kelayakan. Maka setiap angka menjadi maka dan makna. Ketika
kita disuguhi setiap statistik dan moncong senjata dengan ribuan unit SSK untuk menjaga
stabilitas. Sejak hitam dan putih hanya berlaku di hadapan mata.

Menolak terasuki Setan dan Tuhan yang mewujud dalam ocehan canon-canon dukungan Big
Mac dan Ice Cream Cone yang berseru Beli, beli, beli, konsumsi, konsumsi kami sehingga
kalian dapat berpartisipasi dalam usaha para anak negeri yang berjibaku untuk naik haji. Oh
betapa menariknya dunia yang sudah pasti. Menjamin semua nyawa dan pluralitas dengan
lembaran kontrak asuransi, dengan janji pahala bertubi, dengan janji akumulasi nilai lebih,
bursa saham, dan dengan semantik-semantik kekuasaan yang hanya berarti dalam kala ketika
periode berkala para representatif di gedung parlemen memulai tawar menawar jatah kursi.
Oh betapa indahnya dunia yang berkalang fajar poin-poin nista. Sehingga pion-pion negara
yang berkubang di belakang pembenaran stabilisasi nasional menemukan pembenaran evolusi
mereka dengan berbentangkan saluran-saluran pencerahan para rockstar yang lelah berkeluh
kesah. Karena peluh mengering kasat di hadapan pasang giri lalat-lalat pasar, dan kiloan
refleksi etalase, dan display berhala-berhala, berskala lebih takut dari ampas neraka. Di antara
BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
robekan surat rekomendasi para negara donor, perancang undang-undang dan fakta-fakta anti
teror, para arsitek bahasa menaklukkan, para pengagung kebebasan, kebebasan yang hanya
berlaku di hadapan layar flatron, kemajemukan ponsel, demokrasi kotak suara, dan pluralisme
gedung rubuh.

Oh betapa agungnya dunia di hadapan barisan nisan yang dikebiri matahari, terlalu pagi
mengkhianati. Maka, jangan ijinkan aku untuk mati terlalu dini wahai rotasi CD dan seperangkat
boombox ringkih. Jangan ijinkan aku mendisiplinkan diri ke dalam barisan wahai tentara seluloid
dan narasi. Dan demi perpanjangan tangan remah di mulutmu anakku, jangan ijinkan aku
terlelap menjagai setiap sisa pembuluh hasrat yang kumiliki hari ini. Demi setiap huruf pada
setiap fabel yang kututurkan padamu sebelum tidur zahraku, mentariku.

Jangan sedetikpun ijinkan aku berhenti menziarahi setiap makam tanpa pedang-pedang
kala terhunus. Lelap tertidur tanpa satu mata membuka. Tanpa pagi mensponsori keinginan
berpisah. Tanpa di lengan kanan dan kiriku adalah matahari dan rembulan, bintang dan sabit,
palu dan arit, bumi dan langit, lautan dan parit, dan sayap dan rakit. Sehingga seluruh paruku
sesak merakit setiap pasak-pasak kemungkinan terbesar, memperbesar setiap kemungkinan
pada ruang ketidakmungkinan, sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi
satupun sudut kemungkinan, untuk berkata tidak mungkin, tanpa darah mereka mengering,
sebelum mata pena berkarat, dan menolak kembali terisi.

Dan matahari tak mungkin lagi mengebiri pagi untuk mengkhianati,,

Ibarat sebuah tubuh, bangsa Indonesia sedang terjangkiti sebuah penyakit mematikan, yaitu
korupsi ! Saking parahnya penyakit yang diderita, bangsa Indonesia pun menjadi kondang di
seantero dunia. Si penyakitan sebutannya. Sudah saatnya kita mengobati tubuh ini dengan
serius, jangan ada lagi korupsi di negeri ini ! Perubahan harus dimulai dari sekarang ! Mungkin
bisa dimulai dengan menjauhi motto hidup sederhana bangsa ini, Maju tak gentar membela
yang bayar !

