Pidato Naskah Puji Syukur Kita Panjatkan Ke Hadirat Tuhan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat tuhan yang maha esa, karena rahmatnya kita dapat berjumpa pada pagi hari ini.

yang saya hormati guru B.Indonesia, dan teman-teman yang saya banggakan.

Dalam kesempatan ini saya akan berpidato tentang kesehatan.

Saat ini banyak sekali warga yang terserang penyakit, maka dari itu kita harus menjaga kesehatan karena saat ini banyak sekali penyakit yang menular seperti flu burung, penyakit mata, hepatitis, dan lain lain. Faktor-faktor yang memudahkan manusia terserang penyakit adalah. Pertama lingkungan yang kotor, agar lingkungan kita terbebas dari wabah penyakit, kita harus menjaga kebersihan yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya, mengubur barang-barang bekas, serta menguras bak mandi agar tidak menjadi sarang nyamuk. Penyakit yang bisanya di sebabkan oleh lingkungan yang kotor adalah gatal-gatal, penyakit kulit, dan lain lain. Yang kedua adalah pencemaran udara, pencemaran udara di akibatkan oleh asap yang berasal dari pabrik dan kendaraan bermotor, serta saat ini juga banyak terjadi penggundulan hutan. Sehingga udara menjadi tidak segar dan sangat kotor. Maka dari itu mari kita lakukan penghijauan dengan menanam pohon dan hentikan penggundulan hutan. serta kurangilah penggunaan kendaraan bermotor. Dan yang ketiga adalah kurangnya istirahat, banyak masyarakat yang lebih mementingkan pekerjaannya dari pada istirahatnya. Sehingga badan terasa lemas dan lelah. maka dari itu sesibuk apapun pekerjaan kita, sempatkanlah untuk beristirahat. dan tidur dengan cukup yaitu 8 jam. terutama anak-anak kelas 9 yang akan melaksanakan ujian nasional. istirahatlah yang cukup agar kita dapat beraktivitas dengan lancar dan semangat.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan adalah dengan berolah raga, yaitu seperti senam, lari pagi dan lain lain. Makan makanan yang sehat dan bebas dari kuman, istirahat yang cukup dan tidur yang teratur. Maka dari itu jagalah kesehatan, tinggalkan pola hidup yang malas dan jorok. terapkan pola hidup yang bersih dan disiplin.

Sekian pidato dari saya, mohon maaf jika ada salah kata, karena saya hanyalah manusia yang tak luput dari kesalahan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Menjaga Kesehatan sangat penting. Untuk itu, individual yang menentukan kesehatannya mau di bawa kemana? Mau sakit atau mau sehat. Jika mau terhindar dari penyakit akibat kabut asap, maka inilah bentuk himbauan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menjaga kesehatan selama bencana kabut asap. Diantaranya:

Mengurangi aktifitas di luar rumah guna menghindari dampak kabut asap.

Bila melakukan aktifitas di luar rumah agar menggunakan masker dan kaca mata.

Tidak melakukan pembakaran jerami, sampah dan lain-lain yang dapat menimbulkan kabut asap.

Tetap menjaga kesehatan tubuh dengan beristirahat yang cukup, memperbanyak minum air putih, tidak merokok dan lain-lain.

Segera berobat ke Pustu/ Puskesmas terdekat bila terjadi gangguan kesehatan dan sesak nafas.

Tetap melaksanakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS).

Hidupkan lampu kendaraan bila bepergian dengan kendaraan.

KESEHATAN

Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita diberikan kesehatan sehingga dapat berkumpul kembali pada kesempatan kali ini. Pertama kali saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Guru, karena atas kehendak beliau saya dapat berdiri disini untuk menyampaikan sebuah pidato.

Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana cara kita untuk menjaga kesehatan di musim hujan. Hal ini adalah penting adanya mengingat di musim hujan ini sangat rentan bagi kita untuk terkena penyakit seperti influenza, diare, demam berdarah, dsb. Dan akan sangat merugikan jika kita jatuh sakit mengingat dalam beberapa hari kedepan kita akan disibukan dengan berbagai tes dan ujian semester.

Di musim hujan ini salah satu cara untuk mencegah timbulnya penyakit adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Bantulah orang tua dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah, karena dengan lingkungan yang bersih potensi bagi bibit penyakit untuk berkembang bisa kita cegah.

Kemudian hal yang harus dilakukan di musim hujan ini adalah menjaga kesehatan tubuh. Ada prinsip yang menyebutkan bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Salah satu cara yang mudah dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bersih dan bergizi. Soal menjaga daya tahan tubuh menjadi penting karena dalam kondisi hujan, apalagi disertai banjir, daya tahan tubuh cenderung menurun. Setelah makan makanan yang bergizi jangan lupa untuk mengkonsumsi air putih sebanyak 8 gelas dalam sehari. Karena fungsi dari air putih adalah sebagai pengangkat racun-racun dalam tubuh.

Bagi siswa/siswi yang berangkat ke sekolah dengan menggunakan kendaraan jangan lupa untuk membawa jas hujan. Hal ini sangat penting karena saat hujan tubuh akan terasa dingin. Saat kedinginan itulah, tubuh dipaksa mengeluarkan energi secara berlebihan. Jika daya tahan tubuh sedang lemah, tubuh tidak dapat mengimbangi adanya perubahan suhu tubuh yang terlalu drastis. Akibatnya, daya tahan tubuh semakin menurun dan kesehatan pun terganggu.

Kita pun perlu berhati-hati pada penderita asma dan alergi. Kehujanan bisa memicu kambuhnya asma dan serangan alergi. Berupa gatal-gatal, batuk, atau bersin-bersin. Begitu pula pada orang yang mengidap penyakit kronis. Kehujanan bisa menurunkan daya tahan tubuhnya dan penyakitnya bisa jauh lebih parah.

