Pidato : Selamat Pagi Dan Salam Sejahtera Untuk Teman-teman

Assalamualiakum Warahmatullahiwabarakaatuh.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk teman-teman , bapak dan ibu guru, serta juri-juri yang hadir dalam acara Kontes Pidato Antar SMA se-Surabaya. Sebelumnya saya berterima kasih karena telah memberikan saya kesempatan untuk berpidato kali ini.

Akhir-akhir ini sedang marak berita mengenai kasus tabrakan yang menyebabkan banyak korban. Dimulai dari kasus Tugu Tani. Seorang ibu menabrak 9 orang hingga tewas menggunakan mobil Xenia yang ia kendarai. Parahnya lagi, ia tidak mempunyai SIM, mobilnya tidak memiliki STNK, dan dia mengendarai mobil setelah mengkonsumsi narkoba. Ketika ditangkap oleh polisi, muka dari Apriyani ini nampak polos seakan tidak terjadi apa-apa. Untuk kasus ini, ia hanya dituntuk 6tahun penjara. Coba kita bandingkan dengan kasus lain. Seorang siswa SMK asal Palu yang berinisial AAL, yang mencuri sepasang sandal jepit milik seorang polisi bernama Briptu Anwar Rusdi Harahap, anggota Brimob Polda Sulteng.. Karena mencuri itu, dia dituntut 5 tahun penjara.

Mari kita bandingkan kedua kasus tersebut, berita pertama adalah berita kecerobohan seorang ibu-ibu saat mengendarai mobil yang menewaskan 9 orang dengan berita kedua, seorang anak yang mencuri sepasang sandal milik polisi. Hukuman dari kedua kasus tersebut tidak terlalu berbeda, yang pertama hanya selama 6 tahun penjara, sedangkan kedua selama 5 tahun penjara. Namun yang disayangkan adalah, apakah adil sandal disamakan dengan 9 nyawa yang melayang. Beginilah sistem hukum yang masih sangat disayangkan.

Warga Indonesi harap penegak keadilan di negeri ini bisa adil dalam memutuskan perkara yang terjadi di Indonesia. Tidak jarang pula saya dengar seorang koruptor yang bisa seenak hati keluar-masuk penjara padahal dia sedang menjalani masa tahanan. Bahkan kasus-kasus ini sudah masuk ke media internasional. Apakah kita tidak malu??

Saya harap, di kasus selanjutnya, para penegak hukum dapat membedakan kasus mana yang membutuhkan hukuman berat dan kasus mana yang membutuhkan hukuman ringan. Dan juga, saya harap agar para penega hukum + seluruh warga Indonesia tetap menjalankan keadilan di Indonesia, karena jika bukan kita yang melakukannya, siapa lagi?

S

Medina Alia Rahmawati

X9-20

ekian yang dapat saya utarakan. Mohon maaf apabila saya membuat kesalahan. Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamualaikum Warahmatullahiwabarakaatuh

Medina Alia Rahmawati

X9-20

Leave a Reply