Mohon maaf bila ada ucapan saya yang kurang berkenan di hati anda. Terima kasih atas
perhatiannya. Wassalam.
(hitokiri666.blog.friendster.com)
BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
Pidato tema Negara dan Korupsi

Assalaamualaikum Wr.wb
Pertama-Tama Kami ucapkan puji & syukur atas kehadiran allah SWT yg telah memberikan
rahmatnya & nabi besar kita nabi Muhammad SAW dan para ibu/bapak guru yg saya hormati
dan juga teman-teman saya yg saya cintai.
Saya akan membawakan pidato yang berjudul NEGARA VS KORUPSI
Suatu kehormatan yang besar bagi kami memperoleh kesempatan menyampaikan Pidato
Kebudayaan Negara Versus Korupsi: Mencari Indonesia dalam Agama dan Kebudayaan
di Taman Ismail Marzuki. Terlebih lagi, kesempatan ini diberikan di dalam sepertiga akhir
bulan mulia Ramadhan 1425 H. Saat dimana kita kian mendekatkan diri kepada-Nya sembari
berkaca diri terhadap pencapaian moral spiritual individual dan kesalehan sosial kita. Untuk
kehormatan yang membahagiakan ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan
yang setinggi-tingginya kepada Dewan Kesenian Jakarta, yang telah memelihara suatu tradisi
positif untuk menciptakan kedekatan hubungan rakyat dengan rakyat dan rakyat dengan
pemimpin. Usaha ini perlu dipelihara dan didorong terus, mengingat makin berjaraknya
hubungan keduanya. Dus, karena berjaraknya hubungan ini, isu-isu dan agenda bangsa
menjadi elitis kian menjauh dari kepentingan kalangan akar rumput. Tradisi tatap muka ini,
sangat mungkin menghadirkan kehangatan bersosialisasi, sekaligus memberi kesempatan para
pemimpin untuk belajar langsung dari kebersahajaan rakyatnya.
Para hadirin dan hadirat yang terhormat, para budayawan, para seniman, para aktivis, para
cendekiawan, para mahasiswa dan kawan-kawan tercinta,Dalam kesempatan yang terhormat
dan penuh kebahagian ini, sungguh tepat bila kita merenungkan sejenak perjalanan reformasi
yang mengamanatkan demokratisasi , pemberantasan korupsi, perbaikan ekonomi dan jaminan
keamanan. Perihal proses demokratisi, kita bersyukur kepada Allah SWT, karena rakyat telah
berhasil melaksanakan pemilu legislatif, DPD dan pemilihan presiden langsung ; suatu tradisi
berdemokrasi yang begitu penting dan akan menentukan nasib bangsa dan negara kita. Harus
diakui secara jujur, perjalanan nasib bangsa dan negara kita telah mengalami berbagai musim
pancaroba dan gelombang pasang surut yang melahirkan harapan sekaligus kecemasan.
Kecemasan yang mendalam selama sewindu krisis multidimensi ini bahkan berimbas pada
krisis identitas bangsa. Taufiq Ismail (2003) secara sinis memotret kondisi ini dalam, Tak Tahu
Aku Apa Jati Diriku Kini:
Sampai disini saja pidato dari saya kalau ada kata-kata yg tidak berkenan bagi ibu / bapak guru
dan teman-teman ku sekalian yg saya hormati saya ucapkan beribu-ribu maaf
Walaikumsalam Wr.wb

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com

Contoh Naskah Pidato Tentang Korupsi

Contoh Naskah Pidato Tentang Korupsi
Assalaamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Suatu kehormatan yang besar bagi kami memperoleh kesempatan menyampaikan Pidato
Kebudayaan Negara Versus Korupsi: Mencari Indonesia dalam Agama dan Kebudayaan di
Taman Ismail Marzuki. Terlebih lagi, kesempatan ini diberikan di dalam sepertiga akhir bulan
mulia Ramadhan 1425 H.
Saat dimana kita kian mendekatkan diri kepada-Nya sembari berkaca diri terhadap pencapaian
moral spiritual individual dan kesalehan sosial kita. Untuk kehormatan yang membahagiakan ini
kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dewan
Kesenian Jakarta, yang telah memelihara suatu tradisi positif untuk menciptakan kedekatan
hubungan rakyat dengan rakyat dan rakyat dengan pemimpin.
Usaha ini perlu dipelihara dan didorong terus, mengingat makin berjaraknya hubungan
keduanya. Dus, karena berjaraknya hubungan ini, isu-isu dan agenda bangsa menjadi elitis
kian menjauh dari kepentingan kalangan akar rumput. Tradisi tatap muka ini, sangat mungkin
menghadirkan kehangatan bersosialisasi, sekaligus memberi kesempatan para pemimpin untuk
belajar langsung dari kebersahajaan rakyatnya.
Para hadirin dan hadirat yang terhormat, para budayawan, para seniman, para aktivis, para
cendekiawan, para mahasiswa dan kawan-kawan tercinta,
Dalam kesempatan yang terhormat dan penuh kebahagian ini, sungguh tepat bila kita
merenungkan sejenak perjalanan reformasi yang mengamanatkan demokratisasi ,
pemberantasan korupsi, perbaikan ekonomi dan jaminan keamanan. Perihal proses
demokratisi, kita bersyukur kepada Allah SWT, karena rakyat telah berhasil melaksanakan
pemilu legislatif, DPD dan pemilihan presiden langsung ; suatu tradisi berdemokrasi yang begitu
penting dan akan menentukan nasib bangsa dan negara kita.
Harus diakui secara jujur, perjalanan nasib bangsa dan negara kita telah mengalami
berbagai musim pancaroba dan gelombang pasang surut yang melahirkan harapan sekaligus
kecemasan. Kecemasan yang mendalam selama sewindu krisis multidimensi ini bahkan
berimbas pada krisis identitas bangsa. Taufiq Ismail (2003) secara sinis memotret kondisi ini
dalam, Tak Tahu Aku Apa Jati Diriku Kini:
Kita hampir paripurna jadi bangsa porak poranda,
terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara didunia
Untuk bisa bertahan berakal waras saja di Indonesia kini, sudah untung
Pergelanggan tangan dan kaki Indonesia diborgol di ruang tamu Kantor
Pegadaian Jagat Raya, dan dipunggung kita kaos oblong dicap sablon
besar-besar : Tahanan IMF dan Bank Dunia.
Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu di dunia,
diusir pula di tangga pelabuhan,
terapung-apung di lautan,
Kita sudah tidak merdeka lagi.
Indonesia sudah masuk ke dalam masa kolonialisme baru,
dengan penjajah yang banyak negara sekaligus,
Nilai-nilai luhur telah luluh lantak,
berkeping-keping dan hancur,
BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
berserakan di kubangan Lumpur,
Senada dengan gambaran di atas, dalam bahasa lain yang futuristik, pujangga Ronggowarsito
(1802-1873) menulis Serat Kalatidha memprediksi munculnya jaman edan, suatu masa krisis
sebuah bangsa. Secara bijak, pujangga ini menasihati kita agar tetap eling dan waspada.
Amenangi jaman edan ,ewuh aya ing pambudi
melu edan ora tahan
yen tan melu anglakoni,boya kaduman melik
kaliren wekasanipun
Ndilallah karsa Allah
Sakbeja-bejane kang lali
luwih beja kang eling lawan waspada..
Para hadirin dan hadirat yang berbahagia,
Masalah korupsi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tubuh bangsa ini. Ia telah menjalar
sebagai budaya sekaligus penyakit akut bagai virus ganas yang aktif menggerogoti ke sekujur
tubuh negara. Ia bukan lagi bisul yang bisa ditutup-tutupi. Sungguh ironis, sebagai bangsa
yang berbudaya luhur dan beragama bahkan menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa
sebagai pilar pertama dasar negara- juara pertama korupsi justru kita sandang. Berbagai
indikator olimpiade korupsi diselenggarakan oleh lembaga asing semacam Transparancy
International (TI) dan Political Economic Risk Consultancy (PERC), menempatkan RI
sebagai pemenang.
Dampak praktik korupsi begitu jelas telah memporak-porandakan bangsa kita. Studi Rose
