Pidato Kejujuran : Salam Sejahtera Untuk Kita Semua.

Assalaamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang terhormat, Dewan Juri lomba pidato,

Bapak Ibu Guru yang saya muliakan,

Serta teman-temanku yang budiman.

Marilah kita senantiasa memuji dan bersyukur kehadirat Allah swt atas segala nikmat-Nya, hingga kita dapat bersua pada hari yang baik ini, dan dalam acara yang baik pula. Sholawat dan salam senantiasa kita lazimkan ke atas Rasululloh saw, sebagai salah satu bukti cinta kita kepada beliau.

Dewan Juri yang terhormat, dan teman-teman pelajar yang budiman.

Ijinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Siti Rodiyah, kelas 5 SD Negeri Jembayat 04. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan sebuah pidato yang berjudul kejujuran.

Kejujuran merupakan salah satu sifat yang terpuji. Teman-teman, apa itu jujur? Ayo siapa yang tahu? Ya, jujur artinya tidak berbohong, tidak berdusta, dan mengatakan kebenaran. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, jujur berarti tulus hati, tidak curang, terhadap diri sendiri maupun orang lain. Sedangkan menurut istilah kejujuran adalah keselarasan antara kata hati dengan ucapan, sikap dan perbuatan.

Orang bijak mengatakan bahwa kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana-mana. Tentu ini hanyalah sebuah kiasan. Maksudnya adalah, orang berlaku dan berkata jujur akan dipercayai, dihargai, dan disegani oleh kawan maupun lawan, di mana saja ia berada.

Namun, saat ini tindakan jujur sudah terkikis oleh budaya tidak jujur. Budaya tidak jujur dapat terjadi karena orang ingin mendapatkan keuntungan dengan jalan yang singkat. Contoh tindakan-tindakan tidak jujur diantaranya, pejabat yang melakukan korupsi. Dari tingkat kelurahan, kecamatan, daerah, sampai tingkat pusat. Mereka berbuat demikian karena mereka tidak jujur. Kenapa mereka tidak jujur? Karena mereka ingin mendapat keuntungan yang jauh lebih banyak. Contoh yang lain, ini terjadi di kalangan kita sendiri, para pelajar. Siswa yang menyontek pada saat ulangan. Kenapa mereka menyontek? Karena mereka ingin mendapat keuntungan nilai yang tinggi tanapa belajar lebih keras. Itu semua adalah cerminan bahwa budaya tidak jujur mulai mengikis budaya kejujuran.

Dewan juri yang terhormat, serta teman-teman pelajar yang budiman.

Tidak ada kehidupan yang bahagia, aman, tenteram, dan selamat tanpa kejujuran. Orang yang sudah berbohong, akan melakukan kebohongan-kebohongan yang lain untuk menutupi kebohongannya yang pertama. Hidupnya akan selalu resah, selalu merasa bersalah, dan diliputi perasaan was-was. takut kebohongannya terbongkar.

Oleh karena itu, khususnya kepada teman-teman pelajar, marilah kita tempa diri kita dengan sifat jujur. Dengan berbuat jujur akan ada banyak manfaat yang kita peroleh, antara lain, kita akan menjadi orang yang dapat dipercaya, hati dan perasaan kita akan merasa tenang, menghindarkan kita dari masalah-masalah, dan tentu saja kita akan mendapat pahala dan menjadi hamba Tuhan yang taat menjalankan perintah-Nya.

Sekali lagi, kepada seluruh pelajar Indonesia, jadikanlah sifat jujur sebagai watak dasar kita. Karena kita adalah calon-calon pemimpin masa depan Indonesia. Dengan kejujuran dan kerja keras, gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Karena jika kalian terjatuh, kalian akan terjatuh di antara bintang-bintang.

Bernyanyi Mars pelajar:

Pemuda pelajar, giatlah belajar

Kejar cita-citamu

Tak kenal rintangan tetap trus maju

belajar sekuat tenaga

Ingatlah selalu akan kwajibanmu

tetap insaf dan sadar

Junjunglah derajat bangsa dan negara

Ingatlah panggilan nusa.

Demikian pidato yang saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan.

Wassalaamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.