Pidato6jan2015 6jan Pagi : GUBERNUR JAMBI

GUBERNUR JAMBI

Pidato Pada Peringatan

Hari Ulang Tahun ke 58 Provinsi Jambi

Disampaikan pada Sidang Paripurna

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi

Assalaamualaikum Wr.Wb.

Yth, Menteri Agama RI, Bapak Lukman Hakim Saefuddin

Yth, Saudara para anggota DPR RI dan DPD RI Asal Daerah Pemilihan Jambi.

Yth, Saudara Ketua, Para Wakil Ketua dan Para Anggota Dewan.

Yth,BapakBapak Mantan Gubernur Jambi beserta Ibu, atau Para Keluarga yang mewakili.

Yth, Bapak-Bapak dan Ibu-ibu Keluarga Pendiri dan Pejuang Provinsi Jambi.

Yth,Saudara-saudara Anggota Forkompimda Provinsi Jambi, Ketua Pengadilan Tinggi Jambi dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi beserta Istri.

Yth,Saudara para Bupati/Walikota, dan para pimpinan DPRD Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi beserta Istri.

Yth, Saudara Ketua Badan Musyawarah Keluarga Jambi (BMKJ) Jakarta

Yth, Tuo Tengganai, Tuan Guru, Alim Ulama, Cerdik Pandai. Hadirin dan hadirat para undangan yang berbahagia, Kok kecik idak kami sebut namonyo, kok gedang idak pulo kami imbau gelarnya.

Alhamdulillahirabbilalamin, pada hari ini kita kembali memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi yang ke-58 tahun 2015, dalam kondisi sehat wal-afiat. Untuk itu, marilah sekali lagi kita memanjatkan puji dan syukur atas nikmat yang telah diberikan, baik itu nikmat iman, maupun nikmat pembangunan yang telah kita rasakan saat ini.

Mengawali sambutan ini, izinkan saya menyampaikan ucapan Selamat Datang kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak Lukman Hakim Saefuddin beserta rombongan, di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini. Kehadiran Bapak beserta rombongan, tentunya telah mampu mendorong semangat Pemerintah daerah dan masyarakat Jambi untuk bekerja lebih baik lagi dalam pembangunan, khususnya pembangunan SDM yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Demikian pula kepada putra-putra terbaik Jambi yang berada dan bertugas di luar Jambi; Para Anggota DPR RI dan DPD RI Asal Daerah Pemilihan Jambi serta saudara-saudara yang mohon maaf tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

Dalam suasana kebahagiaan ini, tidak lupa pula saya atas nama Pemerintah Provinsi Jambi beserta segenap jajaran maupun secara pribadi, mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2015. Semoga di tahun yang baru ini Negara kita akan lebih baik dan kita semua diberi semangat baru untuk melanjutkan pembangunan kedepan.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan saya secara pribadi dan sebagai Gubernur Jambi beserta masyarakat dan segenap unsur Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya, kepada Bapak-bapak Gubernur Jambi yang terdahulu beserta keluarga, yang telah banyak berbuat dan bertekad untuk membangun Daerah Jambi yang kita cintai ini sesuai dengan zamannya. Begitu pula kepada para pendiri Provinsi Jambi yang telah mendahului kita, semoga amal bhaktinya diterima di sisi Allah SWT.

Bapak Menteri, Sdr. Ketua, Para Wakil Ketua, Para Anggota Dewan, Para undangan serta hadirin dan hadirat yang saya hormati.

Pada hari ini, 6 Januari 2015, Provinsi Jambi genap berusia 58 tahun. Pada momen perayaan HUT Jambi kali ini kita mengambil Tema: Sukseskan Jambi EMAS 2015 melalui pembangunan kesejahteraan sosial berbasis kearifan lokal. Hal ini sejalan dengan Visi Presiden baru kita Jokowi-JK yaitu: Terwujudnya indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Pembangunan Modal sosial menjadi penting dalam rangka menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan pada akhir Desember 2015 ini. Pemahaman terhadap nilai-nilai luhur budaya bangsa menjadi landasan untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan, toleransi, tenggang rasa, gotong royong, etos kerja, dan menciptakan kehidupan yang harmonis.

Pada hari ini saya akan mengajak kita semua untuk menoleh kebelakang, kita patut berbangga, karena sejak beberapa abad yang lalu Jambi telah dikenal dalam literatur kuno, nama daerah ini sering disebut dalam prasasti dan juga berita-berita Tiongkok. Ini merupakan bukti bahwa Jambi telah aktif membangun hubungan dengan dunia luar sejak dulu dan orang Tiongkok telah lama memiliki hubungan dengan Jambi, yang mereka sebut dengan nama Chan-Pei.

Pada masa lalu, di daerah Jambi diperkirakan pernah berdiri 3 kerajaan Melayu Kuno, yaitu Koying (abad ke-3 M), Tupo (abad ke-3 M) dan Kantoli (Abad ke-5 M). Ketiga kerajaan tersebut telah berinteraksi dan dikenal luas di wilayah asia tenggara. Hubungan kerjasama pemerintahan dan perdagangan terbangun tidak saja dikawasan regional namun telah sampai ke negeri Tiongkok.