Ackerman (1999) menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat korupsi yang tinggi
memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap institusi-institusi publik. Ini berakibat lanjut
pada pudarnya komitmen warga pada proyek kolektif dan perilaku warga, memacu tingkat
kriminalitas dan disorganisasi sosial. Secara lebih khusus, laporan UNSFIR (United Nations
Support for Indonesia Recovery, 2000) menyatakan bahwa keterlambatan Indonesia untuk
melakukan pemulihan (recovery) pasca krisis yang menimpa Asia sejak 1997 juga akibat
meluasnya korupsi di sektor publik
Sedangkan, Della Porta (2000) menengarai bahwa korupsi merupakan sebab dari buruknya
kinerja pemerintahan. Korupsi membawa buruk kinerja pemerintahan, dan buruknya kinerja
pemerintahan merangsang warga negara untuk mengembangkan praktik-praktik penyuapan
untuk mempermudah urusan atau mempengaruhi proses pengambilan keputusan, yang
pada gilirannya kian menyuburkan praktik korupsi. Pada akhirnya, tingginya tingkat korupsi
menimbulkan rendahnya tingkat kepercayaaan terhadap demokrasi. Dengan kata lain,
meminjam istilah Yudi Latif (2002), korupsi sangat erat dengan delegitimasi politik. Walhasil,
pemerintahan yang koruptif akan menuai delegitimasi politik yang tidak menguntungkan sama
sekali dengan demokrasi.
Para hadirin dan hadirat yang berbahagia,
Relasi agama dan pemberantasan korupsi dapat disederhanakan sebagai, prestasi negara
yang bangsanya religius akan lebih baik dalam pemberantasan korupsi. Apabila yang terjadi
sebaliknya, kita tidak serta merta menunjuk kesalahan terletak pada an sich agama, namun
pada penghayatan keberagamaan masyarakat. Sangat gamblang, semua agama melarang
perbuatan korupsi. Tetapi, mengapa orang beragama masih terjerumus pada tindakan yang
dimusuhi agama? Salah satu jawabannya ada
lah tercerabutnya penghayatan terhadap visi agama yang luhur dalam praksis sosial sehari-
hari. Sebagian kita masih lebih mementingkan kesalehan individual, dan kehilangan elan
kesalehan sosial. Disinilah dibutuhkan peran keteladanan para pemimpin nasional untuk
menegakkan kualitas spiritual bangsa, memupuk kualitas moral dan meningkatkan harkat
martabat bagsa , menjadi krusial.
Kita menaruh harapan besar pada upaya pemberantasan korupsi sebagaimana telah dijanjikan
oleh presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono yang kini bekerja keras dengan kabinet
BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
Indonesia Bersatu. Selain keberadaan berbagai perundangan untuk penyelenggaraan
tata pemerintahan yang bebas KKN, rencana program 100 hari dengan terapi kejut seperti
meNusakambangkan para koruptor patut kita apresiasi dan tunggu pengejawantahannya.
Larangan yang diserukan Komite Pemberantasan Korupsi supaya pejabat tidak menerima
parsel juga merupakan angin segar pertanda mulai muncul gerakan mengurangi masuknya
pintu-pintu budaya KKN.
Jauh sebelum hingar bingar Pemilu, ormas tertua di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan
Muhammadiyah bersama-sama telah mengikat janji untuk bahu membahu memerangi budaya
korupsi. Kita juga bersyukur dengan maraknya jaringan lembaga-lembaga swadaya masyarakat
atau organisasi non pemerintah sejak beberapa tahun silam membentuk koalisi anti korupsi di
setiap kabupaten dan provinsi melalui Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GeRAK).
Meskipun perlu terus mengkritisi efektivitas gerakan populis tersebut, kita berharap ormas-
ormas lain untuk terlibat aktif dan kreatif menyambut semangat perang memberantas
korupsi. Secara moral, lembaga dan ormas keagamaan memiliki otoritas menyerukan kepada
institusi maupun individu anggotanya untuk menolak keras setiap sumbangan haram yang
terindikasikan korupsi. Seruan atau slogan-slogan pemberantasan budaya korupsi seyogianya
selalu dikelola secara cerdas dan berkesinambungan, mengimbangi kampanye konsumtivisme,
hedonisme dan materialisme yang setiap hari gencar mengepung pemirsa lewat berbagai
media massa.
Alangkah indahnya membayangkan sinergi agama dan negara dalam pemberantasan
korupsi; penegakkan hukum yang adil tanpa pandang bulu dilakukan pemerintah , sementara
penghayatan keberagamaan melalui keteladanan para pemimpin dijalankan secara nyata,
bukan sekedar wacana belaka.
Dengan begitu agama benar-benar mampu menjadi kekuatan solutif bagi problema bangsa dan