Akhir kata cukup sekian pidato yang sangat singkat ini, mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Semoga pertemuan kali ini dapat memberikan manfaatkan bagi kita semua.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sumselbisa.com – Bencana Kabut Asap akibat terjadinya kebakaran hutan di sejumlah wilayah  Sumatera dan Kalimantan..

Kabut asap pekat terutama menyelimuti wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan

Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kabut asap juga menyebar ke sejumlah daerah di sekitar enam provinsi tersebut.

Di Sumatera, kabut asap menyelimuti 80 persen wilayahnya. Paling tidak sebanyak 25,6 juta jiwa terpapar asap, yaitu 22,6 juta jiwa di Sumatera dan 3 juta jiwa di Kalimantan. Bencana kabut asap ini memicu keprihatinan beberapa pihak bahkan kabut asap tersebut berdampak sampai negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura.

Bahkan dampak kabut asap ini menyebabkan beberapa Bandara Udara khususnya beberapa wilayah Sumatera ditutup karena aktifitasnya terganggu kabut asap.

Menkes Nila F. Moeloek menyatakan keprihatinan atas kejadian kabut asap di sejumlah wilayah tersebut. Untuk mengurangi risiko terkena dampak asap, Menteri Kesehatan mengimbau masyarakat yang daerahnya terkena dampak kabut asap agar tidak keluar rumah bila tidak perlu; selalu pakai masker; cukup minum dan konsumsi buah; dan segera berobat jika sakit.

"Penyediaan masker juga akan ditambah lagi hari ini ke kawasan yang terkena kabut asap.  Kami mengirim kembali masker, obat-abatan dan tenaga tambahan serta tenaga medis. Dengan  truk kita kirimkan ke sana," kata  Ketika melepas tenaga kesehatan yang ditugaskan untuk membantu korban akibat asap di Provinsi Riau, 18/9 di halaman kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta.

Selain itu, Menkes menambahkan bahwa pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan dinas-dinas kesehatan untuk menerjunkan tenaga medis guna mengobati warga yang terkena dampak kabut asap, baik di wilayah Sumatera, Kalimantan.

Pekatnya kabut asap di daerah sekitar Sumatera dan Kalimantan turut mempengaruhi jumlah penderita kesehatan khususnya penyakit  Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Untuk menangani penderita ISPA, Pemerintah Propinsi  di wilayah Sumatera dan Kalimantan memerintahkan rumah sakit (RS) dan puskesmas untuk siaga 24 jam.

Untuk memaksimalkan siaga 24 jam, tiap RS maupun puskesmas harus menyiagakan dokter tanpa ada kekosongan petugas kesehatan.

"Sebenarnya tenaga medis setempat pun cukup. ISPA juga bukan untuk dirawat, kita hanya mengobati saja. Jadi kita bantu suplai obat-obatan, masker dan makanan tambahan,"  tutur Menkes.

Menkes menegaskan hingga saat ini belum ditemukan hubungan kejadian penyakit kanker dengan asap kebakaran hutan.

Menurut Menkes paparan asap kebakaran hutan yang terus menerus (seumur hidup) berbeda dengan paparan asap rokok yang dihisap selama 10 20 tahun.

Dalam penanganan kabut asap ini Kementerian Kesehatan berupaya meminimalisir dari dampak ini dengan mengirim Tim Asistensi Teknis Manajemen bencana dari Pusat Penanggulangan Krisis Kesehtan  (PPKK), Dit. Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Matra, Pusat Promosi, serta mengirim Tim Rapid Health Assesment (RHA) Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) untuk melaksanakan pendampingan manajemen bencana ke Dinas Kesehatan yang wilayahnya terkena dampak kabut asap dan merekomendasikan dalam peningkatan upaya Promotif. Kemenkes juga mengirim masker; Logistik kesehatan berupa paket gizi (MP-ASI, MPT- Bumil dan PMT-AS)  dan tenda Pos Kesehatan.

Sumber Berita: utama dari kabut ini ialah pembakaran hutan dan lahan yang tidak tepat.

Masalah lain yang di timbulkan dari kabut asap ini adalah terganggu nya kesehatan dan ISPA, untuk itu berbagai cara untuk menjaga kesehatan dan waspada terhadap masalah kesehatan akibat kabut asap.

Pertama, kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungki juga infeksi.

Kedua, kabut asap dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, dan penyakit paru kronik.

Ketiga, kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah serta mengalami kesulitan bernapas.

Keempat, bagi yang berusia lanjut dan anak-anak , yang punya penyakir kronik dengan daya tahan tubuh rendah serta wanita yang sedang hamil, akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.

Kelima, kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.

Keenam, secara umum berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk.

Ketujuh, bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bumi juga mungkin dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.

Kedelapan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) lebih mudah terjadi. "Terutama karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh, pola bakteri atau virus penyebab penyakit dan buruknya lingkungan," kata Tjandra.

Untuk melindungi diri dari risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap tersebut, menurut Tjandra, masyarakat perlu melakukan 8 langkah berikut.

Pertama, masyarakat perlu menghindari atau kurangi aktivitas di luar rumah/gedung, terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.

Kedua, jika terpaksa pergi ke luar rumah/gedung maka sebaiknya menggunakan masker.

Ketiga, minumlah air putih lebih banyak dan lebih sering.

Keempat, bagi yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasehat kepada dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi. "Segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain," kata Tjandra.

Kelima, selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti makan bergizi, jangan merokok, dan istirahat yang cukup.

Keenam, upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah / sekolah / kantor dan ruang tertutup lainnya.

Ketujuh, penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik.

Kedelapan, buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi. Di samping bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu di masak dengan baik.