Materi Pidato Triad Krr

MATERI PIDATO TRIAD KRR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang terhormat panitia penyelenggara lomba.

Yang terhormat dewan juri,

Dan teman-teman peserta lomba yang berbahagia

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberi kesehatan dan umur panjang sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini.

Hadirin sekalian,

Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan fisik, psikologis maupun intelektual. Pola karakteristik tumbuh kembang ini menyebabkan rasa keingintahuan yang besar serta cenderung mengambil keputusan tanpa didahului pertimbangan yang matang. Keadaan seperti ini sering kali mendatangkan konflik batin dalam dirinya, karena keputusan yang diambil akan ditanggung seumur hidupnya.

Pada awal dekade yang lalu penyalahgunaan NAPZA(Narkotika, Psikotropika dan zat akdiktif lainnya) serta infeksi HIV dan AIDS pada remaja masih amat langka, namun ini terus meningkat jumlahnya seiring pergantian tahun. Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa jumlah kumulatif penderita HIV pada tahun 1987 sampai dengan September 2014 sebanyak 150.296 orang, sedangkan jumlah kumulatif penderita AIDS sebanyak 55.799 orang. Presentase penderita infeksi AIDS remaja golongan umur 15-19 tahun sebanyak 3,1 % dimana presentase tertinggi kasus AIDS 32,9% diderita oleh golongan umur 20-29 tahun. Berdasarkan faktor penyebabnya, NAPZA sangat erat kaitannya sebagai salah satu penyumbang infeksi HIV dan AIDS, NAPZA injeksi(IDU) merupakan 15,2% penyumbang infeksi HIV dan AIDS sedangkan 63,9% merupakan hubungan seks dan sisanya adalah faktor tidak diketahui.(Ditjen PP & PL,Kemenkes RI,2014)

Hadirin sekalian,

Indonesia merupakan salah satu sasaran dari pasar perdagangan obat-obat terlarang, ini tentunya sangat mengkhawatirkan khususnya bagi remaja yang merupakan generasi penerus bangsa ini. Hukuman mati bagi pengedarnya bahkan belum mampu membuat jera para pelaku untuk terus mengedarkan barang haram ini. NAPZA bagi seorang remaja pada umumnya hanya digunakan sebagai jalan pintas dari masalah yang sedang mereka hadapi karena bersifat penenang namun pada akhirnya mereka akan ketagihan terhadap obat-obatan terlarang ini. NAPZA(narkotika, psikotropika dan zat-zat akdiktif lainnya) secara umum berarti zat-zat kimiawi yang apabila dimasukkan kedalam tubuh baik secara oral maupun disuntikkan dapat mempengaruhi pikiran, suasana hati atau perasaan dan perilaku sesorang. Menurut UU No.22 tahun 1997, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis yang dapat menyebabkan penururnan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan, sedangkan menurut UU No.5 tahun 1997 Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah ataupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada sususnan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Zat akdiktif lainnya merupakan zat berpengaruh psikoaktif selain narkotika dan psikotropika yang dapat mengakibatkan ketergantungan yang bersifat permanen dan berbahaya karena dapat mematikan sel otak seperti alkohol, inhalansia, tembakau rokok, steroid dan lain sebagainya. Dampak penyalahgunaan NAPZA itu sendiri berupa gangguan fisik, gangguan mental, emosional dan memburuknya kehidupan sosial oleh karena itu pemerintah melarang peredarannya di Indonesia dan mengatur peredarannya, baik produsennya, pemakai maupun pengedarnya dalam suatu undang-undang. NAPZA juga merupakan salah satu penyumbang inveksi AIDS dan HIV, NAPZA yang berperan dalam penyebaran infeksi virus tersebut adalah NAPZA suntik(IDU)

Infeksi AIDS dan HIV dikalangan remaja jumlahnya kian lama kian meningkat dan berdampak pada kematian. Kasus HIV dan AIDS bagaikan gunung es, yang nampak hanyalah permukaannya saja namun kasus yang sesungguhnya jauh lebih besar daripada kasus yang nampak. Seperti kita ketahui penyakit ini merupakan penyakit yang mematikan karena sampai pada saat ini belum ditemukan obat penyembuhnya. HIV(Human Immuno-deficiency Virus) merupakan virus yang menyebabkan Infeksi AIDS(Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang berdampak pada menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga penderitanya mudah terserang penyakit. HIV dan AIDS dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor beresiko yaitu berganti-ganti pasangan seksual, berhubungan seksual dengan ODHA, memakai NAPZA suntik bersamasama, terpanjan dengan alat medis yang terkontminasi dengan HIV, berhubungan seksual dengan penderita HIV. Dalam perjalanannya infeksi HIV dan AIDS dibagi dalam beberapa fase yang pertama adalah fase window periode, dimulai dengan masuknya HIV dan diikuti perubahan antibodi terhadap virus HIV tersebut dari negatif menjadi positif. Lama window period antara 1-3 bulan, fase selanjutnya adalah fase asymptomatic yang berarti didalam tubuh terdapat virus HIV tetapi tubuh tidak menunjukkan gejala-gejala. Dalam fase ini dapat berlangsung rata-rata 5-10 tahun. Fase ketiga yaitu fase symptomatic,dalam fase ini virus HIV sudah tersebar di daerah dan system kekebalan menurun, masa ini ditandai dengan pembesaran kelenjar limfe secara menetap dan merata. Fase terakhir atau akhir stadium. Pada fase ini sistem kekebalan rusak dan terganggu, pada fase ini penderita akan diserang oleh Infeksi Oportunistik seperti halnya; infeksi kulit/selaput lendir, infeksi paru-paru, infeksi usus maupun infeksi otak. Dalam pencegahannya sebenarnya pemerintah telah memberi penyuluhan yaitu dengan ABCDE ; Abstinensia yaitu tidak melakukan hubungan seksual di luar pernikanan, Be-Faithfiull yaitu terikat hanya dalam hubungan seksual yang sah (suami-istri) dan saling setia, Condom yaitu menggunkn kondom, terutama kelompok resiko tinggi seperti penjaja seks komersial dan pelanggannya, Drug yaitu tidak memakai NAPZA terutama NAPZA suntik, Equipment yaitu memakai alat-alat yang bersih, steril, sekali pakai dan tidak bergantian.

Hadirin sekalian,

Dalam usaha menanggulangi permasalahan kesehatan reproduksi remaja, pemerintah berlandaskan Peraturan Presiden no 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Program Kesehatan Reproduksi Remaja, membentuk sebuah organisasi PIK-KRR (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja), yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi. Usaha pemerintah tersebut digalakan dalam lingkungan non formal agar dapat mewujudkan remaja yang aktif, mengerti pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja, dan dapat menjaga kesehatan reproduksinya.

Kita berharap dengan adanya program ini dapat meningkatkan kesadaran kepada remaja tentang pentingya kesehatan reproduksi, selain itu juga agar mampu menekan jumlah infeksi virus HIV dan AIDS di Indonesia

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terimakasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.