selalu mengedepankan azas manfaat (utility). Agama seyogianya menjadi ujung tombak yang
merekatkan seluruh umat untuk saling mengokohkan eksistensi bangsa dalam memberantas
korupsi. Ini sekaligus menepis anggapan negatif bahwa agama menjadi sumber konflik dan
teror. Kita patut mendorong fungsi profetik agama yang mengedepankan supremasi hukum,
proses demokratiasai dan memerangi korupsi. Fungsi ini hendaknya ditumbuh kembangkan
secara partisipatoris dan dialogis mengingat pluralisme dalam kebangsaan kita. Jadi, tidak
dibenarkan oleh agama atau hukum positif manapun, upaya pengurasakan secara sepihak
terhadap tempat-tempat atau simbol kemaksiatan tanpa mengindahkan dampak yang muncul
sebagai akibatnya.
Terdapat ungkapan the fish rots from the head, ikan membusuk dari kepala. Dalam kalimat
lain dinyatakan, Bayangan selalu mengikuti sang badan. Intinya adalah budaya paternalistik
kita masih kuat. Rakyat cenderung melihat contoh dari apa yang dilakukan pemimpinnya.
Karenanya, budaya paternalistik ini seyogianya mampu kita kelola untuk merekonstruksi
perubahan mental pada elitnya. Jika para elit pimpinan bangsa menghendaki perubahan,
perubahan itu pun harus dimulai dari pucuk pimpinan. Mustahil mengharapkan muncul
perubahan budaya melawan korupsi, apabila elit pemimpin justru merasa nyaman dengan
praktik tersebut. Mustahil mengharap negara berani membersihkan koruptor jika pemimpin kita
membiarkan inefisiensi birokrasi tetap terjadi.
Kebersahajaan, kebersihan dan kepedulian merupakan contoh-contoh ajaran mulia setiap
agama untuk diperbincangkan sekedar sebuah idiologi. Semua ini bisa dipraktikkan sehari-
hari, dan alangkah indahnya jika dimulai dari para pemimpin kita yang memiliki kedudukan
sangat penting di dalam masyarakat, dan karenanya mempunyai pengaruh yang luas dalam
masyarakat.
Pada dasarnya, semua agama mengajarkan idealisme yang baik bagi penganutnya. Idealisme
seperti bersahaja, bersih dan peduli jika dikerjakan dari yang kecil-kecil oleh pemimpin-
pemimpin besar kita, maka merupakan bagian dari pengobatan penyakit sosial seperti korupsi.
Pemimpin yang peduli tidak akan membiarkan kemungkaran terjadi di depan mata mereka.
BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
Mereka tidak saja menjaga fisik dan lingkungan sosial yang bersih, namun lebih dari itu
kebersihan moral dan nurani akan selalu dipelihara. Mereka merasa kepemimpinan adalah
amanah yang harus dijunjung tinggi, namun tetap dengan sikap bersahaja terhadap rakyat yang
dipimpinnya. Mereka yang bersahaja akan jauh dari sikap tamak yang selalu menginginkan
kelebihan materialisme dan hedonisme, -sumber godaan melakukan korupsi-.
Kebesaran seorang tokoh pemimpin yang bersahaja, bersih dan peduli tidak datang secara
sekejap dan tiba-tiba. Ia terlahir dari proses transformasi nilai yang lama ditempa sejak dini
dalam lingkungan keluarga. Transformasi nilai tidak datang mendadak dalam kuliah-kuliah
di perguruan tinggi atau lembaga-lembaga pendidikan formal. Kepuasan kita selama ini
hanya pada verbalisme (Nurcholish Madjid, 2004) Yaitu perasaan telah berbuat sesuatu
karena karena telah mengucapkannya sehari-hari. Seolah-olah kalau kita bicara kitab suci,
sabda Tuhan, sabda Allah, dan suri tauldan para Rasul, para nabi, para aulia itu semuanya
sudah selesai (Mohamad Sobary, 2004). Kebersahajaan, kebersihan dan kepedulian tidak
akan terwujud hanya karena dikatakan dan dibicarakan setiap hari betapapun kita sering
dan rajinnya melakukan melainkan harus dengan tindakan keteladanan yang berani,
teguh dan istiqamah. Mengapa kamu semua mengatakan sesuatu yang kamu sendiri tidak
mengerjakannya?! Sungguh besar dosanya di sisi Allah bahwa kamu mengatakan sesuatu
yang kamu sendiri tidak mengerjakannya
Kalau kita tengok sejarah, transformasi nilai yang dialami tokoh-tokoh pemimpin berawal dari
didikan sejak kecil pada keluarga mereka. Di rumah tangga, patut diadakan dialog-dialog tata
nilai atau ajaran yang meskipun normatif, tidak melulu diajarkan secara normatif. Diperlukan
pendekatan secara dialektis dalam keluarga sehingga terlatih jika ada bandingan-bandingan.
Ketika orang bicara bersih dan bersahaja, maka bersih dan bersahaja tidak bisa dijejalkan
kepada anak sebagai sesuatu yang jadi. Ketika masih kanak-kanak kita tentu hapal bahwa