Setelah kerajaan Koying, Tupo dan Kantoli runtuh; kemudian berdiri kerajaan Melayu Jambi yang diperkirakan berdiri sekitar tahun 644/645 M, lebih awal 25 tahun dari kerajaan Sriwijaya yang berdiri tahun 670 M. Harus kita akui bahwa sejarah tentang Melayu Kuno masih belum lengkap dan belum valid karena masih didasarkan berita-berita dari Tiongkok yang terkadang sulit ditafsirkan. Namun jika dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera, data-data arkeologis yang ditemukan di Jambi lebih lengkap dalam menggambarkan kondisi masa lalu.

Bapak Menteri, Para undangan serta hadirin dan hadirat yang saya hormati

Memasuki tahun kelima pemerintahan saya dan Fachrori, berbagai tantangan dan permasalahan global serta nasional mewarnai sepanjang perjalanan pembangunan sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Pemulihan ekonomi global yang masih terbatas dan sarat ketidakpastian sehingga berpengaruh pada turunnya permintaan dari negara-negara mitra dagang utama serta merosotnya harga komoditas ekspor di pasar dunia seperti sawit dan karet. Begitu pula dengan krisis harga minyak yang berdampak pada kenaikan harga BBM di Indonesia sebanyak dua kali yaitu pada tahun 2013 dan 2014, kemudian terus melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (USD) yang sempat menembus angka 13 ribu rupiah dan adanya kenaikan tarif dasar listrik sehingga berdampak terhadap naiknya semua kebutuhan dasar masyarakat.

Semua itu menyebabkan tingginya laju inflasi. Laju Inflasi Kota Jambi tertinggi selama 4 tahun, terjadi pada akhir tahun 2013 yaitu 8,74, dan pada tahun 2014 masih di angka 8,72. Meskipun harus menghadapi tantangan yang sangat berat sepanjang tahun 2010 sampai tahun 2014, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi walaupun mengalami sedikit perlambatan, relatif lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan di Provinsi-provinsi lainnya. Mulai bulan Januari sampai bulan November 2014 Ekonomi Jambi tumbuh 7,42 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan nasional 5,11 persen dan tertinggi di Sumatera.

Jika kita ingin lebih mendalami lagi tentang posisi Pertumbuhan Ekonomi dan PDRB Provinsi Jambi secara nasional berdasarkan Typology Klassen pada tahun 2013, Provinsi Jambi masuk dalam kategori Daerah yang cepat tumbuh (Rapit Growth Region), sebelumnya masuk dalam kategori Daerah sedang tumbuh (Retarted Region). Kita patut bersyukur dengan kondisi ini, artinya sepanjang tahun 2010-2014, kita telah mampu melewati sejumlah tantangan di bidang ekonomi, hal ini tergambar juga dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2014 Atas Dasar Harga Berlaku mencapai Rp 25,12 trilyun. Begitu pula dengan investasi yang masuk ke daerah Jambi, nilai investasi pada triwulan III tahun 2014 tumbuh hingga 5,3 persen dengan share pertumbuhan mencapai 1,0 persen. Demikian juga dengan kinerja ekspor dan impor Provinsi Jambi, yang berimplikasi terhadap surplusnya neraca perdagangan periode Januari-November 2014 sebesar 1,113 juta US Dollar

Bapak Menteri, Para undangan serta hadirin dan hadirat yang saya hormati

Kedepan tantangan kita dalam meningkatkan perekonomian daerah cukup tinggi, karena dalam Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Provinsi Jambi ditargetkan oleh pemerintah pusat pada tahun 2019 untuk meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi berkisar 8,5 – 9,3 persen, menurunkan Angka Kemiskinan berkisar 2,9 – 3,2 serta menurunkan Angka Pengangguran sebesar 3,6- 3,9 persen. Untuk itu pembangunan Kawasan Ekonomi Ujung Jabung sebagai Engine of Agent untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas merupakan prioritas utama. Hal ini sejalan dengan akan dijadikannya Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Berbicara tentang Poros Maritim Dunia, sejak zaman dahulu sebelum kedatangan pelaut eropa, Peradaban maritim Nusantara telah ada, hal ini dibuktikan dengan keberadaan 2 kerajaan maritim besar yaitu Sriwijaya yang menjadi kerajaan maritim selama 6 abad dan Majapahit. Kerajaan ini mampu menjangkau seluruh kepulauan yang berada diantara 2 benua dan 2 samudera bahkan mencakup sampai daerah Asia timur. Sayangnya setelah masuknya belanda yang menjajah Indonesia selama 350 tahun sejarah-sejarah itu banyak yang terputus tanpa kita sadari.

Disisi lain, membangun Maritim artinya kita kembali kepada ajaran Al-Quran. Allah SWT telah mengatur didalam kitab suci ini bagaimana proses dinamika pesisir dan kelautan, nilai ekonomi sumberdayanya baik sebagai fungsi pelayaran dan pemenuhan kebutuhan pangan serta industrialisasinya. Bahkan Tata cara pengelolaan pesisir dan kelautan yang berkelanjutan juga telah diatur dalam Al-quran. Kita bisa bayangkan ada 43 ayat yang memuat kata Laut dan 13 ayat yang memuat kata Darat di dalam Al-Quran yang artinya perbandingan ayat yang memuat kata Laut dan darat adalah 3 banding 1 sama dengan rasio luas laut dan Darat yaitu 3 banding 1.

Untuk mengembalikan peradaban maritim sebagai pijakan dalam membangun bangsa yang pernah begitu berkembang di bumi Nusantara berabad-abad lalu harus kita wujudkan. Dalam konteks ini, Provinsi Jambi tentunya akan memposisikan diri masuk kedalam bagian Poros Maritim dunia tersebut. Hal ini cukup beralasan baik secara historis maupun geo-strategis.

