Pidato Sarat Sindiran, Siapa Yang Dimaksud Megawati?

Jelang Derbi Manchester
Misi Aguero Akhiri Paceklik Gol di Old Trafford
Alfa Mandalika - 09 April 2015 15:00 wib
Sergio Aguero. (Foto: AFP/Glyn Kirk)
Metrotvnews.com, Manchester: Sergio Aguero tengah berusaha mencari gol. Ya, terakhir eks bomber Atletico
Madrid itu mencetak gol ialah saat Manchester City mengalahkan Newcastle United.
Tercatat, sudah 556 menit Aguero belum menyarangkan bola ke gawang lawan. Oleh karena itu, momen
menghadapi Manchester United akhir pekan ini akan coba dimanfaatkan oleh mantan menantu Diego Maradona
itu.
"Saya selalu suka mencetak gol, tapi tentu saja itu lebih jadi istimewa saat mencetak gol di pertandingan besar,"
tutur Aguero.
"Jika Anda mencetak gol ke gawang United di Old Trafford, itu akan membuat saya merinding. Pasalnya, Anda
akan merasakan suasana tegang dengan sebagian besar isi stadion, dan akhirnya fan bisa merayakan dengan riang
gembira," sambungnya.
Aguero pun tetap percaya bahwa The Citizens bisa mempertahankan gelar. Meski saat ini bertengger di posisi
keempat, City tetap optimistis.
"Tentu saja kami masih bisa juara. Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Semuanya bisa berubah, kami telah
melihat begitu banyak contoh. Saat ini, kami hanya perlu fokus pada diri kami sendiri dan mencoba untuk
memenangkan setiap pertandingan yang kami mainkan," urainya. (Sky Sports)
ASM
http://bola.metrotvnews.com/read/2015/04/09/383564/misi-aguero-akhiri-paceklik-gol-di-old-trafford
Pidato Sarat Sindiran, Siapa yang Dimaksud
Megawati?

Tri Kurniawan - 09 April 2015 15:21 wib
Megawati menyampaikan pidato politik saat pembukaan Kongres IV PDI Perjuangan, di Hotel Inna Grand Bali Beach, Bali,
Kamis (9/4). Antara Foto/Andika Wahyu

