Pidato SBY

Pidato SBY

Selasa, 09 Oktober 2012, 05:23 WIB

Komentar : 0

Antara

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

A+ | Reset | A-

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  —  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya Senin (8/10) malam dinilai menjatuhkan posisi Kepala Bareskrim Polri, Komjen Sutarman. SBY saat itu meminta agar penanganan kasus korupsi proyek Simulator SIM ditangani sepenuhnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menilai penindakan terhadap penyidik Polri di KPK, Novel Baswedan, tidak tepat.

"Keputusan tersebut jelas-jelas mempermalukan posisi Kabareskrim yang selama ini cenderung ngotot mempertahankan penanganan kasus Simulator SIM," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam rilisnya yang diterima Republika, Selasa (9/10).

Neta menambahkan, sesuai perintah SBY, Kapolri Jenderal Timur Pradopo harus segera mengusut perwira polisi yang memerintahkan penyerbuan ke KPK untuk menangkap Novel Baswedan Jumat (5/10) malam lalu. Perwira yang memerintahkannya, kata Neta, harus segera dicopot dan diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).

IPW juga sangat mengapresiasi pidato Presiden SBY yang dinilai merupakan tindakan yang tepat untuk menyelesaikan kisruh KPK-Polri. Setelah ini, baik dari KPK maupun Polri harus terus berkoordinasi dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Dengan adanya keputusan Presiden SBY ini, IPW berharap konflik KPK-Polri segera diakhiri sehingga pemberantasan korupsi, terutama di Polri, dapat dilakukan KPK dengan maksimal

Leave a Reply