Pidato : Yang Terhormat Bapak Kepala SMA Negeri 1 Negara,

Yang terhormat Bapak Kepala SMA Negeri 1 negara,

Yang saya hormati Ibu Bapak guru SMA Negeri 1 Negara,

Serta teman-teman yang saya kasihi,

Om Swastyastu.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmat-Nyalah kita dapat berkumpul di hari yang indah ini.

Hadirin yang saya hormati,

Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan topik yang menarik dan sedang banyak dibicarakan. Yaitu tentang aksi unjuk rasa atau demo yang berlangsung rusuh.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyampaikan aspirasi kita, salah satunya melalui demo atau unjuk rasa. Belakangan ini memang marak terjadi demo/unjuk rasa. Bukan hanya di ibu kota saja, bahkan di daerah-daerah juga sering terjadi demo, terutama pada saat adanya rencana kenaikan BBM. Tentu hal itu sah-sah saja dilakukan, karena negara kita merupakan negara demokrasi. Oleh karena itu kita bebas untuk menyampaikan pendapat kita sebagai bagian dari suatu negara.

Hadirin yang saya hormati,

Kebebasan berpendapat khususnya dengan cara demo bisa menimbulkan hal yang positif, karena warga negara bisa berpartisipasi dalam menentukan suatu keputusan yang berhubungan dengan masa depan bangsa. Tapi ternayata unjuk rasa / demo juga bisa menimbulkan hal yang negatif, salah satunya adalah saat demo berubah menjadi rusuh. Demo yang seharusnya menjadi tempat untuk menyampaikan pendapat dan menuntut keadilan justru menjadi ajang saling bentrok antara demonstran dengan polisi, demonstran dengan warga bahkan antar demonstran yang berbeda pendapat. Ada banyak kerugian yang ditimbulkan ketika unjuk rasa menjadi rusuh. Unjuk rasa yang rusuh bisa menelan banyak korban, bukan hanya para pendemo bahkan anggota polisi, TNI, ataupun warga yang tidak bersalah bisa menjadi korbannya. Para demonstran juga seringkali merusak fasilitas umum, seperti pos polisi, pagar pembatas jalan tol, rambu-rambu lalu lintas dan masih banyak fasilitas umum lainnya yang dirusak. Pada demo kenaikan BBM beberapa waktu lalu kerusakan pagar gedung DPR saja ditafsirkan mencapai 5 Milyar. Berarti jika diakumulasikan kerugian pemerintah akibat demo yang rusuh bisa mencapai angka puluhan milyar. Kenaikan harga BBM memang ditunda, tetapi pemerintah justru mempunyai tugas baru, yaitu untuk menambah anggaran untuk memperbaiki semua fasilitas yang dirusak oleh pendemo.

Para hadirin yang saya hormati,

Di tengah masyarakat yang mulai lebih kritis dalam menaggapi pemerintahan, seharusnya penyampaian pendapat bisa dilakukan dengan tertib. Demo yang baik dapat dilakukan dengan melakukan aksi sosial secara damai, tidak membuat jalanan macet, tidak merusak fasilitas umum dan tentunya tidak menimbulkan kerugian bagi pihak lain.

Bapak, Ibu serta teman-teman yang saya kasihi,

Demikianlah topik yang dapat saya sampaikan. Semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat untuk kita semua. Saya mohon maaf apabila ada kesalahan kata-kata yang kurang berkenan di hati para hadirin.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih.

Om Santih, Santih, Santih Om

Leave a Reply