Metrotvnews.com, Bali: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpidato saat pembukaan
Kongres ke-IV PDI Perjuangan. Isi pidatonya sarat dengan sindiran.
Kongres PDI Perjuangan digelar di Grand Inna Bali Beach Hotel, Denpasar, Bali, Kamis (9/4/2015). Ribuan
simpatisan dan kader PDI Perjuangan tumpah ruah di perhelatan lima tahunan itu.
Presiden Joko Widodo yang hadir sebagai kader dan Wakil Presiden Jusuf Kalla duduk di kursi barisan paling
depan. Keduanya mengapit kursi yang diduduki Megawati. Acara itu juga dihadiri tokoh partai politik yang
tergabung dalam Koalisi Merah Putih.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Megawati yang menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan sejak 1998 diminta
menyampaikan wejangan. Berbagai hal ia sampaikan dengan menggebu-gebu. Namun, terselip sindiran-sindiran
dalam pidato itu.
1. Partai jadi beban demokrasi
Megawati menilai belakangan ini muncul pandangan yang menganggap partai adalah beban demokrasi. Saat
bersamaan, muncul gerakan deparpolisasi.
"Ada pihak dengan mengatasnamakan independensi, selalu mengatakan partai adalah beban demokrasi. Saya tidak
menutup mata terhadap berbagai kelemahan partai politik," kata Presiden kelima itu.
2. Pemilik modal di balik deparpolisasi
Proses deparpolisasi, menurut Megawati, tidak berdiri sendiri. Ada kekuatan modal di baliknya.
"Mereka kaum oportunis yang tidak mau bekerja keras membangun rakyat. Tapi menunggu, lalu menyalip di
tikungan," tegas Mega disambut sorak sorai peserta kongres.
3. Presiden jalankan kebijakan partai
Perempuan kelahiran Yogyakarta itu mengatakan seorang kepala negara dan kepala pemerintahan tetaplah kader
partai politik. Maka, sudah seharusnya menjalankan garis-garis kebijakan partai politiknya.
Bukan malah menjadi independen dari partai politik. "Presiden dan Wapres sudah sewajarnya menjalankan garis
kebijakan partai," serunya.
Pesan itu mungkin disampaikan untuk Jokowi. Beberapa waktu lalu, santer terdengar hubungan Jokowi dengan PDI
Perjuangan tidak harmonis. Penyebabnya diduga karena Jokowi tidak melantik Komjen Budi Gunawan sebagai
kapolri.
4. Jangan pecah
Megawati meminta kader tidak bercerai berai. Menurutunya, segala tantangan merupakan irama perjuangan. Kader
diajak memeras keringat bersama untuk kepentingan semua.
"Saya mengajak simpatisan dan kader untuk tetap teguh pada ideologi. PDI Perjuangan adalah satu kesatuan, tidak
boleh bercerai berai oleh pasang surut perjuangan," cetusnya.
Untuk diketahui, dua partai politik yakni Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan, sedang terbelah. Kader di dua
partai itu berkonflik sejak ajang pemilihan ketua umum.
5. Dikhianati dan ditusuk dari belakang
Perempuan bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri itu mengaku berulang kali menelan
pil pahit dalam berpolitik. Dia mengaku dikhianati, bahkan ditusuk dari belakang.
"Saya bertahan meski banyak pengkhianatan, meski saya berulang kali ditusuk dari belakang. Alhamdulillah saya
tetap bertahan dan lolos dari berbagai cobaan," terang ibu tiga anak itu.
6. Pemimpin harus setia pada konstitusi
Dia menyampaikan seorang pemimpin tak perlu berhitung akibat yang timbul dari kebijakannya, asal berpegang
teguh kepada konstitusi. Pemimpin jangan memikirkan opini yang berkembang.
"Kepemimpinan yang menyatu rakyat dan setia konstitusi. Sifatnya mutlak, pemimpin harus setia kepada
konstitusi, tanpa menghitung akibatnya," katanya.
Sindiran ini lagi-lagi diduga ditunjukkan ke Jokowi. Terkait pembatalan melantik Budi Gunawan sebagai kapolri,
alasan Jokowi adalah melihat banyaknya penolakan di masyarakat.
Sementara, Budi menjadi kapolri sudah sesuai dengan undang-undang. Dia diajukan Jokowi ke DPR untuk
menjalani proses politik. DPR pun setuju. Namun setelah itu, Jokowi malah mengganti Budi dengan calon lain,
Badrodin Haiti.
7. Yang ngebet jadi ketua umum harus sabar
Mega memetik pelajar politik sejak menjadi anggota biasa hingga berulang kali didapuk menjadi Ketua Umum PDI
Perjuangan. Menurutnya, seorang politikus harus memiliki kesabaran revolusioner, bertumpu pada keyakinan
politik, dan memegang teguh prinsip.
Berpolitik, lanjut Mega, juga harus jujur. Dia menegaskan politik bukan meraup kemenangan atas dasar kekuatan.
Prinsip-prinsip itu membuat Megawati terus bertahan memimpin Kandang Banteng hingga saat ini.
Pidato tersebut mungkin ditunjukkan untuk kader-kader yang ngebet menjadi pemimpin. Dorongan agar kader
selain Megawati maju sebagai calon ketua umum memang menyeruak menjelang kongres.
Sebuah lembaga survei menyebut, empat kader PDI Perjuangan yang layak menjadi calon ketua umum adalah Joko
Widodo, Pramono Anung, Puan Maharani, dan Ganjar Pranowo.
***
Jokowi tak menanggapi pidato politik Megawati Soekarnoputri. Padahal, saat pidato, Mega jelas menyinggung
hubungan presiden dan partai politik.
Jokowi hanya tersenyum saat ditanyai oleh wartawan dan terus menyalami kader PDI Perjuangan.
Sedangkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh beranggapan, harapan Megawati kepada pemerintah tak
berlebihan. Pemerintah dan partai pengusung memang harus bergandengan tangan.
Kerja sama multak harus terjadi karena ini pemerintahan. Saya pikir harapan ibu Megawati itu tidak berlebihan,
kata Surya Paloh di arena kongres.
TRK
http://news.metrotvnews.com/read/2015/04/09/383581/pidato-sarat-sindiran-siapa-yang-dimaksud-megawati