Pidato Hut Kemerdekaan Ri Ke 67

PIDATO HUT KEMERDEKAAN RI KE 68

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air!

Pada hari yang cerah ini, kita semua bangsa Indonesia memperingati salah satu hari besar Nasional, yaitu Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke 68 tahun.

Untuk itulah sangat patut bagi kita semua untuk memanjatkan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas nikmatyang telah diberikan kepada kita semua bangsa Indonesia yang berupa kemerdekaan dari cengkraman bangsa penjajah selama 350 tahun atau tiga setengah abad.

Dalam memperingati HUT proklamasi yang ke 68 ini, berarti kita telah menikmati kebebasan dan kemerdekaan selama 68 tahun.

Dilihat dari segi perjuangan negara kita sejak di zaman purbakala, masa 68 tahun sungguh tidak berarti dan hanya merupakan selintas dalam perjalanan sejarah, tapi apabila hal ini ditinjau dari segi perkembangan generasi, maka 68 tahun adalah suatu masa dimana kita telah meningkat dewasa sebagai manusia yang merdeka dan bernegara.

Kita tentu masih sama ingat, bahwa pada tanggal 17 agustus 1945 tepat pukul 10.00 kemerdekaan RI diproklamasikan dan dikumandangkan ke seluruh penjuru dunia dari gedung di jalan pegangsaan Timur, Jakarta.

Para proklamator yang ketika itu mengumumkan naskah proklamasi adalah bung Karno sebagai pembaca, dan sebagai penanda tangan naskah Proklamasi adalah Soekarno-Hatta yang bertindak atas nama bangsa Indonesia.

Dengan pernyataan tersebut bangsa kita telah menegaskan kepada dunia hak asasi ialah: merdeka, dan dengan itu pula kemerdekaan Nasional telah dicapai.

Adalah jelas bahwa kemerdekaan itu sekali-kali bukan hadiah yang kita peroleh begitu saja, tapi hasil dari sebuah perjuangan yang tak kenal lelah dan tak kenal menyerah dari bangsa kita dimulai dengan pertempuran-pertempuran oleh para pahlawan kita yang telah mendahului kita, dan kemudian dilanjutkan dengan perjuangan melalui forum politik sampai pada akhirnya tercetuslah perjuangan fisik setelah proklamasi Kemerdekaan dicanangkan.

Kini 68 tahun telah lewat, lika-liku perjuangan kita lalui, dan sampailah kita pada saat pembangunan, baik pembangunan material maupun pembangunan di bidang spirituil.

Adalah menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita bersama untuk tetap menjalankan api semangat perjuangan kita, ialah semangat 45 yang menggebu-gebu. Semangat yang mendorong kita untuk berkorban demi kemerdekaan dan pembangunan negara sebagai usaha mengisi dan mewarnai kemerdakaan kita.

Kemakmuran tidak mungkin akan tercapai apabila kita tidak memperjuangkannya dengan semangat yang gigih dan tak kunjung padam.

Tak boleh kita lupakan bahwa kemerdekaan itu adalah karena rahmat dan nimat yang diberikan oleh Allah semata kepada segenap bangsa Indonesia. Tanpa nimat dan rahmat Allah, mustahil kemerdekaan kita akan tercapai.

Oleh karena itulah, kita sebagai warga negara Indonesia yang telah diwarisi oleh para pejuang yang telah mendahului kita, hendaknya diisi dengan semangat membangun, semangat bekerja demi terciptanya suatu negara yang adil dan makmur di bawah naungan UUD 45 dan Pancasila.

Akhir kata, marilah kita sambut HUT kemerdekaan kita yang ke 68 ini dengan penuh kegembiraan dan dengan semangat yang menyala.

Sekian dan terima kasih semoga Allah SWT, melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada seluruh bangsa Indonesia. Amiin.

Ihdinas shirotol Mustaqim, Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Leave a Reply