Letak geografis Provinsi Jambi yang sangat strategis dan menghadap ke laut china selatan. 70 persen total perdagangan dunia kini berlangsung di negara-negara Asia Pasifik. Saat ini telah terjadi pergeseran pusat ekonomi dunia dari poros Atlantik menjadi poros Asia Pasifik. 75 persen perdagangan di wilayah Asia Pasifik menggunakan transportasi laut, dan 45 persen diantaranya melewati Alur Laut kepulauan Indonesia (Alki). Posisi Jambi yang dilewati oleh Alki 1 serta Sea Lane of Communication menjadi sangat memungkinkan untuk dikembangkan.

Dalam kerangka tersebut di atas, Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan Pemancangan tiang pertama Pelabuhan Ujung Jabung pada tanggal 20 November 2014 yang lalu bahkan Kawasan Ekonomi Ujung Jabung telah di akomodir di dalam RTRW Provinsi Jambi 2013-2033. Pengembangan Kawasan Ekonomi Ujung Jabung, juga telah dicanangkan oleh Menteri Dalam Negeri RI sebagai salah satu Konsep pengembangan wilayah skala Kawasan di Indonesia.

Untuk percepatan pembiayaan Pelabuhan Ujung Jabung ini, kita juga telah mengusulkan agar Pelabuhan Ujung Jabung menjadi salah satu Tol Laut, hal ini akan dipertimbangkan oleh Menteri Koordinator Maritim sewaktu beliau berkunjung ke Jambi pada tanggal 20 Desember 2014. Oleh karena itu kami berharap kepada semua pihak terutama para Anggota DPR RI dan DPD asal Jambi untuk dapat membantu merealisasikan Pelabuhan Ujung Jabung untuk dijadikan Tol Laut.

Selain infrastruktur laut, kita juga melakukan perbaikan dan peningkatan jalan. Peningkatan dan Pengembangan jaringan infrastruktur jalan merupakan hal yang mutlak untuk menjadi perhatian, mengingat infrastruktur memiliki multiplier efek terhadap perekonomian daerah. Pada tahun 2010 Jalan Provinsi dalam kondisi baik sebesar 33 persen meningkat menjadi 39,57 persen pada tahun 2014. Sedangkan kondisi jalan dalam keadaan Rusak ringan dan berat terjadi penurunan dari 31,02 persen menjadi 25,17 persen. Dengan demikian kondisi Jalan Mantap atau jalan yang baik dan sedang pada tahun 2014 telah mencapai 74,82 persen atau 1.125 km, dari 1.504 panjang jalan Provinsi Jambi. Kondisi ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu 62,66 persen. Dalam RPJMD Provinsi Jambi 2010-2015 kita menargetkan jalan dalam kondisi mantap 75 persen, sehingga sampai tahun 2014 target tersebut telah mencapai 99,76 persen.

Kita berharap di tahun 2015 ini, kondisi baik dan sedang ini semakin meningkat, sehingga mampu menjadi tulangpunggung ekonomi daerah. Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Jambi pada tahun 2015 ini, masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang berbasis kearifan lokal, dan mengharapkan dukungan semua pihak untuk merealisasikannya, baik melalui pembangunan jalan khusus, maupun peningkatan status jalan dari jalan Provinsi ke jalan strategis nasional.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi terus memberikan dukungan pengembangan Bandara Bungo dan Depati Parbo, terlebih lagi dengan telah ditetapkannya Provinsi Jambi sebagai Pusat Logistik Bencana Sumatera, yang membutuhkan kelancaran akses transportasi darat, laut dan udara, sehingga arus barang dan jasa akan cepat sampai ke tujuan.

Bapak Menteri, Para undangan serta hadirin dan hadirat yang saya hormati

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Kota Jambi dibelah oleh sungai Batang Hari, dan penduduk kota seberang memiliki keunikan budaya dan juga dikenal dengan daerah religi, dahulu disebut dengan pacinan Jambi. Pada tahun anggaran 2014 ini telah selesai dibangun Pedestrian bridge yang membentang sungai Batang Hari ini. Pada salah satu sisi bentangan berada tepat di depan rumah dinas gubernur dan pada sisi lain di kampung arab melayu, dan juga dibangun Menara Gentala arasy yang juga dilengkapi dengan museum. Dengan demikian Pedestrian bridge ini terintegrasi dengan menara gentala arasy yang memiliki nilai estetika tinggi sekaligus sebagai icon /landmark kota jambi yang juga berfungsi sebagai wisata budaya dan religi.

Sejalan dengan itu Pasar Angso Duo mempunyai nilai historis yang tinggi pula. Sejak lebih kurang 13 tahun terakhir kota Jambi yang penduduknya relatif sedikit ternyata memiliki jam-jam macet mulai pukul 02.00 dinihari sampai pukul 07.00 WIB pagi, karena jalan raya difungsikan sebagai pasar induk. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalah tersebut, namun belum sepenuhnya berhasil. Pasar Angso duo ini sebagai Central Bisnis Distric (CBD), merupakan simbol perekonomian kota jambi mulai abad 18 dan merupakan jantung urat nadi perdagangan Provinsi Jambi dengan menampung berbagai komoditas baik dari dalam maupun dari luar Provinsi Jambi.

Pada tahun 2014 telah dimulai pembangunan pasar angso duo baru pada lahan seluas 7,2 hektar, tepat pada site pasar Angso Duo lama, sehingga nilai historis Angso Duo tetap lestari, dibangun dengan pola Build Operate Transfer Building (BOT) dengan total kontrak 146 milyar rupiah selama 5 tahun, yang kemudian menjadi asset dan kewenangan Provinsi Jambi untuk mengelolanya. Pasar angso duo tersebut berdekatan dengan 5 objek wisata yaitu Mesjid Agung Alfalah, Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Taman tanggo rajo, jembatan pedestrian dan menara gentala arasy. Dengan demikian kawasan Pasar angso duo menjadi salah satu bagian objek wisata potensial khususnya wisata belanja dan kuliner.

Bapak Menteri, Para undangan serta hadirin dan hadirat yang saya hormati.

Di bidang keagamaan, kami sangat konsen melakukan berbagai upaya peningkatan pendidikan umum maupun pendidikan agama. Melalui kunjungan Bapak Menteri beberapa waktu yang lalu, pada even Pembukaan Musabaqah Kiratil Qutub Nasional ke-5 di Pondok Pesantren Asad Olak Kemang, Kota Jambi, yang diikuti oleh 34 kafilah Provinsi se-Indonesia, telah memberikan pencerahan bagi Pondok Pesantren yang ada di Provinsi Jambi, untuk berkarya dan berinovasi meningkatkan daya saingnya.

Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri, karena penyelanggaraan MQKN ke-5 di Provinsi Jambi tersebut, mendapat apresiasi dari seluruh kafilah sebagai penyelenggaraan terbaik dan termeriah.

Mudah-mudahan, kehadiran Bapak di Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi kali ini, tidak hanya memberikan semangat bagi dunia pendidikan, akan tetapi juga memberikan semangat ke semua bidang pembangunan di Provinsi Jambi, terlebih tahun 2015 ini, Provinsi Jambi telah ditetapkan menjadi salah satu Provinsi Embarkasi Haji Antara, sesuai dengan SK Menteri Agama Nomor 205 tahun 2014.

Pemerintah Provinsi Jambi telah berupaya seoptimal mungkin untuk memenuhi prinsip-prinsip yang dipersyaratkan untuk menjadi Embarkasi Haji Antara ini, baik sarana dan prasarana maupun dari sisi anggaran serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi. Insya Allah, dengan Penetapan Jambi sebagai Embarkasi Haji Antara ini, dapat memenuhi keinginan masyarakat Jambi, dan permasalahan layanan haji yang dikeluhkan masyarakat selama ini.

Bapak Menteri, Para undangan serta hadirin dan hadirat yang saya hormati.

Sumber Daya manusia (SDM) adalah modal utama dalam pembangunan. Oleh karena itu kualitas SDM perlu terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan daya saing yang tinggi. Peningkatan SDM Provinsi Jambi ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada tahun 2010 sebesar 72,74 meningkat menjadi 74,35 pada tahun 2013. Untuk percepatan peningkatan IPM Provinsi jambi maka kita harus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG), walaupun masih terlihat ketimpangan IPG, peningkatan IPG kita selama 3 tahun telah menampakan hasil, yaitu pada tahun 2010 angka IPG kita 63,32 meningkat menjadi 64,45 pada tahun 2012. Begitu juga Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) dari 56 tahun 2010 meningkat menjadi 61.52 pada tahun 2012. Peningkatan ini tentunya hasil dari komitmen kita bersama meningkatkan kesetaraan gender yang tercermin dalam Misi ke 5 Jambi Emas 2015.

Untuk percepatan peningkatan daya saing SDM Provinsi Jambi, kami telah mengalokasikan Beasiswa pendidikan untuk masyarakat umum sejak tahun 2011. Sampai dengan tahun 2014 telah disalurkan beasiswa untuk Strata-3 kepada 430 orang, kemudian untuk Strata-2 sebanyak 2.045 orang dan untuk starata-1 sebanyak 6.465 orang. Disamping itu masih ada beasiswa Strata 1, 2 dan 3 untuk Aparatur sebanyak 7 orang untuk S3, 10 orang untuk S2 dan 1 orang untuk S1. Sehingga sampai tahun 2014 kita telah menyalurkan Beasiswa di luar Beasiswa SAMISAKE sebesar 102,42 Milyar rupiah.

Selain itu SDM juga merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi, yakni bagaimana SDM Jambi memiliki kualitas, keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global. Tantangan SDM Indonesia dan Jambi kedepan adalah Bonus Demografi pada rentang tahun 2010-2035, dimana pada saat itu kita akan mempunyai usia produktif yang jumlahnya besar dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2032, dimana rasio ketergantungan 42 per 100 usia kerja. Apabila dilihat menurut wilayahnya, Kabupaten/kota di wilayah bagian timur akan lebih cepat dalam memasuki periode Bonus Demografi, terutama Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Menyikapi kondisi tersebut, tidak ada kata lain, yang harus kita lakukan, selain meningkatkan kualitas SDM, yang dibarengi dengan peningkatan keterampilan, sehingga SDM Daerah Jambi memiliki daya saing yang tinggi dalam berkompetisi di era globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean.

Memang bukan hal yang mudah untuk menangkap peluang-peluang tersebut, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang, berbagai hambatan akan kita alami terutama masalah kemiskinan. Angka kemiskinan Provinsi Jambi selama empat tahun selalu berfluktuasi. walaupun terjadi perlambatan penurunan kemiskinan, pada September 2014 sebesar 8,39 persen. Angka ini masih jauh dibawah angka kemiskinan nasional yang pada September 2014 sebesar 10,96 persen. Masalah kemiskinan inilah yang akan menyebabkan berbagai keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dan berimbas pada kekurangan gizi, keterbatasan terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan serta infrastruktur dasar.