kebersihan sebagian dari iman, namun bagaimana kebersihan sebagian dari iman itu supaya
tidak tinggal kata-kata.
Secara singkat dapat disimpulkan, kita menginginkan pemimpin bersahaja, bersih dan perduli
bukan karena kebetulan bersahaja, bersih dan perduli. Namun karena bersahaja yang betul,
tidak karena kebetulan. Bersih dan perduli pun yang betul, bukan karena kebetulan. Tugas
kebudayaan bangsa kita mengubah, mentransformasi segala hal apakah itu wisdom, apakah itu
nilai-nilai dan semua perangkat ajaran dari
tataran normatif menjadi tataran yang menyejarah, membuat orang-orang jujur itu jujur
menyejarah. (M. Sobary, 2004) .Barangkali inilah saatnya tatkala elit pemimpin kita justru perlu
belajar dari kebersahajaan, kebersihan dan kepedulian dari rakyatnya.
Keteladanan yang berani, teguh dan istiqamah termasuk nilai budaya yang kita ingin
transformasikan sehingga menjadi gerakan nyata baik di tingkat elit pemimpin atau rakyat.
Keteladan yang berani dapat muncul oleh karena kesadaran ketuhanan yang merata. Menurut
Moh. Iqbal:
The sign of a kafir is that he is lost in horizon, while the sign of a mukmin is that the horizon lost
in him
Para hadirin dan hadirat yang berbahagia,
Sesuai dengan pasal 32 UUD 1945 yang telah diamendemen, salah satu tugas kebudayaan
kita juga adalah mendorong pluralisme budaya. Negara memajukan kebudayaan nasional
dengan tetap menjamin kemerdekaan masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan
nilai-nilai kebudayaanya. Selanjutnya, negara menghormati dan memelihara bahasa daerah
sebagai kekayaan budaya nasional. Kemajemukan budaya ini harus kita terus dorong tanpa
perlu terjebak pada etnosentrime sempit sehingga warisan adi luhung nenek moyang kita tetap
eksis di tengah-tengah pertempuran global elemen budaya asing.
Salah satu warisan adi luhung yang cukup relevan kita pelihara adalah wasiat Ronggowarsito.
Di tengah zaman edan, ketika budaya korupsi sudah mewabah demikian dahsyat, nasihat
untukeling dan waspodo dapat dikontekstualisasi dengan apa yang menjadi nilai-nilai
BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
kebangsaan di dalam UUD 1945.
Kita diharapkan eling bahwa bangsa ini memiliki potensi untuk bangkit dan bersaing
dengan budaya bangsa lain (global). Kita menyadari , eling sepenuhnya bahwa dengan
kesederhanaan ketika masa perjuangan mampu menghantarkan bangsa ini merdeka dari
penjajah.
Waspodo dapat dimaknai agar kita menghadirkan kesadaran penuh tentang jati diri bangsa
yang tidak ingin tereduksi justru karena budaya korupsi. Secara sederhana, budaya waspodo
telah ditunjukkan oleh rakyat kita dalam Pemilu 2004 silam. Budaya money politics sudah
berkurang tidak seperti dikhawatirkan banyak pihak.
Wallahualam bishowaab,
Wabillahitaufik wal hidaayah,
Wassalaamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua.
Puji syukur saya ucapkan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena kita boleh dipertemukan
kembali di tempat ini dengan keadaan selamat. Terimakasih juga saya ucapkan pada
panitiayang telah memberi saya kesempatan yang begitu berarti ini.
Bagi saya, perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan tanpa ahir. Sebuah proses
menuju bangsa yang mapan, terbuka, dan selalu ada ‘kejujuran’ dalam hati tiap warganya,
sebuah bangsa yang entah kapan menjari benar-benar nyata.
Sebelum kita masuk lebih jauh, ada perlunya kita mengenal asal kata korupsi
itu. Korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio berasal dari kata
corrumpere, kata dalam bahasa latin yang lebih tua. Dari bahasa latin ini turun ke banyak
bahasa Eropa. Di Belanda disebut korruptie. Kemudian turun ke bahasa Indonesia menjadi
korupsi. Dalam KBBI (1991), korupsi berarti busuk; palsu; suap. Tetapi saya lebih setuju
dengan arti kata korupsi pada TheLexion Webster Dictionary, dimana korupsi berarti kebejatan;
ketidakjujuran; tidak bermoral; penyimpangan dari kesucian.
Indonesia boleh bangga akan keanekaragaman yang dimiliki, juga untuk perjuangan
meraih kemerdekaannya yang begitu menarik. Tetapi apa hanya ini sajakah yang bisa kita
banggakan? Mengapa tidak kita capai sebuah prestasi baru? Prestasi yang tidak semua negara
bisa mendapatkan dengan mudah.
Harian Kompas pernah memuat artikel karya Ignatius Haryanto, dimana didalam artikel
itu tercatat sebuah prestasi lagi. Yaitu, negara kita, Indonesia, menjadi negara terkorup selama
