Pidato 2016 Israj Miraj

ISRAJ MIRAJ

Assalamualaikum wr wb,

["Alhamdulillahi robbil alamin, wasshalaatu wassalaamu alaa asrafil anbiyaa’ i  wal mursaliin wa’ala aalihi wasohbihi ajma’in, (amma ba’du)" keterangan : tulisan arab di atas disebut ‘mukaddimah’, boleh dibaca maupun tidak.]

Bapak, Ibu, dan teman-teman pendengar yang saya hormati, nama saya [sebutkan nama sendiri] , siswa kelas .. MI/SD, akan  menyampaikan uraian hikmah tentang  Perintah utama dalam Isra’ Mi’raj.

Hadirin yang di muliakan Allah,

Dari peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah SAW mendapat perintah yang diturunkan Allah SWT untuk mengerjakan sholat wajib 5 waktu.

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami pertihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Q.S.Al-Israa:1)

Apa sholat itu dan maknanya?

Makna dari sholat yang berarti doa. Sedangkan menurut istilah shalat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Dalam setiap gerakan dalam sholat selalu diisi dengan doa, diisi dengan zikir, dan kalau kita memahami setiap bacaan yang diucapkan, kita benar-benar diposisikan sebagai seorang hamba yang tahu diri. Benar, tahu diri akan kelemahan dirinya, tahu diri karena adanya Sang Pencipta sebagai tempat mengadu atas segalanya.

Dilihat dari sisi kesehatan, bersujud dengan tenang akan melancarkan peradaran darah hingga ke otak. dan itu dilakukan setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari. Subhanallah memang perintah Allah, tak hanya menghadiahi gerakan indah dalam sholat, namun dipadati dengan nilai plus bagi kesehatan diri dan gizi rohani.

Yuk kita gunakan oleh-oleh Isra’ Mi’raj ini sebaik-baiknya sesuai dengan segala petunjuk tata cara Rasulullah SAW sebagai figur pengejawantah perintah Allah SWT.

Semoga Sholat kita semakin khusuk. InsyaAllah, amin …

Waalaikumussalam wr wb

Contoh Teks Pidato Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hadirin yang saya hormati.

Dalam kesempatan yang sangat baik ini marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Dimana selama ini kita diberi nikmat berupa kesehatan dan usia hingga saat ini sehingga kita dapat berkumpul dalam acara menyambut kedatangan bulan suci ramadhan.

Hadirin yang berbahagia.

Pidato yang akan saya sampaikan ini menerangkan keutamaan berpuasa bulan Ramadhan. Kita semua tahu bawa kita diwajibkan berpuasa di bulan suci Ramadhan seperti juga telah diwajibkan kepada orang-orang yang sebelum kita sekalian. Sebagai mana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 113 yang artinya sebagai berikut:

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan berpuasa atas kalian sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, supaya kalian menjadi orang yang bertaqwa ( QS. Al-Baqarah : 113 ).

Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan itu bukan kepada kita saja, tetapi sejak umat-umat sebelum kita atau umat Nabi Muhammad SAW. Adapun latarbelakang berpuasa itu adalah mencetak manusia agar menjadi taqwa kepada Allah bagaimana tidak, berpuasa itu yang bisa mengetahui hanyalah Allah dan dirinya sendiri. Disamping itu berpuasa itu meninggalkan perkara yang sebelumnya diperbolehkan seperti makan, minum, bersetubuh dengan istri dan lain sebagainya yang semuanya itu apabila tidak berpuasa diperbolehkan, tapi apabila berpuasa maka hukumnya haram dan membatalkan puasa. Karena taat kepada perintah Allah sekalipun hal tersebut adalah halal. Kita harus mencegahnya karena semata-mata taat dan takut kepada Allah serta mengharap ridha-Nya.

Hadirin yang berbahagia.

Setengah dari pada keutamaan orang berpuasa adalah mendapat dua kegembiraan, yaitu kegembiraan diwaktu berbuka dan diwaktu bertemu dengan Allah. Karen orang yang menunaikan ibadah puasa satu hari itu akan menyebabkan kita diampuni dosa-dosa kita baik yang telah lewat maupun yang akan datang. Apabila bulan Ramadhan telah berakhir dengan sempurna, orang tersebut akan bersih dari dosa hingga akhir tahun dan seandainya orang tersebut mati di bulan Ramadhan berakhir, maka dia kelak di hari kiamat akan datang dengan bersih dari segala dosa.

Hadirin yang terhormat.

Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan apa yang telah saya sampaikan tadi bermanfaat dan diiringi hidayah dan ridha Allah SWT.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

DAKWAH ISLAMIAH

Assalamualaikum Wr.Wb

(Piih muqqodimah yang anda sukai)

Yang saya hormati Bapak dewan guru, teman-teman seiman dan seagama yang saya cintai

Untuk mengawali jumpa kita saat ini, terlebih dahulu kita semua panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya sampai saat ini kita masih ditakdirkan oleh Allah swt, menjadi orang iman dan islam. Mudah-mudahan nikmat iman dan Islam ini benar-benar kita memiliki sampai akhir hayat.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi besar Muhammad saw, karena beliaulah yang memperjuangkan Islam sampai ke penjuru pelosok dunia, sehingga kita bisa membedakan perkara yang haq dan yang bathil, sehingga menjadi muslim , berkat hidayah Allah swt. Semoga kita termasuk umat beliaw Nabi Muhammad saw.

Hadirin sekalian yang kami hormati!

Semua orang tentunya mendambakan bahagia bahagia dunia akhirat, dan untuk menempuh jalan bahagia tidaklah hanya ditempuh dengan santai, bersenang-senang, penuh dengan hura-hura, dan berbagai hal yang melanggar syariat Islam, akan tetapi haruslah ditempuh dengan jalan Ibadah yang dilakukan sesuai dengan yang ditentukan oleh Allah, baik dalam Al-quran, maupun sunnah Nabi saw. Untuk itu kita berusaha dengan optimal untuk melaksanakan syariat-syariat Islam. Dan kita berusaha menghindar dari segala yang menyimpang dari syariat Islam.

Hadirin sekalian yang kami cintai!

Kita semua telah sadar dan mengetahui, bahwasanya Allah menciptakan manusia hanyalah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya secara benar dan ikhlas. Namun sayang seribu sayang ada sebagian hamba Allah yang dalam hidupnya menyimpang dari syariat Islam.

Hadirin sekalian yang kami cintai!Kita semua telah sadar dan mengetahui, bahwasanya Allah menciptakan manusia hanyalah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya secara benar dan ikhlas. Namun sayang seribu sayang ada sebagian hamba Allah yang dalam hidupnya menyimpang dari syariat Islam. Mereka merasa enggan beribadah kepada Allah. Bahkan kadang sebagian hamba Allah yang beribadah kepada Allah, akan tetapi salah alamat dan tujuan. Mereka mencari tujuan yang keliru, di samping mencari Ridha Allah juga mereka ingin mencari keridhaan manusia, ingin disanjung, dipuji, dan juga ingin dia menjadi orang yang popularitas. Bila hal semacam ini terdapat pada diri orang beriman, maka kita harus secepatnya sadar dan mengetahui , bahwasanya seseorang beribadah semata-mata harus murni dan ditujukan mengharap ridha Allah swt.

Ketahuilah, bahwasanya ibadah yang hanya diterima oleh Allah hanyalah semata mengharap Ridha-Nya dan harus didasari dengan rasa ikhlas. Ikhlas berarti melakukan bebagai macam kebaikan hanya mencari ridha Allah dan sesuai dengan syariat islam. Ibadah yang dilakukan tidak didasari dengan ikhlas, maka akan sia-sia.

Hadirin sekalian yang berbahagia!

Melaksanakan ibadah yang didasari dengan hati yang ikhlas, maka hakekatnya adalah mengerjakan segala kebaikan yang tidak ingin dilihat, diketahui, apalagi dipamerkan kepada orang lain. Marilah kita menjauhkan perbuatan riya karena perbuatan tersebut bisa menghancurkan amalan kita yang pada akhirnya akan sia-sia. Dalam hal ini Nabi saw. Bersabda:

Empat macam tanda bagi orang-orang yang riya, yaitu: (1) Malas ketika sedang sendirian, (2) Sangat tangkas/giat di hadapan banyak orng (3) Amal ibadahnya meningkat ketika dipuji (4) Menurun ketika prilaku /ibadah dicela.

Untuk itu bagi orng-orang beriman haruslah mengetahui bahwa keempat macam sifat itu akan menjerumuskan manusia kepada jalan kehancuran, yakni siksa neraka. Bila dalam hati seorang beriman dihinggapi penyakit riya, maka secepat mungkin di obati, jangan sampai berlarut-larut dalam diri kita.

Hadirin sekalian yang berbahagia!

Adapun yang dikerjakan dan semuanya itu baik-baik tetapi ada rasa riya, maka hasilnya nol besar/sia-sia. Untuk itu marilah kita merenung serta koreksi diri masing-masing apakah selama ini dalam hati kita ada penyakit riya? Bila ada maka secepatnya untuk dihapus, agar segala kebaikan yang kita lakukan mendapat pahala dari Allah swt.

Demikianlah sekilas yang bisa kami sampaikan, dengan harapan agar segala kebaikan kita senantiasa diterima Allah swt. Dan mudah-mudahan pula kita dilindungi dari perbuatan riya yang berakibat merusak amal kebaikan.

Kurang lebihnya kami mohon maaf.

BILAHIT TAUFIQ WALHIDAYAT. WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.