Bapak Menteri, Saudara Ketua, serta hadirin dan hadirat yang berbahagia,

Pada kesempatan ini saya ingin sampaikan juga, bahwa Pemerintah Provinsi Jambi, tidak membedakan pemberian layanan pendidikan umum dengan pendidikan yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama, sesuai dengan tingkat kewenangan. Kami-pun memiliki target, selain melakukan upaya penuntasan buta aksara huruf latin, juga berusaha untuk menuntaskan buta aksara Al-quran, yang telah mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.

Untuk itu, saya sekali lagi berterima kasih kepada Bapak Menteri Agama RI, yang telah memberikan Penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam tahun 2014, kepada Gubernur Jambi pada acara Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-69. Penghargaan ini, diberikan oleh Bapak Menteri Agama RI, kepada satu-satunya Gubernur se-Indonesia, yaitu Gubernur Jambi.

Bapak Menteri, serta hadirin dan hadirat yang berbahagia,

Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan. Satu hal yang perlu kami sampaikan pada hari ulang tahun Provinsi Jambi ini, bahwa dalam rangka mendukung Indonesia Bebas Pasung 2014, kita telah berhasil mengidentifikasi dan menjemput sebanyak 264 orang pasien yang dipasung, di 11 Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi.

Alhamdulillah, dari jumlah pasien yang dirawat tersebut, sudah ada yang kembali ke keluarganya, dan berdasarkan informasi dari masyarakat , sudah bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari, atau sudah ikut bekerja di kebun. Kita berharap upaya yang dilakukan ini, mendapat perkuatan juga dari Pemerintah Kabupaten/Kota.

Disamping itu Provinsi Jambi juga berupaya melakukan percepatan pencapaian Target-target Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015, dimana delapan tujuan dari MDGs seluruhnya untuk meningkatkan kualitas sosial ekonomi yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup manusia sebagai human capital. Pasca MDGs 2015 kita akan melanjutkan pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) yang konsepnya saat ini masih dipersiapkan.

Bapak Menteri, serta hadirin dan hadirat yang berbahagia,

Berdasarkan laporan PBB, saat ini Jumlah penduduk dunia sudah mencapai 7 milyar jiwa dan diprediksikan akan terus berkembang menjadi 9,6 milyar pada tahun 2050. Sedangkan daya tampung optimal bumi ini hanya sanggup menopang 4 milyar jiwa manusia, artinya pada tahun 2050 seharusnya kita perlu 3 bumi untuk dapat hidup layak. Kebutuhan Pangan menjadi ancaman baru yang mendorong persaingan negara-negara untuk memperebutkannya. Dalam hal ini Presiden Jokowi pada penyerahan DIPA beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa dalam lima tahun mendatang, prioritas pembangunan difokuskan pada swasembada pangan, energi, dan poros maritim. Infrastruktur akan mendukung prioritas-prioritas tersebut dalam rangka memenangi persaingan dalam perdagangan pangan lingkup ASEAN, swasembada pangan yang berdaya saing dan menyejahterakan petani merupakan syarat utama.

Dalam konteks ini laju pertumbuhan penduduk Provinsi Jambi lima tahun belakangan ini sebesar 2,5 persen per tahun atau di atas rata-rata laju pertumbuhan nasional yang hanya 1,45 persen per tahun. Peningkatan Jumlah penduduk ini bukan hanya disebabkan kelahiran, akan tetapi lebih dikarenakan migrasi. Sedangkan laju penurunan lahan pertanian berdasarkan kajian Lingkungan strategis (KLHS) Rencana Tata Ruang Provinsi Jambi Tahun 2013-2033 sebesar 5 persen pertahun. Pada kesempatan yang berbahagia ini saya menghimbau para Bupati/walikota dapat memprioritaskan kemandirian pangan di daerah masing-masing. Kita sudah mempunyai Kampung Pangan terpadu yang dapat dioptimalkan pemanfaatannya sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Gubernur Jambi Nomor 30 Tahun 2012 Tentang Penetapan Kawasan Kampung Pangan Terpadu. Kemudian kita juga dapat menghidupkan kembali Tanaman Pangan Keluarga, apalagi dengan akan dilaksanakannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa suatu moment yang tepat untuk menjadikan desa sebagai ujung tombak ketahanan pangan daerah. Kita juga berharap dengan hidupnya ekonomi desa dapat mengembalikan sarjana-sarjana lingkup pertanian yang selama ini enggan bekerja dibidangnya dapat terpanggil untuk membangun pertanian di desa.

Kita semua mengetahui bahwa Sektor Pertanian telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembentukan PDRB Provinsi Jambi, khususnya sub-sektor perkebunan. Oleh karenanya, komoditas perkebunan di Provinsi Jambi, menjadi komoditas strategis dan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi di Provinsi Jambi. Kontribusi sektor pertanian ini dalam pembentukan PDRB Provinsi Jambi, mencapai 29,2 persen dengan serapan tenaga kerja mencapai 736,2 ribu orang atau 49,4 persen dari total pekerja. Melihat kondisi ini, tentunya Pemerintah Provinsi Jambi, telah mengambil langkah-langkah kebijakan dalam kerangka peningkatan kesejahteraan petani Provinsi Jambi.

