Pidato Bindo : Kebudayaan Tradisional Yang Mulai Pudar

Kebudayaan Tradisional yang Mulai Pudar

Yang terhormat Bapak Ketua komite

Yang terhormat Bapak Kepala SMP Negeri 3 Denpasar

Yang terhormat guru – guru dan juga staf pegawai

Dan teman – teman yang saya cintai.

Om Swastyastu

Puji syukur kita panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena berkat karuniaNya-lah kita dapat berkumpul disini. Dalam kesempatan ini saya akan membacakan sebuah pidato yang bertemakan kebudayaan.

Indonesia sebagai negara kepulauan, tentunya memiliki banyak sekali pulau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia . Dan tentunya setiap pulau memiliki kebudayaannya tersendiri , seperti misalnya Pulau Kalimantan yang mempunyai kebudayaan tersendiri, Pulau Sumatra, Pulau jawa, dan pulau – pulau lainnya pun pasti punya kebudayaan tersendiri. Kebudayaan yang sangat kental dan sangat dilestarikan di masyarakat di daerah – daerah tersebut.

Seiring dengan berkembangnya jaman, semangat untuk melestarikan budaya daerah dikalangan remaja semakin memudar. Globalisasi menjadi salah satu penyebabnya. Pengaruh globalisasi menyebabkan kebudayaan – kebudayaan tradisisional kini menjadi ditinggalkan. Sekarang ini banyak remaja sangat menggemari budaya budaya luar yang mereka kenal lewat adanya Globalisasi. Globalisasi seolah jendela untuk menuju dunia luar. Sepertinya, dunia telah menyatu dalam satu atap budaya, apa yang ingin kita lihat hanya dengan membuka TV,  HP, internet maka trend global akan nampak di hadapan kita.

Internet merupakan salah satu faktor yang paling besar dalam mempengaruhi kebudayaan – kebudayaan tradisional tersebut. Dengan internet semua orang akan tahu tentang trend – trend yang sedang berkembang, lalu mulai mengikutinya. dengan begitu, masyarakat mulai meninggalkan kebudayan – kebudayaan tradisionalnya dan beralih ke kebudayaan luar yang menurutnya lebih menarik.

Maka dari itu, kita para generasi muda Indonesia harus melestarikan budaya daerah kita, boleh saja mengikuti budaya luar tapi tentu saja kita harus memilih – milih atau selektif pada kebudayaan luar itu dan juga jangan lupa untuk melestarikan kebudayaan sendiri agar tidak punah.

Demikianlah pidato yang saya bawakan. Semoga apa yang saya sampaikan dapat memberi manfaat bagi kita semua. Apabila ada salah kata maupun ucapan saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Sekian dan terima kasih.

OM Santih Santih Santih Om

Kebudayaan Tradisional yang Mulai Pudar

Yang terhormat Bapak Ketua komite

Yang terhormat Bapak Kepala SMP Negeri 3 Denpasar

Yang terhormat guru – guru dan juga staf pegawai

Dan teman – teman yang saya cintai.

Om Swastyastu

Puji syukur kita panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena berkat karuniaNya-lah kita dapat berkumpul disini. Dalam kesempatan ini saya akan membacakan sebuah pidato yang bertemakan kebudayaan.

Indonesia sebagai negara kepulauan, tentunya memiliki banyak sekali pulau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia . Dan tentunya setiap pulau memiliki kebudayaannya tersendiri , seperti misalnya Pulau Kalimantan yang mempunyai kebudayaan tersendiri, Pulau Sumatra, Pulau jawa, dan pulau – pulau lainnya pun pasti punya kebudayaan tersendiri. Kebudayaan yang sangat kental dan sangat dilestarikan di masyarakat di daerah – daerah tersebut.

Seiring dengan berkembangnya jaman, semangat untuk melestarikan budaya daerah dikalangan remaja semakin memudar. Globalisasi menjadi salah satu penyebabnya. Pengaruh globalisasi menyebabkan kebudayaan – kebudayaan tradisisional kini menjadi ditinggalkan. Sekarang ini banyak remaja sangat menggemari budaya budaya luar yang mereka kenal lewat adanya Globalisasi. Globalisasi seolah jendela untuk menuju dunia luar. Sepertinya, dunia telah menyatu dalam satu atap budaya, apa yang ingin kita lihat hanya dengan membuka TV,  HP, internet maka trend global akan nampak di hadapan kita.

Internet merupakan salah satu faktor yang paling besar dalam mempengaruhi kebudayaan – kebudayaan tradisional tersebut. Dengan internet semua orang akan tahu tentang trend – trend yang sedang berkembang, lalu mulai mengikutinya. dengan begitu, masyarakat mulai meninggalkan kebudayan – kebudayaan tradisionalnya dan beralih ke kebudayaan luar yang menurutnya lebih menarik.

Maka dari itu, kita para generasi muda Indonesia harus melestarikan budaya daerah kita, boleh saja mengikuti budaya luar tapi tentu saja kita harus memilih – milih atau selektif pada kebudayaan luar itu dan juga jangan lupa untuk melestarikan kebudayaan sendiri agar tidak punah.

Demikianlah pidato yang saya bawakan. Semoga apa yang saya sampaikan dapat memberi manfaat bagi kita semua. Apabila ada salah kata maupun ucapan saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Sekian dan terima kasih.

OM Santih Santih Santih Om

Leave a Reply