bertahun tahun. Selain itu, koruptor di negara kita paling rentan dengan kesehatan. Dibuktikan
bahwa setiap hendak diperiksa atau diadili, koruptor kita berdalih sakit. Dari hal ini, PBB
menyimpulkan bahwa peradilan korupsi di Indonesia merupakan yang terburuk di dunia.
Yang lebih ironis, segala cara yang selama ini sudah digembar-gemborkan pemerintah,
tidak membuahkan hasil. Bahkan kian menambah poin korupsi bangsa ini. Lalu apa yang bisa
kita berikan untuk Indonesia?
Banyak orang sedang berlomba menutupi kemunafikan mereka dengan bisikan iblis
berselimut rayuan-rayuan manis. Tapi kita? Saya tekankan JANGAN!! Jangan pernah kita
tertarik! Pikirkan, jika kebudayaan ini terus dilestarikan, bagaimana nasib generasi penerus
kita? Bagaimana nasib bangsa ini kemudian? Dan apakah penghargaan kita terhadap para
pejuang yang telah rela mati? Sia-sia, bukan?
Ibarat sebuah tubuh, bangsa kita sedang terkena penyakit mematikan, korupsi.
Begitu parahnya penyakit ini sehingga Indonesia pun menjadi kondang di seantero dunia. Si
Penyakitan sebutannya. Sudah saatnya kita mengobati tubuh ini. Jangan ada lagi korupsi di
tanah air kita! Hindari motto Maju tak gentar membela yang bayar .
Saya rasa sudah cukup kata-kata dari saya. Mohon maaf jika terdapat kesalahan
kesalahan dalam perkataan saya. Tuhan memberkati.
Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua.
Puji syukur saya ucapkan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena kita boleh dipertemukan
kembali di tempat ini dengan keadaan selamat. Terimakasih juga saya ucapkan pada
panitiayang telah memberi saya kesempatan yang begitu berarti ini.
Bagi saya, perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan tanpa ahir. Sebuah proses
menuju bangsa yang mapan, terbuka, dan selalu ada ‘kejujuran’ dalam hati tiap warganya,
sebuah bangsa yang entah kapan menjari benar-benar nyata.
Sebelum kita masuk lebih jauh, ada perlunya kita mengenal asal kata korupsi
itu. Korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio berasal dari kata
corrumpere, kata dalam bahasa latin yang lebih tua. Dari bahasa latin ini turun ke banyak
bahasa Eropa. Di Belanda disebut korruptie. Kemudian turun ke bahasa Indonesia menjadi
korupsi. Dalam KBBI (1991), korupsi berarti busuk; palsu; suap. Tetapi saya lebih setuju
dengan arti kata korupsi pada TheLexion Webster Dictionary, dimana korupsi berarti kebejatan;
ketidakjujuran; tidak bermoral; penyimpangan dari kesucian.
BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
Indonesia boleh bangga akan keanekaragaman yang dimiliki, juga untuk perjuangan
meraih kemerdekaannya yang begitu menarik. Tetapi apa hanya ini sajakah yang bisa kita
banggakan? Mengapa tidak kita capai sebuah prestasi baru? Prestasi yang tidak semua negara
bisa mendapatkan dengan mudah.
Harian Kompas pernah memuat artikel karya Ignatius Haryanto, dimana didalam artikel
itu tercatat sebuah prestasi lagi. Yaitu, negara kita, Indonesia, menjadi negara terkorup selama
bertahun tahun. Selain itu, koruptor di negara kita paling rentan dengan kesehatan. Dibuktikan
bahwa setiap hendak diperiksa atau diadili, koruptor kita berdalih sakit. Dari hal ini, PBB
menyimpulkan bahwa peradilan korupsi di Indonesia merupakan yang terburuk di dunia.
Yang lebih ironis, segala cara yang selama ini sudah digembar-gemborkan pemerintah,
tidak membuahkan hasil. Bahkan kian menambah poin korupsi bangsa ini. Lalu apa yang bisa
kita berikan untuk Indonesia?
Banyak orang sedang berlomba menutupi kemunafikan mereka dengan bisikan iblis
berselimut rayuan-rayuan manis. Tapi kita? Saya tekankan JANGAN!! Jangan pernah kita
tertarik! Pikirkan, jika kebudayaan ini terus dilestarikan, bagaimana nasib generasi penerus
kita? Bagaimana nasib bangsa ini kemudian? Dan apakah penghargaan kita terhadap para
pejuang yang telah rela mati? Sia-sia, bukan?
Ibarat sebuah tubuh, bangsa kita sedang terkena penyakit mematikan, korupsi.
Begitu parahnya penyakit ini sehingga Indonesia pun menjadi kondang di seantero dunia. Si
Penyakitan sebutannya. Sudah saatnya kita mengobati tubuh ini. Jangan ada lagi korupsi di
tanah air kita! Hindari motto Maju tak gentar membela yang bayar .
Saya rasa sudah cukup kata-kata dari saya. Mohon maaf jika terdapat kesalahan
kesalahan dalam perkataan saya. Tuhan memberkati.