Untuk mengantisipasi berbagai gejolak harga komoditi perkebunan yang tidak menentu saat ini, tentunya sektor ekonomi masyarakat perlu kita perkuat. Seraya tetap memelihara momentum pertumbuhan ekonomi daerah, maka mari kita pastikan bahwa produk-produk unggulan daerah khususnya produk UMKM, semakin kompetitif, sehingga memiliki peluang yang lebih besar di tingkat nasional dan pasar tingkat dunia.

Selain Perkebunan, Provinsi Jambi masih mempunyai potensi Kelautan dan perikanan yang tingkat pemanfaatannya masih rendah. Perairan laut baru dimanfaatkan 40 persen , perairan umum baru dimanfaatkan 17 persen. Secara ekologis wilayah pesisir kita merupakan perairan yang subur dengan jumlah muara yang sangat banyak yang merupakan tempat bermijah ikan-ikan yang setelah dewasa akan bermigrasi ke laut. Secara ekonomi, Potensi ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711 yang meliputi Laut china Selatan dan selat karimata mempunyai potensi 1,003 juta ton ikan yang tingkat pemanfaatannya masih sekitar 35 persen. Potensi inilah yang harus ditangkap oleh nelayan-nelayan asal Jambi. Sayangnya dengan panjang pantai sepanjang 210 Km kita hanya mempunya 2 pelabuhan perikanan dengan armada penangkapan yang didominasi oleh kapal yang kapasitasnya dibawah 12 GT. Keterbatasan teknologi inilah yang dialami oleh sebahagian besar nelayan di Indonesia. Kedepan kita harus melakukan terobosan inovasi teknologi sehingga proses inovasi teknologi ini diharapkan mampu melakukan tranformasi teknologi penangkapan ikan yang tradisional menjadi modern.

Secara pertahanan keamanan, posisi pantai Timur Jambi sudah saatnya dapat dijadikan pangkalan Angkatan Laut dalam pengamanan teritorial ataupun sumberdaya kelautan, karena dengan posisi Jambi tersebut akan menjadi tempat keluar masuknya orang dan barang secara Illegal yang akan mengganggu keamanan. Terlebih lagi dengan adanya Konflik Laut China Selatan dimana Tiongkok mengklaim sebahagian kawasan territorial Negara lain termasuk Natuna dan kawasan Zona ekonomi ekslusif Indonesia (ZEEI) di WWP 711 menjadi bagian teritorialnya. Kawasan perairan Natuna dan Laut China Selatan juga merupakan kawasan rawan pencurian ikan. Pencurian ikan didominasi nelayan asal Vietnam, Thailand. dan China. Melihat semua potensi kelautan dan perikanan yang kita miliki diatas maka Provinsi Jambi telah membuat Rencana Rinci Kawasan Strategis Pantai Timur Jambi.

Bapak Menteri, serta hadirin dan hadirat yang saya muliakan;

Di Bidang Lingkungan Hidup, Jambi Sebagai jantung pulau Sumatera menjadi motor untuk mendorong pengelolaan sumberdaya alam, termasuk pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berkeadilan, yang bermanfaat secara ekonomi dan ekologi. Pemerintah Provinsi Jambi sendiri mengupayakan pengurangan emisi karbon ini, mencapai hampir 55 Mega Ton karbon dioksida ekivalen (CO2e) sampai tahun 2030 dari bussines as usual.

Dari angka tersebut, 86 persennya atau setara dengan 47,3 Mega ton CO2e berasal dari sumbangan sektor hutan dan lahan. Dan ini mengartikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan penurunan rata-rata sebesar 1,58 Mega ton CO2e per tahun dari sektor hutan dan lahan.

Saya yakin kita mampu untuk mencapai itu semua, karena kondisi hutan kita di Provinsi Jambi, sangat dipengaruhi oleh struktur dan praktek pengelolaan hutan, dimana pengelolaan hutan yang baik, adalah pengelolaan yang menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dalam setiap kegiatan pengelolaannya

Bapak Menteri, serta hadirin dan hadirat yang berbahagia

Sebagaimana yang tertuang pada Rancangan Awal RPJMN 2015-2019, good governance atau pemerintahan yang baik menjadi pengarusutamaan selain Pembangunan yang berkelanjutan dan kesetaraan Gender. Good governance mensyaratkan adanya ruang kesetaraan diantara aktor-aktor pembangunan, yakni swasta, masyarakat sipil dan pemerintah. Untuk itu ada pergeseran paradigma dari Good Governance menjadi Democratic Governance, yang ditandai salah satunya oleh pelayanan publik yang berkualitas.

Dalam pelaksanaan pembangunan, segalanya harus terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itulah mulai tahun ini, daerah-daerah yang kinerjanya buruk tidak akan diberikan Dana Alokasi Khusus (DAK). Dalam hal ini semua Kementerian/Lembaga serta kepala daerah baik Provinsi atau Kabupaten/Kota harus mengikuti apa yang diamanatkan dalam Permenpan 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja Dan tata cara reviu atas laporan kinerja.

Pada kesempatan ini saya mengingatkan kembali kepada para Bupati dan Walikota yang nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) masih rendah (Nilai C, D dan E) untuk segera memperbaikinya. Sebagai informasi pada tahun 2011 Nilai SAKIP Kabupaten/Kota di provinsi Jambi yang masuk kategori cukup baik (CC) hanya 1 Kabupaten kemudian pada tahun 2013 yang mendapat Nilai CC meningkat menjadi 4 Kabupaten selebihnya mendapat nilai Kurang Baik (C).

