Naskah Pidato Saya Lulus. Seharusnya Menganggapnya Sebagai

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kepada Yang Terhormat Bapak dan Ibu Guru SMA N 1 Cilegon.

teman teman kelas 12 angkatan 2009, yang teramat saya cintai serta para tamu undangan yang berbahagia.

Pertama tama marilah kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa

karena pada hari yang cerah ini kita semua dapat berkumpul untuk merayakan

Kelulusan dan Perpisahan Murid SMA ..Angkatan .-…

Kedua, terima kasih kepada panitia yang telah mengizinkan saya untuk berdiri di sini

menyampaikan pidato di depan para hadirin sekalian.

Dan yang ketiga, selamat untuk kita semua!

Akhirnya,  Kita semua berhasil lulus.. Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Tuhan yang maha member kebaikan.  

Hari hari penuh ujian yang sangat menegangkan kini berakhir sudah.. Kita lulus! Kita bukan anak SMA lagi! Kita akan meninggalkan sekolah ini.. dan berpisah..

Perpisahan.. Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Kebanyakan dari kita pasti baru bertemu dan berteman akrab saat bersekolah di sini. Atau mungkin juga ada yang sudah berteman sejak SMP, sejak SD atau bahkan sejak masih balita. Alangkah senangnya apabila pertemanan yang telah kita jalin selama tiga tahun ini dapat bertahan selamanya. Seakan tak tergoyahkan oleh apapun. Namun tak dapat kita

ingkari bahwa seiring sengan berjalannya kehidupan kita, seiring dengan datangnya hal-hal baru seperti kuliah, ngekos, kerja, menikah, dan juga seiring dengan datangnya orang orang baru, pacar baru perpisahan memang hal yang lumrah terjadi.  Mungkin di antara kita ada yang merasa bergairah mengalami perpisahan karena yang ia tunggu selama ini adalah hal-hal baru yang terlihat lebih

menyenangkan dibanding hal-hal di sini yang sangat membosankan. Tapi mungkin disisi yang berbeda, ada yang merasa sangat sedih karena telah mengalami banyak hal menyenangkan di sini dan betapa banyaknya kenangan yang telah tercipta..

Kenangan.. Teman teman yang saya cintai, sebelum kita terlambat menyadari bahwa waktu tak dapat diputar kembali dan sebelum kita menyesal karena telah menyianyiakan masa SMA kita tanpa mengalami satu pun hal berharga. Maka buatlah kenangan sebanyak banyaknya! Lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan. Katakanlah apa yang ingin kamu katakan. Katakanlah kepada guru yang terlalu kaku dalam mengajar untuk lebih santai. Katakanlah kepada orang yang kamu cintai bahwa kamu memang mencintainya!! Its NOW or NEVER, friends! Come On! As time goes by, memory remains.

 Seiring berjalannya waktu, hanya kenanganlah yang tersisa..

Terakhir.. saya kutip dari film Cinta Pertama yang dimainkan oleh Bunga Citra Lestari dan Benjamin Joshua bahwa memang pertemuan tidak ada yang abadi. Tapi saya percaya, seperti pertemuan, perpisahan juga tidak ada yang abadi! Jangan lupakan setiap hal berharga yang telah kita alami selama bersekolah tiga tahun di sini. Simpanlah kenangan itu dalam hati kita semuaaa..

Selamat berpisah!

Selamat karena telah menjadi bukan-anak-SMA lagi.

Jagalah diri kalian yang berkuliah jauh dari orang tua.

Raih masa depan gemilang diluar sana, jangan kecewakan orang-orang yang menyayangi dan selalu mendukungmu.

Sekian pidato ini saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada salah kata.

Wassalamualaikum, warahmatullahi wabarokatu.."Banyak orang bilang, bahwa dalam menyampaikan sesuatu itu jangan bertele-tele. Lebih baik to the point. Makin singkat, padat dan cepat, makin baik. Makanya ada peribahasa berbunyi begini:

Ikan sepat ikan betik

makin cepat makin baik

Akhirnya, saya tutup pidato ini dengan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."

Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.

Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan.