Pidato Speech Yang Terhormat Bapak Rektor Institut

Assalamualaikum Wr.Wb.

Yang terhormat Bapak Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Yang saya hormati Bapak/Ibu Pamong Pengasuh

Yang saya hormati Kakak Wasana,Nindya,Madya Praja

Yang saya hormati Bapak/Ibu Staf Tata Usaha Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Serta rekan-rekan muda praja yang saya banggakan

Marilah kita semua panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat. Pada kesempatan yang baik ini, saya akan membawakan sebuah pidato mengenai Pemerintahan Indonesia di masa sekarang ini.

Sebagimana kita ketahui bahwa bangsa Indonesia telah merdeka selama kurang lebih 67 tahun mengalami kekacauan luar biasa semenjak tergulingnya sang penguasa yang telah berkuasa selama 32 tahun yaitu Bapak Ir. Soekarno. Semenjak itu dengung reformasi terus bergema. Awalnya degungan reformasi terkesan indah seperti kicauan burung namun dengan berlalunya waktu maka degungan tersebut sudah menjadi dengungan lebah yang menggangggu.

Sistem demokrasi yang di dambakan melahirkan banyak sekali kekacauan dan celah untuk menggerakan masa seakan-akan menunjukkkan kedemokrasian. Demokrasi Indonesia sudah bablas menjadi anarkisme yang dibenarkan. Kelemahan demokrasi di Indonesia adalah Jika tidak memakan korban maka tidak masalah. Tindakan pencegahan tidak ada dalam agenda mereka yang ada adalah Tindak lanjut perkara. Hal ini seakan-akan membiarkan kejadian buruk terjadi untuk dijadikan bukti. Kejam memang namun demikianlah yang di rasakan rakyat Indonesia.

Demokrasi yang diajarkan di Indonesia seakan-akan jika berhasil menggerakkan masa maka apa yang di katakan benar bisa menjadi salah. Dalam hal ini acuan demokrasi adalah peoples power dalam bentuk seberapa hebat mereka dapat menciiptakan kekacauan. Akibatnya sering sekali kita mendengar kata provokator. Jika gerak demokrasi bergantung kepada provokator maka sebenarnya para demonstran tidak mengerti apa yang mereka teriakan, melainkan mereka hanya mengekor saja. Tindakan mengekor ini yang biasanya ada urusannya dengan KKN

Pernahkah terlintas di benak kalian bahwa sebenarnya rakyat Indonesia yang pada umumnya berada di bayang-bayang kemiskinan mengerti akan demokrasi atau tidak. Menurut pendapat saya, bagi mereka yang terpenting adalah terpenuhinya kebutuhan mereka sehari-hari. Banyak tindakan-tindakan agresif yang mereka lakukan hanyalah untuk mengisi perut semata. Mereka rela berkorban nyawa asalkan kebutuhan keluarga mereka terpenuhi.

Pernahkah anda perhatikan, mengapa banyak sekali lembaga non pemerintah yang turun tangan dalam penanganan bencana alam? Bahkan banyak bantuan dari Negara lain yang langsung menggunakan alat transportasinya pribadi untuk memberikan bantuan di tempat kejadian, mengapa mereka melakukannya? Karena mereka sadar akan kelemahan sistem bantuan di Indonesia. Celakanya sistem ini merajarela di bidang kesehatan. Pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin lebih memusingkan dibandingkan dengan labirin. Birokrasi yang diterapkan pemerintah membuat rakyat miskin yang menderita penyakit tertentu harus bersabar dan menunggu giliran untuk ditolong. Terkadang yang Maha Kuasa datang menolong terlebih dahulu sebelum pemerintah mengulurkan tangan. Demi ketransparanan dalam hal dana seringkali mereka yang membutuhkan pertolongan malah diacuhkan sedangkan mereka yang sebenarnya tidak membutuhkan pertolongan malahan di dahulukan. Sekali lagi bendera KKN berkibar di atas demokrasi.

Memang Pekerjaan Pemerintah sangatlah banyak dan sangat sulit. Perlu di acungi jempol para pejabat yang berani membela kepentingan rakyat walaupun keluarganya sendiri yang menjadi ancaman. Dalam demokrasi terutama utamakanlah sistem yang sangat efisien bagi rakyat dahulu. Jangan menggunakan uang dalam memperoleh suatu kebijakan.

Kesejahteraan rakyat membuat demokrasi yang sesungguhnya di Indonesia baru bisa di jalankan. Rakyat dapat dengan merata memperoleh pendidikan bermutu yang tidak berpihak. Mereka dapat dengan terbuka memajukan sistem ekonomi Indonesia yang otomatis membuat stabil keamanan Negara dan iklim investasi manjadi berkembang dan baik pula.

Demikianlah pidato singkat yang dapat saya sampaikan apabila ada kesalahan dalam bertutur kata, saya mohon maaf. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan saya akhiri.

Wassalamualaikum Wr.Wb