Dalam meningkatkan kemampuan keuangan daerah, Pemerintah Provinsi Jambi terus melakukan optimalisasi pendapatan, baik yang bersumber dari PAD maupun dari sumber-sumber lainnya. Jika kita lihat pada tahun 2010, Pendapatan Daerah baru mencapai 1,640 triliun rupiah, dan pada tahun 2014 telah mencapai 3,223 triliun rupiah, atau terjadi peningkatan Pendapatan Daerah sebesar 96,54 persen. Begitu juga pada sisi Belanja Daerah, dimana pada saat saya baru menjabat sebagai Gubernur

Jambi di tahun 2010 baru mencapai 1,488 triliun rupiah dan pada tahun 2014 Belanja Daerah telah mencapai 3,185 triliun rupiah, atau meningkat sebesar 114,04 persen. Percepatan pencapaian tersebut, tidak lepas dari dukungan dari Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Provinsi Jambi.

Dalam pengelolaan keuangan, Pemerintah Provinsi Jambi dinilai telah taat azas dalam pengelolaan keuangan daerah, dengan diberikannya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK selama 2 tahun berturut-turut yaitu tahun 2012 dan 2013.

Untuk Percepatan pencegahan dan pemberantasan korupsi, Provinsi Jambi telah menyusun Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (ADPPK) setiap tahunnya. Pada tahun 2014 seluruh Kabupaten/Kota telah membuat ADPPK sesuai dengan amanat Perpres 55 Tahun 2012 tentang Rencana Jangka Panjang dan Jangka menengah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.

Hadirin dan hadirat yang berbahagia,

Stabilitas keamanan di daerah sangat menentukan tumbuhnya investasi. Berdasarkan penilaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI), Provinsi Jambi termasuk salah satu provinsi teraman di Indonesia, dengan eskalasi konflik dan peristiwa kriminal yang rendah. Stabilitas ini terlihat dari pencapaian skor Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Jambi yang diatas rata-rata nasional sedangkan berdasarkan penilaian Indonesia Governance Index (IGI) menempati peringkat ke-4 tatakelola pemerintahan di Indonesia dengan nilai tertinggi pada arena transparansi birokrasi yang mencapai angka 10.

Dalam Pelaksanaan Inpres Nomor 1 tahun 2014 tentang penangganan gangguan Keamanan dalam negeri, dimana setiap triwulan ada penilaian Laporan Rencana Aksi Penangganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri. Pada triwulan I tahun 2014 Provinsi Jambi mendapat Ranking 1 se-sumatera dan ketiga nasional, kemudian Pada triwulan II, mendapat Ranking 3 sumatera, dan rangking 7 Nasional. Kemudian pada Triwulan III, kita kembali menjadi Rangking 1 tertinggi di sumatera, dan ke 4 nasional. Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik kepada Polda Jambi, Kejati Jambi dan Danrem 142 Garuda Putih Jambi sehingga kita mendapat penghargaan ini.

Sama halnya dengan Provinsi lainnya, Provinsi Jambi juga mengalami berbagai gangguan dan konflik, meskipun itu hanya riak-riak kecil yang merupakan dinamika perjalanan reformasi dan demokrasi. Riak-riak kecil tersebut, telah dapat diatasi oleh aparat, melalui peningkatan pengawasan dan penyebarluasan informasi, dengan menjalin hubungan dan meningkatkan kebersamaan antara aparat pemerintah, aparat penegak hukum dan seluruh komponen lapisan masyarakat termasuk peran dari tokoh-tokoh agama di Provinsi Jambi.

Perlu saya sampaikan kepada Bapak Menteri, bahwa sampai saat ini, Alhamdulillah di Provinsi Jambi tidak pernah terjadi konflik yang berlatar belakang agama, etnis atau unsur sara lainnya, meskipun di Daerah Jambi hidup berbagai etnis dan agama. Hal ini tergambar dari nilai Indeks Aspek Kebebasan Sipil Provinsi Jambi pada tahun 2013 masuk kategori baik yaitu sebesar 84,95. Indeks ini dinilai dari empat aspek, yaitu indeks Kebebasan Berkumpul dan Berserikat sebesar 100, indeks Kebebasan Berpendapat 77, 79 indeks kebebasan berkeyakinan sebesar 79,11, indeks kebebasan dari diskriminasi sebesar 96,70.

Bapak Menteri, serta hadirin dan hadirat yang berbahagia

Melalui Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi yang ke-58 ini, saya juga ingin menyampaikan perkembangan program Satu Milyar Satu Kecamatan (SAMISAKE) di Provinsi Jambi. Karena program ini dilaksanakan dalam kerangka percepatan penurunan angka kemiskinan dengan strategi pro poor, pro job dan pro environment.

Sasaran SAMISAKE ini adalah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang pada tahun 2010 tercatat sebanyak 34.180 RTSM, kemudian kami menginventarisirnya by name by address menjadi 25 ribu RTSM, Alhamdulillah menurut data BPS pada September 2013 RTSM Provinsi Jambi telah menurun menjadi 14.600 RTSM. Dana yang telah dan akan kami salurkan sampai dengan tahun 2015 untuk Program SAMISAKE ini adalah 546 milyar rupiah atau lebih dari setengah triliun rupiah.