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com
CONTOH NASKAH PIDATO | PIDATO B.INGGRIS

Ass. Wr. Wb.

Ladies and gentlemen, first I want to introduce myself, .. Now I want
to tell you some real condition of Indonesia. Indonesia has a large area from Sabang until
Merauke with a lot of natural resources. Indonesia has a lot of human resources too, who have
good intelligence but they cant get a work or we can say it as jobless. This kind of problem like
jobless, can causes of very low employment, and this can be effect of corruption. Now I want to
tell indonesias corruption problem.
Now, Indonesia is the most corrupted country in Asia. I dont know why its happen??? I think
if Indonesia people are discipline and always obey the rule, corruption will not happen now
in Indonesia. But based on our history from colonial era, we was colonized by Holland, and
Holland have an organization called VOC. And that organization is corrupt the government
money, so the conclusion based on our history, corruption can be our culture. But that based on
our history of VOC.
Ladies and gentlemen, In Indonesia maybe the corruption was start from the simple activity
to the complicated ones. For the example from the simple activity is someone who need help,
but he/she gives dome money to make it easier than before. And for the complicated are, who
dont know about century case??? Everyone was know about it, because this case involved vice
president of Indonesia and minister of finance. And who dont know about Gayus Tambunan???
Yes, he is a worker of tax office with not too much salary but he can bought several expensive
houses. The question is HOW GAYUS TAMBUNAN BOUGHT SEVERAL EXPENSIVE
HOUSES WITH NOT TOO MUCH SALLARY??? The answers is corruption maybe at our mind,
RIGHT??? But it can be right, why does the worker of tax office with minimum salary can bought
several expensive house??? OK, now the corruptor make our country lose out, because of
them!!! We have a lot of natural resources, but wheres the results of this natural resources???
The result of this resources maybe can take by the corruptors.
So, Indonesia government make an organization called in bahasa KPK or Corruption
Eradication Commission. KPK have a vision to free Indonesia from corruption. So. The function
of KPK is to eliminate corruption in Indonesia, especially in government circle. Because at
government circle corruption is happen, so to eliminate this treats, Indonesia government built
KPK.
Ladies and Gentlemen, now Indonesia has broken because of corruption, so as the Indonesia
people we must do something to make Indonesia move again. For example:
FIRST, make the corruptor wont to do corruption again, in china corruptor have a death
punishment, so the corruptor wont to be corrupt again
SECOND, WE as the next generation must study lot of religion, to make our faith, and god
fearing is strong from bad habits
THIRD, WE must be honest people
Ladies and gentlemen, besides the government try to STOP CORUPTION with KPK, we
must STOP CORRUPTION from ourselves with AN EXCELENT RELIGION. AN EXCELENT
RELIGION will make us as honest people. And Honest is the KEY TO ELIMINATE
CORRUPTION, so if you want Indonesia clean from corruption YOU MUST BE HONEST
PEOPLE.
THANKS FOR YOUR ATTENTION, AND BE HONEST PEOPLE
WASSALAMUAALAIKUM

BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES
eBook Pidato Korupsi
By BlogBintang.com


BlogBintang.com | Semua Orang Ditakdirkan Untuk SUKSES

Leave a Reply