Salah satu kegiatan Program SAMISAKE ini adalah bedah rumah. Rumah yang layak dan sehat merupakan hal yang mendasar bagi kehidupan masyarakat, karena 80 persen penyakit datangnya dari rumah yang tidak sehat, terutama dari atap, lantai dan dindingnya. Kesehatan merupakan modal dasar masyarakat untuk dapat berproduksi dan meningkatkan kapabilitasnya. Target sampai dengan tahun 2015 sebanyak 25.000 unit rumah yang akan dibedah, dari target tersebut sampai dengan bulan Desember 2014 telah melebihi atau sebanyak 25.688 rumah. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberi dukungan pembiayaan, yaitu dari perusahaan-perusahaan melalui dana CSR, Bazda dan Menpera melalui dana APBN. Disamping itu Bedah rumah ini sudah menjadi suatu gerakan, sehingga telah diikuti pula oleh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jambi.

Selain bedah rumah masih ada kegiatan lainnya yaitu: 1) Sertifikasi tanah sebanyak 611 persil; 2) Bantuan Pengobatan (Jamkesmasprov) sebanyak 51.078 kasus; 3) Bantuan Beasiswa bagi murid mulai dari tingkat Sekolah dasar (SD) sampai dengan Perguruan Tinggi sebanyak 43.935 siswa; 4) Bantuan UMKM sebesar 5 juta rupiah per Kepala Keluarga (KK) untuk 3786 KK; 5) Sarana dan prasarana kebersihan lingkungan sebanyak 302 unit.

Pada tahun 2014, kami juga telah merekrut pendamping SAMISAKE, yaitu Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP3) sebanyak 138 orang atau satu kecamatan satu pendamping SP3. Pada tahun Anggaran 2015 kami akan memberikan Kendaraan roda dua bagi SP3 agar dapat memperlancar tugas mereka sehari-hari.

Bapak Menteri, serta hadirin dan hadirat yang berbahagia

Seperti yang kita ketahui bersama tahun ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD Provinsi Jambi 2010-2015. Untuk itu saat ini kita telah menyusun Background Study RPJMD Provinsi Jambi tahun 2015-2020 dan akan dilanjutkan dengan Penyusunan Rancangan Teknokratik RPJMD Provinsi Jambi tahun 2015-2020 dan setelah ditetapkan Gubernur terpilih pada akhir tahun 2015 atau awal tahun 2016, akan dilanjutkan dengan membuat Rancangan Awal dan akhir RPJMD Provinsi Jambi tahun 2015-2020.

Pada tanggal 3 Agustus nanti, kepemimpinan saya dan Fachrori akan berakhir. Kita akan melaksanakan pemilihan kepala daerah kembali yang diperkirakan pada tahun 2016, melalui sidang paripurna kali ini saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh lapisan masyarakat yang telah mensukseskan Jambi EMAS 2015 ini. Semoga Pilkada yang akan kita laksanakan dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya, Amin

Hadirin dan hadirat yang berbahagia,

Sebelum saya menutup sambutan ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Para Bupati/Walikota beserta jajarannya, khususnya pada Para Camat yang telah bekerja keras untuk mensukseskan Program Samisake. Untuk itulah, sebagai wujud terima kasih atas kerja keras tersebut kami memberikan penghargaan Samisake Award kepada Para Camat.

Untuk itu kami menetapkan Camat-camat sebagai berikut sebagai peraih Samisake Award yaitu :

Penyelenggara Terbaik III, Saudara Taufik, S.Ag, Camat Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi

Penyelenggara Terbaik II, Saudara Drs. Muhammad Idrus, Camat Sarolangun Kabupaten Sarolangun

Penyelenggara Terbaik I, Saudara Himawan Susanto, SE, M.Ec.Dev, Camat VII Koto Kabupaten Tebo.

Mengakhiri sambutan ini, saya perlu mengingatkan bahwa tantangan ke depan dalam membangun Jambi, tidaklah ringan. Untuk itu saya mengharapkan dukungan semua pihak sehingga Berat samo kito pikul, ringan samo kito jinjing, segalo yang kito terimo dari nan tuo maupun nan mudo di kabupaten maupun sampai ke desa, kok tibo di kepalo kito junjung, tibo di bahu kito pikul, tibo di lutut kito jinjing. Itu sebagai tando dalam satu kesatuan, tando kito besamo.

Banyak aral yang melintang, banyak batu yang menghadang, namun saya berkeyakinan dakdo lagi tanah yang bebengkah, nan ado tanah bepayo, dak ado lagi kato yang betingkah, lah ado kato nan se-iyo. Kok hiruk di hilir kito hilirkan, kok hiruk di hulu kito hulukan, kok hiruk di tengah kito kampungkan. Peran Kabupaten/Kota juga ikut menentukan pencapaian berbagai target investasi dan capaian output atau outcome Jambi Yang Ekonominya Maju, Aman, Adil dan Sejahtera.

Akhirnya, izinkan saya atas nama Gubernur dan Masyarakat Jambi mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi dalam pelaksanaan pembangunan di Provinsi Jambi. Semoga Allah SWT melimpahkan taufik dan hidayah-Nya serta senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan, sehingga apa yang sedang dan yang akan kita lakukan bersama untuk membangun Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah senantiasa mendapat rahmat dan ridho-Nya, amin. Dan izinkan saya menyampaikan pantun sebagai berikut:

Batang daun di dalam peti

Tando ado besi berani

Ulang tahun kito peringati

Tando kito introspeksi diri

Meranti kayu menjadi tanggo

Dekat bahtera milir ke muaro

Jambi maju karno besamo

Rakyat sejahtero tujuan kito

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jambi, 6 Januari 2015

GUBERNUR JAMBI

H. HASAN BASRI AGUS